Prancis Tahan Hampir 1.000 Orang dalam Demonstrasi Lanjutan
Hampir 1.000 orang ditahan dalam demonstrasi di Prancis yang diikuti lebih dari 400.000 orang untuk memprotes kenaikan biaya hidup.
Sampah - Ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menyebutkan bahwa saat ini pembangunan sarana dan prasarana (sarpras) Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) di Kenaji, Tamanmartani, Kalasan, sudah mencapai 90% lebih.
"Pembangunan TPST Tamanmartani merupakan program prioritas yang sedang dikebut agar dapat segera beroperasi pada tahun ini," kata Kustini di Sleman, Jumat.
Menurut dia, Pemkab Sleman berupaya keras untuk menyelesaikan permasalahan sampah dengan melakukan sejumlah langkah jangka pendek dan jangka panjang. "Langkah jangka panjang yang dipilih salah satunya dengan membangun TPST di Kenaji, Tamanmartani agar tidak bergantung lagi di Tempat Pembuangan Akhir [TPA] Piyungan, Bantul," katanya.
Dia mengatakan pembangunan TPST Tamanmartani yang telah dimulai sejak Mei 2023 tersebut dengan anggaran senilai Rp7,4 miliar.
"Saat ini pembangunan telah mencapai 90 persen untuk tahap awal. Kami minta dipercepat pengerjaannya. Pertengahan bulan depan semoga sudah selesai," katanya.
BACA JUGA: TPA Piyungan Ditutup, Sleman Siapkan TPST Tamanmartani
Kustini mengatakan pembangunan tahap awal TPST Tamanmartani dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kabupaten Sleman meliputi persiapan lahan, pembuatan talud, pagar panel serta akses jalan masuk kendaraan. "Hingga minggu ini, seluruh pengerjaan kecuali akses jalan masuk kendaraan hampir dirampungkan," katanya.
Dia mengatakan setelah pembangunan tahap awal selesai, maka selanjutnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sleman akan membangun dan melengkapi sarana dan prasarana untuk TPST Tamanmartani. "Setelah pembangunan awal dirampungkan, selanjutnya DLH akan mengerjakan dan melengkapi sarana dan prasarana untuk pengolahan sampahnya," kata dia.
TPST Tamanmartani, kata dia, nantinya dilengkapi sejumlah fasilitas dan teknologi seperti pos timbang, insenerator, mesin komposter, tempat pengepresan, tempat penyimpanan kompos dan instalasi pengolah limbah. "Konsep TPST ini adalah zero waste. Karena semua sampah yang di sini nanti akan diolah menjadi kompos untuk organik dan anorganik dibuat menjadi conblock," katanya.
Bupati menambahkan TPST Tamanmartani ini diproyeksikan dapat mengelola 80 ton sampah per hari. Jumlah tersebut, diharapkan dapat mengurangi beban volume sampah yang dikirim ke TPA Piyungan. "Harapannya kita semakin mandiri karena punya TPST yang bisa untuk pengolahan sampah sendiri, tidak tergantung di TPA Piyungan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Hampir 1.000 orang ditahan dalam demonstrasi di Prancis yang diikuti lebih dari 400.000 orang untuk memprotes kenaikan biaya hidup.
Lomba grafiti dan mural di Cangkringan menjadi wadah kreativitas pemuda Sleman sekaligus meningkatkan kesadaran mitigasi bencana Gunung Merapi.
Ribuan bibit sengon, kopi, kemukus, dan balsa disalurkan kepada kelompok tani di Samigaluh untuk menjaga hutan Menoreh dan ekonomi warga.
OJK mengingatkan risiko pembiayaan digital. Nilai paylater mencapai Rp13,61 triliun dan pinjaman daring Rp106,94 triliun pada Agustus 2026.
Karang Taruna DIY merumuskan rekomendasi untuk memperkuat kepemimpinan perempuan, mulai dari reformasi kaderisasi, penguatan kapasitas
PHRI DIY menyoroti penginapan yang diduga belum berizin di Gumaton dan Jeron Beteng serta potensi kebocoran PAD Kota Jogja.