Menjaga Tradisi Sulam Kasab Aceh di Tengah Modernisasi Bersama Holding Ultra Mikro BRI
Asra menjaga tradisi sulam kasab Aceh selama lebih dari tiga dekade. Dukungan PNM Mekaar membantu mengembangkan usaha dan memberdayakan warga sekitar.
Poster LOPIS/Istimewa -- Disperindag Sleman
SLEMAN—Inovasi Layanan Online Pasar Ing Sleman (LOPIS) yang diinisiasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman terus berkembang hingga sekarang.
Lewat inovasi ini para pedagang pasar dapat memperluas cakupan penjualan yang diharapkan berdampak pada kesejahteraan pedagang pasar.
Sub Koordinator Substansi Pembinaan Perdagangan Tradisional, Disperindag Sleman Sri Kuniawati Padma Dewi menuturkan inovasi LOPIS hingga saat ini terus berkembang. Inovasi yang dirintis pada saat masa pandemi lalu sampai saat ini masih eksis dan dipakai para pelanggannya.
BACA JUGA: TPA Piyungan Ditutup Hingga September, DPRD DIY: Meresahkan Masyarakat
"Kami mencoba membantu para pedagang pasar di wilayah Kabupaten Sleman agar menggiatkan penjualannya. Tidak hanya offline namun juga dengan online, sehingga kita gagas dengan LOPIS," tuturnya pada Kamis (6/7/2023)
Sistemnya cukup sederhana, LOPIS ingin menghubungkan pedagang pasar dengan para pembelinya secara daring sesuai kebutuhan pelanggan. Setidaknya ada sekitar 24 pasar tradisional yang berlangsung dengan layanan ini.
Dalam pelaksanaannya, para pedagang pasar akan dimasukkan ke dalam empat wilayah. Meliputi wilayah Barat, Timur, Selatan dan Utara. Di setiap wilayahnya akan ada daftar pasar dan kontak pedagang sesuai komuditasnya. Para pelanggan bisa menghubungi kontak yang ada melakukan transaksi secara daring atau dengan sistem COD.
LOPIS juga digunakan sebagai sarana promosi bagi para pedagang dan sarana promosi event dari Disperindag Sleman. Harapannya masyarakat bisa mengatahui kegiatan-kegiatan pasar serta inovasinya.
"Harapan kami dari teman-teman wilayah pasar yang lain di seluruh wilayah Kabupaten Sleman itu mengatehui juga program-program kegiatan yang kita laksanakan. Jadi di dalamnya ada kegiatan yang kita upload disana kemudian juga ada dari per pasar," ujarnya.
Dampak dari inovasi LOPIS disebutkan Dewi cukup membantu para pedagang Pasar. Beberapa komoditas tertentu seperti bunga tabur bahkan menjadi ikon khusus yang barangkali hanya dijual secara daring lewat inovasi LOPIS. Bahkan inovasi ini juga telah mendapatkan dari Bupati Sleman.
"Alhamdulilah sangat membantu para pedagang pasar, yang mungkin semula tidak mengetahui ternyata produk-produk yang dijual di pasar itu potensial. Tidak kalah kualitasnya dengan yang dijual di toko modern," ungkapnya.
Sekretaris Disperindag Sleman, Tina Hastani berharap lewat inovasi ini daya jual dari para pedagang pasar tradisional semakin meningkat. Selain itu, secara daring LOPIS diharapkan juga bisa menjaring pelanggaran baru.
"Harapan kami cakupan pasar makin luas dan kita bisa menjaring pembeli-pembali baru. Tidak hanya di sekitar pasar, termasuk kaum milenial untuk bisa berselancar dan melihat pasar tradisonal tahu kegiatan dan keberadaan pasar," tegasnya. (BC)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Asra menjaga tradisi sulam kasab Aceh selama lebih dari tiga dekade. Dukungan PNM Mekaar membantu mengembangkan usaha dan memberdayakan warga sekitar.
Harga emas Pegadaian Kamis 24 September 2026: Galeri24 Rp2,545 juta, Antam Rp2,645 juta, UBS Rp2,57 juta per gram.
Sjamsul Kahar, tokoh pers Aceh dan pendiri Serambi Indonesia, meninggal dunia. Ia dikenal sebagai wartawan senior dan ayah Nezar Patria.
Kemdiktisaintek masih menghitung skema kuliah gratis hingga perguruan tinggi. Penerapan serentak atau bertahap belum final.
Harga cabai rawit merah mencapai Rp104.850 per kg berdasarkan PIHPS 24 September 2026. Simak harga pangan pokok lainnya.
Diduga dijaminkan tanpa izin ahli waris, sertifikat tanah warga Karangsari menjadi sengketa hingga Lurah dan dua Direktur BUMDes digugat ke PN Wates.