Bertepatan dengan HUT ke-28, Bank Mandiri Bayarkan Dividen Interim Rp6,16 Triliun
Bank Mandiri membayarkan dividen interim Rp6,16 triliun bertepatan HUT ke-28. Total dividen sepanjang kalender 2026 mencapai Rp50,63 triliun.
Suasana jumpa pers penyelenggaraan eksperimentasi tari berjudul Manah di Concert Hall TBY, Senin (7/8/2023). - Harian Jogja/Yosef Leon
JOGJA—Taman Budaya Yogyakarta (TBY) menggandeng Bimo Wiwohatmo dan sejumlah seniman lain akan menghadirkan eksperimentasi tari berjudul Manah pada Selasa (8/8/2023) malam di Concert Hall TBY. Penampilan ini bisa disaksikan gratis mulai pukul 19.30 WIB.
Kepala TBY Purwiati menjelaskan penampilan ini menjadi komitmen bagi pihaknya untuk menampung segala macam jenis seni dan budaya untuk berkeliaran di tempat itu. Penampilan itu nantinya juga tidak hanya selesai sebagai pementasan saja tapi juga akan ada dialog sehabis acara.
"Selain pentas juga ada dialog tidak hanya selesai pada pentas saja kita buka ruang luas sehingga kegiatan TBY punya manfaat dan dampak yang baik serta kontribusi positif," katanya Senin (7/8/2023).
"Tidak saja dari seni pertunjukan yang biasa kita gelar tapi juga kepada seniman lain untuk melahirkan gagasan dan ide dalam melahirkan karya yang tidak seperti biasanya. Kali ini dengan tema Manah dan seniman lain kita coba mewadahi berbagai macam jenis seni dan aliran kebudayaan di TBY," katanya.
BACA JUGA: Pengiriman Rokok Ilegal Senilai Rp1,7 Miliar Digagalkan Bea Cukai, Ini Asal Jaringannya
Bimo Wiwohatmo menjelaskan eksperimentasi tari ini lebih pada menahan diri dari keriuhan panggung, menahan untuk tidak berlebih dan menahan untuk tak terlalu yakin bahwa berjalan ke masa depan adalah keharusan.
Ada kenyataan saat ini ternyata beragam tari klasik Jawa masih terjaga namun dalam muatan yang berbeda atas kepentingan di luar dirinya.
"Karya tersebut hadir tidak selalu beriring dengan ritus-ritus yang dulu mendukung kehadirannya, akan tetapi dengan kepentingan yang berbeda. Demikian juga dengan penari-penari yang memiliki keterbatasan untuk ‘hadir’ dalam proses bersama," katanya.
Harga sebuah pertemuan dalam proses menari menjadi sangat terbatas karena semakin riuhnya perjalanan dan kerja. Pertemuan juga tidak harus fisikal, bisa virtual. Adakah ini memerlukan uji coba kembali untuk menentukan langkah kembali dengan cara yang baru.
Menurutnya penari bisa membutuhkan ornamen di luar tubuhnya untuk memperindah pertunjukan. Akan tetapi seorang penari juga harus kembali menyadari tubuhnya. Ia subjek yang bisa menjadikan tubuhnya sebagai media melukis panggung. Tubuh dihormati kembali seperti dalam tradisi klasik Jawa.
"Ia memiliki jiwa dan bisa bergerak seiring kedalaman rasa. Tidak mesti berlebih untuk sebuah keindahan tetapi kedalaman rasalah yang menentukan itu semua," katanya. (BC)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bank Mandiri membayarkan dividen interim Rp6,16 triliun bertepatan HUT ke-28. Total dividen sepanjang kalender 2026 mencapai Rp50,63 triliun.
Dua gempa mengguncang Sumba dan Aceh selang 41 menit 41 detik. Pakar menjelaskan keduanya tidak berkaitan secara tektonik.
Afriana, warga Klaten yang bekerja di Jepang, rela menempuh perjalanan lima jam untuk mendukung atlet Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
PM2.5 Palembang mencapai 903,6 µg/m³ dan masuk kategori sangat berbahaya. BMKG meminta warga membatasi aktivitas di luar rumah.
Wisata buatan Gunungkidul bakal bertambah. Tiga investor menyiapkan proyek di Kelok 23, Pantai Baron, dan Patuk.
Veda Ega Pratama finis ke-11 di Moto3 GP Jepang 2026 dan meraih lima poin. Ia kini mengoleksi 105 poin di klasemen.