Kejagung Periksa 3 Saksi dalam Kasus TPPU Febrie Adriansyah
Kejagung memeriksa tiga saksi dalam kasus dugaan TPPU Febrie Adriansyah, terdiri atas satu pihak swasta dan dua saksi perbankan.
Ilustrasi Kekeringan - Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Kekeringan mengancam wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY segera mengupayakan pembuatan sumur bor di sejumlah wilayah terdampak bencana kekeringan di provinsi ini.
Manajer Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD DIY Lilik Andi Aryanto di Jogja, Jumat, mengatakan pembuatan sumur bor dikoordinasikan dengan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral DIY.
"Dalam waktu dekat kami akan mengundang Dinas PUPESDM DIY kembali untuk memastikan pembuatan sumur-sumur bor itu," kata dia, Jumat (11/8/2023).
Ia mengatakan Kabupaten Gunungkidul merupakan salah satu sasaran pembuatan sumur bor mengingat saat ini kabupaten tersebut telah menetapkan status siaga darurat kekeringan.
BACA JUGA: Kemenhub Tawarkan 16 Proyek Prioritas ke Investor
Selain Kabupaten Gunungkidul, kata Lilik, Kabupaten Bantul juga telah menetapkan status bencana yang sama.
"Sejumlah lembaga usaha juga konfirmasi akan membantu sumur-sumur bor, yang juga akan kami koordinasikan dengan Dinas PUPESDM DIY di lokasi yang sama," kata dia.
Menurut dia, musim kemarau tahun ini diperkirakan lebih kering dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, sehingga ketersediaan tangki air bersih perlu diperkuat dengan didukung dana APBD tahun 2023.
Meskipun demikian, sebanyak 11 kapanewon di Gunungkidul yang dilanda kekeringan mampu melakukan distribusi air bersih secara mandiri.
"Dengan kondisi yang sulit air, masyarakat di Gunungkidul diimbau untuk lebih berhemat dalam mengelola air," ujar dia.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Purwono menyampaikan bahwa sejauh ini ada 28.000 warga yang berpotensi terdampak kekeringan yang tersebar di delapan kapanewon.
"Sejauh ini sudah empat kecamatan yang mengajukan permohonan distribusi air bersih. Potensi kekeringan pun bisa meluas jika mengacu pada prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika [BMKG]," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kejagung memeriksa tiga saksi dalam kasus dugaan TPPU Febrie Adriansyah, terdiri atas satu pihak swasta dan dua saksi perbankan.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur ke Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000.