MAXI Yamaha Day 2026 Padukan Touring dan Budaya di Kuningan
“Priangan Timur merupakan salah satu wilayah yang pertumbuhan konsumen MAXI Yamaha-nya terus menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir,"
Keterlibatan warga dalam pengelolaan sampah sebagaimana terlihat di Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R) Nitikan. Ist
Harianjogja.com, JOGJA—Persoalan sampah seharusnya dianggap sebagai masalah bersama agar solusi yang diambil lebih tepat. Solusi mengatasi masalah sampah di Kota Jogja sulit diambil apabila penanganannya hanya diserahkan kepada pemerintah.
Guru Besar Sosiologi Lingkungan Universitas Gadjah Mada Prof. Suharko menjelaskan cara pandang menangani sampah sebagai masalah bersama yang meminimalkan ego sektoral akan menularkan berbagai gagasan dan prakarsa nyata yang bentuknya beragam.
“Keberagaman cara ini sangat baik, tetapi pertama kita harus satu pandangan dulu bahwa sampah ini masalah bersama sehingga tidak bisa hanya diserahkan ke Pemkot Yogyakarta. Masyarakat dan pihak swasta juga harus bertanggung jawab,” katanya, Kamis (9/8/2023).
BACA JUGA: Top 7 News Harian Jogja Online, Jumat 18 Agustus 2023
Suharko yang menempuh jenjang doktornya di Jepang ini mencontohkan penanganan sampah di Negeri Matahari Terbit. Di Jepang, masyarakat punya kesadaran tanggung jawab mengelola sampahnya.
“Pemerintah bertanggung jawab atas layanan sampah, termasuk dengan menyedikan pengelolaan teknologi yang mutakhir dan sebagainya. Namun, masyarakat juga harus berpartisipasi karena ini kunci mengatasi sampah di Jepang,” paparnya.
Dosen Pascasarjana Sosiologi UGM juga melihat masyarakat Jogja sudah cukup berpartisipasi dalam mengelola sampah. “Pencanangan darurat sampah ini tepat agar memunculkan sense of crisis di tengah masyarakat, seperti saat pandemi kemarin. Momen krisis ini momen untuk meningkatkan gotong royong, seperti saat Covid ketika muncul beragam inisiasi dan prakarsa dari masyarakat sendiri,” ujarnya.
Berkaca dari penanganan Covid, jelas Suharko, masalah sampah dapat diatasi dengan pendekatan seperti itu. “Ego sektoral dan ego kewilayahan memang menghambat penangannya, sehingga harus dihadapi bersama dengan peran masyarakat sebagai kuncinya,” katanya. (BC)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
“Priangan Timur merupakan salah satu wilayah yang pertumbuhan konsumen MAXI Yamaha-nya terus menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir,"
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya hari ini berdasarkan data resmi KAI Access.
Prakiraan cuaca DIY hari ini, Kamis 30 Juli 2026. BMKG memprediksi cuaca cerah di seluruh wilayah Yogyakarta dengan suhu berkisar 21-30 derajat Celsius.
Simak jadwal lengkap KA Bandara YIA 28 Juli 2026. Kereta beroperasi sejak dini hari hingga malam untuk mendukung mobilitas penumpang.
DPKP DIY menyiapkan strategi menghadapi musim kemarau, mulai dari varietas padi tahan kekeringan hingga optimalisasi irigasi dan pompa air.
Bank Sampah Berlian 08 di Jogja memanfaatkan minyak jelantah sebagai bahan bakar pirolisis sampah plastik residu sehingga proses lebih cepat dan hemat.