Bandara YIA Batalkan 9 Penerbangan Imbas Erupsi Anak Krakatau
Bandara YIA membatalkan 9 penerbangan dan menunda 1 penerbangan akibat dampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.
Sejumlah siswa SD melihat aktivitas penerbangan di bandara YIA./Istimewa-Dokumen YIA
Harianjogja.com, KULONPROGO— Operasional Bandara YIA kini kembali normal setelah sebelumnya melakukan penyesuaian jadwal hingga pembatalan sejumlah penerbangan akibat dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.
Penyesuaian penerbangan terjadi pada Minggu (6/9/2026) dan Senin (7/9/2026) sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan layanan kebandarudaraan.
Mulai Selasa (8/9/2026), jadwal penerbangan di Bandara YIA kembali normal. Tidak terdapat penumpukan penumpang akibat penundaan penerbangan yang terjadi pada hari sebelumnya.
Penerbangan YIA-CGK Kembali Sesuai Jadwal
General Manager Bandara YIA Muhammad Thamrin mengatakan penerbangan di YIA hingga Selasa pagi berjalan normal seperti biasa.
Menurut dia, tidak terjadi penumpukan penumpang di bandara. Penerbangan rute YIA-Soekarno Hatta, Cengkareng (CGK), maupun penerbangan sebaliknya juga berjalan sesuai jadwal sejak pagi.
Beberapa di antaranya yakni Citilink yang berangkat menuju CGK pada pukul 06.05 WIB dan Batik Air yang tiba dari CGK pada pukul 07.10 WIB.
"Untuk jumlah penerbangan hari ini direncanakan ada 68 pergerakan pesawat dengan operasional YIA masih normal di jam 06.00 WIB sampai 21.00 WIB namun siap dioperasikan 24 jam jika terdapat kondisi atau kebutuhan untuk penerbangan yang terdampak abu vulkanis," katanya kepada wartawan, Selasa (8/9/2026).
Puluhan Penerbangan Sempat Dibatalkan
Thamrin menjelaskan pada Minggu (6/9/2026), terdapat 14 penerbangan datang dan 16 penerbangan berangkat dengan rute CGK yang mengalami pembatalan.
Kemudian pada Senin (7/9/2026), hingga pukul 10.40 WIB tercatat tujuh penerbangan datang dan delapan penerbangan berangkat rute CGK mengalami pembatalan.
Thamrin menyadari kondisi tersebut menimbulkan ketidaknyamanan bagi pengguna jasa bandara. Namun, keselamatan dan keamanan penerbangan menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan operasional di Bandara YIA.
YIA Tidak Terdampak Langsung Abu Vulkanik
Menurut Thamrin, berdasarkan pemantauan di area bandara hingga saat ini, Bandara YIA tidak terdampak langsung oleh sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Meski demikian, pihak bandara terus melakukan koordinasi secara intensif dengan maskapai penerbangan, BMKG, dan AirNav Indonesia.
Koordinasi tersebut dilakukan untuk memantau pergerakan abu vulkanis secara berkala.
"Berdasarkan pemantauan di area bandara hingga saat ini, pihak YIA tidak terdampak langsung oleh sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau tetapi kami terus berkoordinasi secara intensif dengan maskapai penerbangan, BMKG, AirNav Indonesia untuk memantau pergerakan abu secara berkala," lanjut Thmarin.
Penumpang Diminta Cek Status Penerbangan
Manajemen Bandara YIA mengimbau seluruh penumpang untuk tetap tenang dan proaktif memeriksa status penerbangan terbaru melalui kanal resmi maskapai masing-masing sebelum berangkat ke bandara.
Selama terjadi pembatalan atau perubahan jadwal penerbangan pada hari sebelumnya, Bandara YIA juga memberikan Service Recovery Activation kepada para penumpang yang terdampak.
Layanan tersebut diberikan dengan menyediakan makanan dan minuman ringan bagi penumpang terdampak.
"Ini komitmen kami untuk terus memberikan pelayanan optimal serta memastikan seluruh fasilitas bandara tetap aman, nyaman dan siap melayani penumpang di tengah situasi bencana alam," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bandara YIA membatalkan 9 penerbangan dan menunda 1 penerbangan akibat dampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau.
Aldila Sutjiadi dan Erin Routliffe terhenti di perempat final US Open 2026 setelah kalah dari Ashlyn Krueger/Robin Montgomery.
Kondisi 5 gunung api status siaga hari ini, 9 September 2026, dari Anak Krakatau, Lewotobi Laki-laki, Merapi, Semeru hingga Sinabung.
Qasem Basir, rudal Iran yang dilaporkan digunakan menyerang kapal AS di Selat Hormuz, masih menunggu verifikasi independen.
Pakar UMY Rahmawati Husein mendukung optimalisasi PFB untuk memperkuat kesiapsiagaan dan mitigasi risiko bencana di Indonesia.
Operasional YIA kembali normal setelah erupsi Anak Krakatau sempat memicu penyesuaian hingga pembatalan penerbangan pada 6-7 September 2026.