Ahmad Luthfi Tegaskan Pembukaan MTQ Nasional di Jateng Tak Eksklusif
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memastikan masyarakat dapat menyaksikan secara langsung pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026
Penjabat Wali Kota Jogja, Singgih Raharjo (tengah berbaju batik) saat menyalurkan bantuan kepada warga penyandang disabilitas, Selasa (29/8/2023). - Harian Jogja/Yosef Leon Pinsker
JOGJA—Pemkot Jogja bersama dengan Baznas Kota Jogja menyalurkan bantuan kepada warga difabel di Kampung Pajeksan, Kelurahan Sosromenduran, Kemantren Gedongtengen. Bantuan diberikan agar penyandang disabilitas mampu meningkatkan kapasitas usaha mereka dalam memenuhi kebutuhan ekonomi. Bantuan yang diberikan berupa modal usaha Rp500.000, gerobak jualan serta paket sembako.
Penjabat Wali Kota Jogja, Singgih Raharjo mengatakan bantuan itu merupakan upaya untuk memberdayakan difabel dan masyarakat yang membutuhkan. Sebelumnya, warga yang menerima bantuan itu berjualan dengan peralatan seadanya, sehingga membutuhkan peralatan baru untuk kelancaran usahanya. "Karena sebelumnya peralatannya sangat minim dan belum mendukung, maka kami berikan gerobak serta perlengkapannya seperti payung, kompor, dan lainnya. Kami juga memberikan modal usaha sehingga nanti penerima bantuan tinggal melengkapi bahan dan siap berjualan," kata Singgih saat ditemui, Selasa (29/8/2023).
Menurut Singgih, bantuan yang diberikan merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan warga. Terlebih kepada para penyandang difabel dan masyarakat pra sejahtera yang masih semangat dalam berkarya di tengah keterbatasan. "Semoga bantuan ini bisa bermanfaat untuk berkarya lebih baik lagi serta memberikan rezeki kepada keluarga dan menjadi berkah," ujarnya.
BACA JUGA: MK Membolehkan Kampanye di Sekolah, Dewan Pendidikan DIY: Perlu Aturan Jelas
Salah seorang difabel yang menerima bantuan, Roni Hendramawan mengaku bersyukur atas perhatian Pemkot Jogja dan Baznas. Dia berharap bantuan itu bisa bermanfaat untuk menjalankan usaha kuliner yang dia rintis. "Dulu saya berjual ikan dan sekarang mencoba usaha kuliner karena segmennya lebih luas," katanya.
Roni merupakan penyintas polio yang sebelumnya berjualan ikan hias. Doa berjualan dengan sepeda motornya dan biasa mangkal di sejumlah sekolah SD di seputaran Kauman dan Lempuyangan dengan pendapatan Rp80.000-Rp100.000 per hari. “Penghasilan tidak menentu, yang penting bisa ditabung untuk kebutuhan sehari-hari," ujarnya.
Saat Baznas Kota Jogja menawarkan bantuan kepada pelaku usaha kecil di wilayahnya, ia mengajukan diri untuk menjadi penerima. Roni mengaku mau mengganti model usaha agar pendapatan yang dihasilkan lebih mencukupi. Dia beralih ke sektor kuliner dengan berjualan ayam dan tahu krispi, serta pangsit goreng. (BC)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memastikan masyarakat dapat menyaksikan secara langsung pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026
KTT BRICS ke-18 di India mempertemukan 11 negara anggota di tengah konflik AS-Iran dan Rusia-Ukraina yang berdampak pada ekonomi global.
Sekolah di Jogja memperkuat literasi, numerasi, dan STEM berbasis PISA untuk meningkatkan daya kritis, kreativitas, dan kemampuan siswa.
Tim SAR mengerahkan helikopter HR-3604 untuk memperluas pencarian delapan jurnalis dan awak kapal yang hilang di Selat Sunda.
Empat pria bertopeng membakar Warung Mi dan Babi Tepi Sawah di Sukoharjo setelah mengancam penjaga malam dengan senjata tajam.
Harga Pertalite dan Biosolar dipastikan tidak naik hingga akhir 2026. Pemerintah menjaga harga BBM subsidi demi daya beli masyarakat.