Bayar Rp50.000 Sehari, Ini Alasan Orang Tua Titip Bayi di Bidan Pakem
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
Capres yang diusung PDIP, Ganjar Pranowo ditemui wartawan di Grha Sabha Pramana pada Selasa (22/8/2023)./Harian Jogja -- Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN—Bakal calon presiden (capres) yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Ganjar Pranowo memberikan tanggapannya terkait hasil survei yang menyebut tingkat elektabilitasnya yang disebut naik.
Berdasarkan hasil survei Litbang Kompas, capres dari PDIP, Ganjar Pranowo unggul dari dua capres lainnya Prabowo Subianto dan Anies Baswedan.
BACA JUGA: Pertemuan Kepala Daerah PDIP, Ganjar Pranowo: Aku Kok Malah Tidak Tahu
Ditanya wartawan terkait hasil survei tersebut, Ganjar pun memberikan tanggapannya. Pria yang kini identik dengan rambut putih itu menilai hasil survei yang muncul saat ini masih belum final. "Surveinya kan belum final," terangnya ditemui di Grha Sabha Pramana pada Selasa (22/8/2023).
Kendati belum final, kepercayaan masyarakat kata Ganjar kudu disikapi secara baik."Ya kepercayaan masyarakat harus kita sikapi dengan baik," lanjutnya.
Tidak hanya itu, Gubernur Jawa Tengah tersebut juga menyerukan untuk menghindari tindakan saling ejek apalagi saling menjelekkan dalam Pemilu. Agar Pemilu yang akan bergulir berjalan menyenangkan katanya.
"Yang penting kita hindari sesuatu yang saling mengolok-olok, saling menjelekkan. Biar pemilunya menyenangkan," tegasnya.
Calon presiden (capres) yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Ganjar Pranowo memberikan tanggapannya terkait hasil survei yang menyebut tingkat elektabilitasnya yang disebut naik.
Berdasarkan hasil survei Litbang Kompas, capres dari PDIP, Ganjar Pranowo unggul dari dua capres lainnya Prabowo Subianto dan Anies Baswedan.
Ditanya wartawan terkait hasil survei tersebut, Ganjar pun memberikan tanggapannya. Pria yang kini identik dengan rambut putih itu menilai hasil survei yang muncul saat ini masih belum final. "Surveinya kan belum final," terangnya ditemui di Grha Sabha Pramana pada Selasa (22/8/2023).
Kendati belum final, kepercayaan masyarakat kata Ganjar kudu disikapi secara baik."Ya kepercayaan masyarakat harus kita sikapi dengan baik," lanjutnya.
Tidak hanya itu, Gubernur Jawa Tengah tersebut juga menyerukan untuk menghindari tindakan saling ejek apalagi saling menjelekkan dalam Pemilu. Agar Pemilu yang akan bergulir berjalan menyenangkan katanya.
"Yang penting kita hindari sesuatu yang saling mengolok-olok, saling menjelekkan. Biar pemilunya menyenangkan," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polisi mengungkap tarif day care ilegal di Pakem Sleman mencapai Rp50 ribu per hari. Orang tua mengaku menitipkan bayi karena sibuk bekerja.
IHSG hari ini ditutup amblas 3,54% ke level 6.094,94. Investor panik merespons rencana aturan eksportir tunggal BUMN di bawah PT Danantara.
Kurs rupiah hari ini ditutup melemah ke Rp17.667 per dolar AS imbas sinyal kenaikan suku bunga The Fed dan penutupan Selat Hormuz akibat perang.
Polres Temanggung tangkap penimbun Pertalite berinisial SS di Parakan. Pelaku modifikasi tangki Hyundai Atos dan gunakan banyak barcode palsu.
Penjualan hewan kurban di Bantul jelang Iduladha tidak merata, sebagian naik tajam, sebagian turun meski harga meningkat.
Nilai Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) di Jawa Tengah pada 2025 mencapai 86,72 atau mengalami peningakatan 0,88 dibandingkan tahun sebelumnya.