Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis 18 September 2026, Tarif Rp12.000
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Jumat 18 September 2026 melayani rute PP dengan tarif Rp12.000. Cek jam keberangkatan dari Malioboro dan Pantai Parangtri
Sejumlah pemeran dan produser film Cireng dan Anak Singkong berfoto di sela-sela nonton bersama, Kamis (24/8/2023). /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Film bertajuk Cinta Dicontreng atau Cireng dan Anak Singkong secara resmi diluncurkan oleh Balai Teknologi dan Komunikasi Pendidikan DIY, Kamis (24/8/2023). Film yang melibatkan sejumlah seniman lokal itu diharapkan dapat mengedukasi para pelajar di DIY.
Film Cinta Dicontreng atau Cireng dibintangi oleh Briliana Desy Arfira atau lebih dikenal dengan Yu Ning di film Tilik. Film ini menceritakan tentang pengurus osis mengadakan seleksi calon peserta lomba, setelah mendapatkan nama, ternyata mengundurkan diri alasan sakit. Kemudian terjadi perdebatan untuk menentukan nama pengganti. Ketua OSIS menyelidiki hingga menemukan fakta siswa yang mengusulkan untuk mengganti peserta menyuap calon peserta dengan peralatan vlog agar dirinya mundur.
BACA JUGA : Talk to Me Tayang Besok di Bioskop, Film Horor Klenik di Era Media Sosial
Adapun film Anak Singkong dibintangi oleh Susilo Nugroho atau Den Baguse Ngarso. Menceritakan sosok Cendani seorang anak yatim bersekolah di SMA Negeri. Ia tinggal bersama Ibunya yang sudah tua, untuk memenuhi segala kebutuhan mereka bergantung dari hasil berjualan makanan dari bahan dasar singkong. Berawal dari tugas sekolah dan dukungan juragan singkong, Cendani membuat olahan singkong lebih inovatif dan kreatif agar dapat menembus pasar yang lebih luas.
“Kedua film ini mengandung pesan untuk pelajar di DIY, Cireng ini mengajarkan bagaimana proses berdemokrasi, bermusyawarah. Kalau Anak Singkong pesan tentang pelajar yang memiliki jiwa kewirausahaan,” kata Kepala Balai Tekkomdik DIY Rudy Prakanto.
Rudy mendorong agar semua sekolah terutama jenjang SMA agar menonton kedua film tersebut. Selain diunggah di Youtube, film tersebut akan ditayangkan di semua sekolah dengan harapan pesan bisa langsung dipahami para pelajar DIY.
“Film ini pembuatannya melibatkan para pelajar yang memiliki potensi dalam berakting. Tahun ini kami memproduksi lima film, tiga masih dalam proses, itu juga akan ditontonkan ke sekolah tetapi sifatnya mandiri. Nilainya tentu edukasi dan penanaman karakter,” ujarnya.
Yu Ning mengaku senang bisa bermain film dengan para pelajar Jogja. Dalam prosesnya memang banyak pelajar yang masih kaku, akan tetapi setelah mereka sedikit berlatih dan hasilnya justru lebih natural.
BACA JUGA : 6 Film Budaya tentang Jogja Diluncurkan Perdana di Bioskop
“Itu reading-nya [gladi bersih semura urutan film] hanya digelar sekali saja. Saya sempat ragu, ini hanya digelar sekali. Tetapi setelah melihat hasilnya sangat menarik,” ujarnya.
Adapun Den Baguse Ngarso lebih menaruh harapan agar film tersebut bisa dilihat semua pelajar di DIY. Karena memuat pesan yang cocok menjadi penanaman karakter usia pelajar. “Mak saya sepakat ketika semua sekolah ini sebaiknya nonton film ini,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Jumat 18 September 2026 melayani rute PP dengan tarif Rp12.000. Cek jam keberangkatan dari Malioboro dan Pantai Parangtri
Veda Ega Pratama melesat dari P19 ke P4 di Moto3 Austria 2026 sebelum terkena double Long Lap Penalty dan finis P13.
NTP nasional mencapai rekor 129,19 pada Agustus 2026, naik 1,05% dari Juli. Pemerintah juga menekan biaya pupuk dan menjamin harga gabah.
PLN mendapat penugasan mengembangkan WKP Ungaran hingga 55 MW. Proyek masih dalam tahap studi dengan kajian lingkungan dan sosial.
MRS 2026 putaran empat menjadi uji coba perangkat elektronik Sirkuit Mandalika sekaligus menjaga grip lintasan menjelang MotoGP Indonesia 2026.
AJI Yogyakarta mendesak perusahaan media memperkuat SOP keselamatan jurnalis, termasuk pelatihan, APD, mitigasi, komunikasi, dan evakuasi.