Klaten Catat Sejarah, Pertama Kali ICHC Digelar di Indonesia
Rangkaian hari kedua Klaten International Cycling Festival (KLIC Fest) 2026 mencatat sejarah menjadi tuan rumah International Cycling History Conference (ICHC)
eserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA— Anggah salah satu peserta Pekerja Penerima Upah asal Jogja lega telah menjadi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Pria yang sehari-hari bekerja sebagai jurnalis ini tak lagi khawatir tentang kesehatannya, karena Program JKN siap memberikan penjaminan ketika ia sakit.
Saat kecil, dia merupakan peserta Asuransi Kesehatan alias PT. Askes berdasarkan fasilitas kantor orang tuanya. Begitupun saat ada transformasi menjadi BPJS Kesehatan, layanannya sempat Anggah gunakan saat kuliah di Jogja.
Saat kuliah, ada sakit-sakit ringan namun cukup mengganggu, yang perlu segera dia tangani. Seiring dengan beranjak dewasa, kepesertaan JKN milik Anggah juga sempat berganti menjadi mandiri. Dia memilih fasilitas kesehatan tingkat pertama berupa dokter pribadi yang berada di wilayah Jogja.
“Sejak menjadi peserta JKN, pernah makai fasilitas pengobatannya sebanyak tiga kali. Waktu itu sakit alergi, batuk pilek, sama sakit pinggang. Alergi kayaknya gara-gara salah makan,” kata Anggah, Selasa (22/8/2023).
Untungnya sakit-sakit yang tergolong ringan ini sudah selesai sejak di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Artinya Anggah tidak perlu dirujuk sampai harus masuk rumah sakit atau sejenisnya. Pengobatan dan resep dari dokter sudah meringankan penyakit yang dia alami.
Secara pelayanan, Anggah juga tidak merasa adanya perbedaan antara pengguna BPJS Kesehatan dengan pasien umum. Semua berbaur dan cenderung tidak ada kesan lebih lama antreannya. Saat menggunakan akses BPJS Kesehatan, Anggah menunggu bersama dengan pasien umum.
“Prosedur dan layanannya sama, enggak ada perbedaan,” kata laki-laki berusia 26 tahun ini.
Menjalani kesehariannya yang kadang terbilang berat, Anggah senang menjalani profesi jurnalis yang ia idam-idamkan sejak masih kuliah. Meliput peristiwa dini hari, menunggu narasumber sampai berjam-jam, sampai meliput bencana seperti makanan sehari-hari. Bahkan liputan di waktu yang tak terduga sudah biasa bagi Anggah.
Seperti momen berita yang tidak tahu kapan datangnya, begitu juga sakit, tidak ada yang bisa menebak kapan dia akan mampir ke badan. Adanya jaminan kesehatan menjadi hal yang membuat pikiran tenang.
“Dengan adanya jaminan kesehatan sangat membantu, namanya perlindungan, sakit enggak bisa kita duga [kapan datangnya], apakah sakitnya bakal jangka panjang atau gimana. Hal-hal (sakit dan pengobatan) ringan kadang butuh uang yang lumayan juga untuk kontrol, saat ada jaminan kesehatan sangat terbantu,” kata Anggah. (BC)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rangkaian hari kedua Klaten International Cycling Festival (KLIC Fest) 2026 mencatat sejarah menjadi tuan rumah International Cycling History Conference (ICHC)
Disdik Sleman mulai adaptasi penerapan Bahasa Inggris di SD menjelang kebijakan wajib nasional pada tahun ajaran 2027/2028.
Persib Bandung memastikan seluruh pemain dan ofisial aman usai diduga mendapat serangan oknum suporter setelah laga kontra PSM Makassar.
Cek jadwal KRL Jogja–Solo dari Tugu ke Palur. Simak jam keberangkatan lengkap dan imbauan penumpang.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Real Madrid mengumumkan perpisahan Dani Carvajal dan kembalinya José Mourinho sebagai pelatih pada hari yang sama.