Kimaya Sudirman Yogyakarta by HARRIS Hadirkan Wajah Baru Kamar Hotel
Kimaya Sudirman Yogyakarta by HARRIS dengan bangga memperkenalkan wajah baru kamar hotel hasil renovasi yang dirancang untuk memberikan pengalaman menginap yang
eserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Istimewa
Harianjogja.com, JOGJA— Anggah salah satu peserta Pekerja Penerima Upah asal Jogja lega telah menjadi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Pria yang sehari-hari bekerja sebagai jurnalis ini tak lagi khawatir tentang kesehatannya, karena Program JKN siap memberikan penjaminan ketika ia sakit.
Saat kecil, dia merupakan peserta Asuransi Kesehatan alias PT. Askes berdasarkan fasilitas kantor orang tuanya. Begitupun saat ada transformasi menjadi BPJS Kesehatan, layanannya sempat Anggah gunakan saat kuliah di Jogja.
Saat kuliah, ada sakit-sakit ringan namun cukup mengganggu, yang perlu segera dia tangani. Seiring dengan beranjak dewasa, kepesertaan JKN milik Anggah juga sempat berganti menjadi mandiri. Dia memilih fasilitas kesehatan tingkat pertama berupa dokter pribadi yang berada di wilayah Jogja.
“Sejak menjadi peserta JKN, pernah makai fasilitas pengobatannya sebanyak tiga kali. Waktu itu sakit alergi, batuk pilek, sama sakit pinggang. Alergi kayaknya gara-gara salah makan,” kata Anggah, Selasa (22/8/2023).
Untungnya sakit-sakit yang tergolong ringan ini sudah selesai sejak di fasilitas kesehatan tingkat pertama. Artinya Anggah tidak perlu dirujuk sampai harus masuk rumah sakit atau sejenisnya. Pengobatan dan resep dari dokter sudah meringankan penyakit yang dia alami.
Secara pelayanan, Anggah juga tidak merasa adanya perbedaan antara pengguna BPJS Kesehatan dengan pasien umum. Semua berbaur dan cenderung tidak ada kesan lebih lama antreannya. Saat menggunakan akses BPJS Kesehatan, Anggah menunggu bersama dengan pasien umum.
“Prosedur dan layanannya sama, enggak ada perbedaan,” kata laki-laki berusia 26 tahun ini.
Menjalani kesehariannya yang kadang terbilang berat, Anggah senang menjalani profesi jurnalis yang ia idam-idamkan sejak masih kuliah. Meliput peristiwa dini hari, menunggu narasumber sampai berjam-jam, sampai meliput bencana seperti makanan sehari-hari. Bahkan liputan di waktu yang tak terduga sudah biasa bagi Anggah.
Seperti momen berita yang tidak tahu kapan datangnya, begitu juga sakit, tidak ada yang bisa menebak kapan dia akan mampir ke badan. Adanya jaminan kesehatan menjadi hal yang membuat pikiran tenang.
“Dengan adanya jaminan kesehatan sangat membantu, namanya perlindungan, sakit enggak bisa kita duga [kapan datangnya], apakah sakitnya bakal jangka panjang atau gimana. Hal-hal (sakit dan pengobatan) ringan kadang butuh uang yang lumayan juga untuk kontrol, saat ada jaminan kesehatan sangat terbantu,” kata Anggah. (BC)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kimaya Sudirman Yogyakarta by HARRIS dengan bangga memperkenalkan wajah baru kamar hotel hasil renovasi yang dirancang untuk memberikan pengalaman menginap yang
Google dikabarkan menaikkan harga Pixel 11 yang meluncur 12 Agustus 2026 akibat lonjakan biaya memori dan produksi global.
Harga bawang putih di Pasar Manis Purwokerto kembali naik menjadi Rp50.000 per kilogram. DPKUKM Banyumas terus memantau harga untuk mengendalikan inflasi.
CORE Indonesia menyebut masih ada 1 juta ton molase yang berpotensi mendukung bioetanol. Pemerintah menargetkan penerapan E10 mulai 2027.
Pilur Gunungkidul 2026 dipastikan tanpa perpanjangan pendaftaran. Sebanyak 99 bakal calon lurah mendaftar di 31 kalurahan.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti dan Menteri Pendidikan Singapura Desmond Lee memperkuat kerja sama pendidikan, AI, pembaruan MoU, dan akses belajar.