Menjaga Tradisi Sulam Kasab Aceh di Tengah Modernisasi Bersama Holding Ultra Mikro BRI
Asra menjaga tradisi sulam kasab Aceh selama lebih dari tiga dekade. Dukungan PNM Mekaar membantu mengembangkan usaha dan memberdayakan warga sekitar.
Suasana pembukaan Pelatihan Jiwa, Semangat dan Nilai-nilai 1945 (JSN '45) yang digelar Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jogjakarta bekerja sama dengan Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) pada Senin (17/7/2023) di Ruang Sidang Lantai V Gedung Rektorat UPNV Jogja. /Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN—Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jogjakarta bekerja sama dengan Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) menggelar Pelatihan Jiwa, Semangat dan Nilai-nilai 1945 (JSN '45). Diikuti puluhan dosen sebagai peserta, pelatihan ini diharapkan dapat menyebarkan nilai-nilai perjuangan yang bisa dikolaborasikan dengan era masa kini.
Rektor UPN Veteran Jogjakarta, Mohamad Irhas Effendi menyampaikan salah satu warisan para pejuang yang sangat penting ialah JSN '45. Oleh karenanya UPNV Jogjakarta menggelar pelatihan ini.
"Di mana pun kita, apa pun status kelembagaan kita, itu kita tetap meneruskan, tetap mewarisi, tetap melestarikan nilai-nilai yang diwariskan para pejuang," katanya pada Senin (17/7/2023) di Ruang Sidang Lantai V Gedung Rektorat UPNV Jogjakarta.
BACA JUGA : UPN Veteran Yogyakarta Siap Berkontribusi dalam KSS
JSN '45 tahun ini digelar pada 17-21 Juli dan diikuti 40 dosen dari lima fakultas di UPN Veteran Jogjakarta. Menurut Irhas pelatihan JSN '45 tak lepas dari pertanyaan mendasar masih penting tidak kah JSN '45 di era masa kini. Nilai-nilai ini menurut Irhas masih penting dan dapat membuat suatu lembaga berintegritas.
"Tentu itu masih [penting] banyak pengalaman yang telah kita lihat dan juga bisa kita baca di berbagai artikel, satu-satunya yang bisa kita gunakan untuk kohesifitas dan integritas dari sebuah lembaga, sebuah organisasi dan sebuah negara itu adalah nilai-nilai yang mampu tetap menyatukan kita di situasi apa pun," tegasnya.
Hanya nilai-nilai di atas yang menurut Irhas mampu menyatukan semua elemen untuk menghadapi berbagai tantangan. Namun Irhas menyakini cara untuk menanamkan nilai di masa kini berbeda dengan cara menanamkan nilai di masa lalu.
"Apakah cara kita menanamkan nilai itu akan sama, tentu tidak. Ini yang nanti akan kita banyak diskusikan," tambahnya.
Dengan ikutnya sejumlah dosen milenial yang mungkin lebih memahami dunia sekarang, mereka bisa memberi pandangan akan perkembangan saat ini dalam pelatihan JSN '45. "Cara-cara lama mungkin sudah tidak relevan untuk kita gunakan di saat sekarang, tetapi nilai-nilai tetap harus kita lestarikan. Hanya nanti bagaimana proses menyadarkan, memahamkan, menginternalisasi dan mengubah sikap perilaku generasi muda ini yang harus kita selaraskan dengan kondisi yang sekarang ada," ujarnya.
Pasca dosen-dosen dilatih, Irhas berencana untuk mengintegrasikan JSN "45 dengan mata kuliah yang ada. Bisa saja menjadi bagian dari mata kuliah bela negara yang ada di UPN. "Ini memang lebih fokus pada para pengajar bela negara, mereka kan akan meramu nilai-nilai ini dengan mata kuliah bela negara," ujarnya.
Wakil Ketua Umum II LVRI, Marsekal Madya TNI (Purn.) Wresni Wiro menegaskan bahwa nilai-nilai kejuangan harus diwariskan. Apalagi di tengah situasi gempuran ideologi trans nasional.
"Kita harus mewarisi nilai-nilai kejuangan, kesetiakawanan, rela berkorban dan sebagainya itu. Sehingga tetap mengharapkan untuk tegaknya NKRI di tengah sekarang menggempur kita ideologi-ideologi trans nasional yang melewati, menembus batas-batas negara," ungkapnya.
Jika dibiarkan, Wresni khawatir NKRI bisa bubar. Sehingga semua elemen harus eksis sebagai negara yang diwariskan oleh para pendiri bangsa. Pelatihan yang menyasar para dosen diharapkan dapat menjadi agen penyalur semangat ini. "Betul sekali, sasaranya begitu, bisa menularkan kepada anak didik," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Asra menjaga tradisi sulam kasab Aceh selama lebih dari tiga dekade. Dukungan PNM Mekaar membantu mengembangkan usaha dan memberdayakan warga sekitar.
Vaksinasi rabies gratis di Sleman menyediakan 300 kuota pada 30 September 2026. Cek syarat, lokasi, jadwal, dan cara pendaftaran.
KRI Sriwijaya-100 resmi dikukuhkan Panglima TNI Agus Subiyanto setelah Merah Putih berkibar di atas kapal induk di Tanjung Priok.
Sebanyak 500 peserta dari 30 tim mengikuti lomba tarik lokomotif 84 ton di Balai Yasa Jogja dalam rangka HUT ke-81 KAI.
Timnas Indonesia dinilai punya keuntungan di FIFA ASEAN Cup 2026 karena bisa menurunkan skuad penuh dan berstatus tuan rumah.
Warga Padukuhan Karang, Tuksono, Kulonprogo, kembali memprotes tambang pasir Sungai Progo. CV BKS menyebut seluruh perizinan telah lengkap.