Krisis Air Bersih, Warga Padukuhan di Bantul Ini Kesulitan Mandi dan Minum
Warga Padukuhan Petung Bangunjiwo Kabupaten Bantul mengalami krisis air bersih sepanjang bulan Agustus.
Gubernur DIY, Sri Sultan HB X (tengah), Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, saat Panen Perdana Bawang Merah di wilayah Parangtritis, Kretek, Bantul, Kamis (24/8/2023)./Harian Jogja-Hadid Husaini
Harianjogja.com, BANTUL—Dirjen Hortikultura mengapresiasi hasil panen bawang merah di Kabupaten Bantul yang disebut melebihi rata-rata dari hasil panen tingkat nasional. Hasil positif itu disinyalir berkat diterapkannya sistem Agriculture Electrifying.
Dalam acara Panen Perdana Bawang Merah Agro Agriculture Electrifying di Kalurahan Parangtritis, Kapanewon Kretek, Dirjen Pertanian Hortikultura Kementerian Pertanian, Prihasto Setyanto, menilai wilayah selatan mulai dari Kabupaten Bantul hingga Kulonprogo yang merupakan lumbung pangan di DIY telah punya kemampuan melebih taksiran neraca nasional. “Kalau hasil panen bawang merah disebut mencapai 20 ton per hektare dalam satu musim, ini artinya lebih banyak dari perhitungan nasional," ujar Prihasto.
Prihasto menilai inisiatif dengan adanya Agriculture Electrifying, energi yang dibutuhkan lebih rendah. Kendati begitu, dirinya menilai karakter permukaan tanah dan sumber mata air di Bantul cukup dangkal sehingga memungkinkan mudahnya pencemaran akibat pupuk pestisida. Dengan Agriculture Electrifying ini, kata dia, penggunaan pestisida sedikit lebih sedikit.
“Kalau dilihat tadi ini tidak tercium pestisida, apalagi dengan angin kencang seperti ini harusnya sudah tercium bau [pestisida]. Artinya dengan konsep daerah di selatan DIY, ini dampak [agriculture electrifying] cukup positif," ucap dia.
BACA JUGA: Cegah Degradasi Lahan Pertanian, Setiap Kapanewon Diminta Memiliki RDTR
Melalui hasil panen bawang merah di wilayah selatan Bantul dengan Agriculture Electrifying tersebut, Prihasto berharap konsep tersebut bisa diterapkan pada pertanian bawang merah di wilayah selatan bisa direplikasi di wilayah lainya.
Bupati Bantul, Abdul Halim muslih mengungkapkan sektor pertanian terus dikembangkan melalu konsep Agriculture Electrifying berperan penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian.
Dia menyebut di wilayah Bantul yang dipakai untuk pemanfaatan pertanian komoditas bawang merah memiliki ruang tersendiri. “Komoditas pertanian bawang merah di Kabupaten Bantul mencapai 1.360 hektare atau mencapai 10 persen dari total lahan secara keseluruhan,” ujar Halim.
Komoditas bawang merah sendiri merupakan salah satu komoditas lumbung pangan nasional. Modernisasi pertanian melalui agriculture electriying disebutnya bersesuaian dengan visi gubernur DIY yang didukung oleh berbagai pihak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Warga Padukuhan Petung Bangunjiwo Kabupaten Bantul mengalami krisis air bersih sepanjang bulan Agustus.
Simak daftar lengkap jalur Trans Jogja aktif beserta tarif terbaru dan sistem pembayaran nontunai di Yogyakarta.
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa
Simak jadwal lengkap KA Bandara YIA 13 Mei 2026. Kereta beroperasi sejak dini hari hingga malam untuk mendukung mobilitas penumpang.
Daftar lengkap lokasi pemadaman listrik sementara di Yogyakarta, Sleman, Sedayu, dan Gunungkidul pada Rabu, 13 Mei 2026. Cek jadwal pemeliharaan jaringan PLN di
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan sebaliknya Rabu 13 Mei 2026 berdasarkan data resmi KAI Access.