Disabilitas Kulonprogo Didorong Mandiri lewat Bantuan InJourney

Khairul Ma\'arif
Khairul Ma\'arif Rabu, 09 September 2026 08:57 WIB
Disabilitas Kulonprogo Didorong Mandiri lewat Bantuan InJourney

Dua kelompok disabilitas di Kulonprogo mendapat bantuan peralatan serta pendampingan pelatihan untuk menopang keahlian dalam membatik sehingga dapat menunjang kemandirian dalam perekonomian yang inklusif./Istimewa

Harianjogja.com, KULONPROGO— Dua kelompok disabilitas di Kabupaten Kulonprogo mendapat dukungan materiil dan immateriil untuk memperkuat kemandirian. Bantuan tersebut diberikan kepada Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PDDI) dan kelompok Disabilitas Ceria dari Kalurahan Janten, Temon.

Dukungan diberikan InJourney Airports melalui Kantor Regional IV bersama Bandara YIA sebagai bagian dari tanggung jawab sosial dan lingkungan. Program tersebut sekaligus menjadi bentuk komitmen untuk menciptakan lingkungan yang inklusif dan ramah bagi penyandang disabilitas.

Bantuan yang diberikan tidak hanya berupa fasilitas, tetapi juga pelatihan dan pemberdayaan agar penerima manfaat memiliki kesempatan untuk mengembangkan kapasitas serta kegiatan produktif.

PDDI Kulonprogo Dapat Dukungan Fasilitas

Untuk PDDI Kulonprogo, bantuan diarahkan untuk mendukung fasilitas dan aktivitas organisasi dalam menjalankan program pendidikan, advokasi, serta penguatan kapasitas penyandang disabilitas.

Regional CEO Kantor Regional IV PT Angkasa Pura Indonesia, Rahadian Yogisworo, mengatakan dukungan tersebut mencakup berbagai perangkat yang menunjang aktivitas organisasi.

"Dukungan tersebut mencakup perangkat kerja seperti komputer, printer, meja, kursi, dan lemari dokumen serta proyektor dan pengeras suara. Termasuk dilakukan penguatan kapasitas penyandang disabilitas melalui sosialisasi penanggulangan bencana yang inklusif serta pelatihan literasi digital," ujar Rahadian kepada wartawan, Senin (7/9/2026).

Dengan dukungan tersebut, aktivitas organisasi PDDI Kulonprogo diharapkan dapat berjalan lebih optimal. Selain fasilitas kerja, penguatan kapasitas juga diberikan melalui sosialisasi dan pelatihan.

Disabilitas Ceria Didorong Kembangkan Usaha Batik

Sementara itu, dukungan kepada kelompok Disabilitas Ceria diarahkan pada penguatan kemandirian ekonomi. Salah satunya melalui pengembangan usaha kriya batik Ceria yang dijalankan oleh 22 penyandang disabilitas di Kalurahan Janten, Temon.

Dukungan tersebut berupa pelatihan teknik membatik untuk meningkatkan kualitas motif dan pewarnaan. Kelompok tersebut juga mendapatkan sarana produksi seperti kompor batik dan bahan baku serta fasilitas pendukung lainnya.

Selain pengembangan usaha, bantuan juga mencakup alat bantu mobilitas bagi penyandang disabilitas. Bantuan tersebut berupa kursi roda dan tongkat jalan.

Dukungan kesehatan juga diberikan melalui pemeriksaan kesehatan berkala melalui Posbindu disabilitas yang bekerja sama dengan Puskesmas Temon II.

InJourney Dorong Lingkungan Inklusif

Rahadian mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya InJourney Airports memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.

"Kami berkomitmen tidak hanya menghadirkan layanan kebandarudaraan yang aman, nyaman dan berkualitas tetapi juga memberikan manfaat dan nilai tambah bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional kami. Lingkungan ramah difabel bukan hanya soal fasilitas tetapi juga soal kesempatan, kesetaraan dan penghormatan terhadap hak potensi tiap individu," ucap Rahadian.

Menurut Rahadian, kebermanfaatan program tidak hanya terletak pada bantuan yang diberikan. Hal yang tidak kalah penting adalah kesempatan bagi penerima manfaat untuk terus tumbuh, berkembang, dan membangun kemandirian.

InJourney Airports pun mendorong terciptanya lingkungan yang semakin inklusif, baik melalui dukungan fasilitas maupun pembukaan kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk mengembangkan kapasitas, keterampilan, dan kegiatan produktif.

"Kami menyadari bahwa bantuan yang diberikan belum dapat menjawab seluruh kebutuhan yang ada. Namun, kami berharap dukungan ini dapat menjadi bentuk kepedulian dan dukungan nyata sekaligus menjadi penyemangat bagi teman-teman penyandang disabilitas untuk terus berkarya, berkembang, dan berkontribusi bagi masyarakat," tambahnya.

Panewu Temon Apresiasi Dukungan

Panewu Temon, Rusdi Suwarno, mengungkapkan bantuan terhadap Disabilitas Ceria salah satunya merupakan bentuk nyata pengakuan dan kehadiran perusahaan di tengah masyarakat.

Menurutnya, pengakuan, kepedulian, serta kesempatan bagi teman-teman difabel di Kulonprogo menjadi bagian penting agar mereka dapat terus berkarya.

"Pada dasarnya, teman-teman difabel adalah pribadi-pribadi yang istimewa. Sepanjang pelatihan, mereka membuktikan ketelitian, kreativitas, dan antusiasme yang luar biasa," jelasnya.

Program tersebut diharapkan dapat memberikan dukungan nyata bagi dua kelompok disabilitas di Kulonprogo. Bantuan fasilitas, pelatihan, pengembangan keterampilan, dukungan mobilitas, hingga pemeriksaan kesehatan menjadi bagian dari upaya menopang kemandirian penyandang disabilitas.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online