Pariwisata Jogja Terdampak Erupsi Anak Krakatau, 10% Wisman Tunda Kunjungan

Anisatul Umah
Anisatul Umah Rabu, 09 September 2026 09:17 WIB
Pariwisata Jogja Terdampak Erupsi Anak Krakatau, 10% Wisman Tunda Kunjungan

Wisatawan asing melintas di lereng Gunung Merapi wilayah Kaliadem, Cangkringan, Sleman. /Harian Jogja

Harianjogja.com, JOGJA— Erupsi Anak Krakatau turut berdampak pada kegiatan pariwisata di DIY. Gangguan penerbangan membuat sekitar 5%-10% wisatawan mancanegara (Wisman) menunda hingga membatalkan kunjungan ke Jogja.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Deddy Pranowo Eryono mengatakan dampak abu vulkanik dari erupsi Anak Krakatau beberapa waktu lalu terutama terasa pada sektor transportasi udara.

Menurut Deddy, berdasarkan data dari anggota PHRI DIY, wisatawan mancanegara yang menunda maupun membatalkan kunjungan berada di kisaran 5%-10%. Data tersebut masih dihimpun secara riil dari anggota PHRI DIY.

"Abu vulkanik Krakatau yang lalu tentunya berdampak bagi kita terutama yang transportasi udara, Wisman yang akan ke Jogja ada yang menunda dan cancel bekisar 5%-10% kita baru data riil ke anggota masalah ini," ujarnya, Rabu (9/9/2026).

September Jadi Periode Low Season

Deddy menjelaskan kondisi tersebut terjadi pada September yang memang merupakan bulan low season kunjungan wisata. Okupansi hotel di DIY per 7 September 2026 tercatat berada pada kisaran 5%-25%.

Meski terdapat wisatawan yang membatalkan perjalanan, Deddy menyebut sebagian wisatawan lainnya justru memperpanjang lama tinggal di DIY. Namun, jumlah wisatawan yang memperpanjang masa tinggal tersebut tidak banyak.

Mereka memilih tetap berada di DIY karena destinasi perjalanan selanjutnya dapat ditempuh menggunakan transportasi darat.

Untuk mengantisipasi dampak gangguan penerbangan, PHRI DIY berupaya membidik pasar domestik. Selain itu, pasar wisatawan mancanegara dari daerah lain yang masih dapat menggunakan transportasi darat juga menjadi sasaran.

PHRI DIY juga menyiapkan penawaran harga khusus untuk menarik wisatawan. Fasilitas tambahan seperti makan siang dan makan malam turut diberikan dalam upaya tersebut.

Pemda DIY Diminta Gencarkan Promosi

Deddy berharap pemerintah daerah (Pemda) DIY tetap melakukan promosi pariwisata melalui berbagai cara. Informasi mengenai kondisi DIY juga dinilai penting untuk disampaikan kepada calon wisatawan.

Menurutnya, masyarakat perlu mendapatkan informasi bahwa DIY tetap aman dan nyaman untuk dikunjungi. Deddy juga mengaku bersyukur Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) kembali beroperasi.

"Dan berharap tidak ada lagi letusan gunung yang mengganggu pariwisata," lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY, Bobby Ardiyanto Setyo Aji, mengatakan gangguan penerbangan akibat erupsi Anak Krakatau berdampak terhadap penerbangan internasional maupun domestik.

Dampak tersebut terutama dirasakan pada penerbangan yang menuju atau berasal dari Cengkareng. Kondisi ini membuat sejumlah wisatawan harus mengubah jadwal perjalanan, mengalihkan rute, atau bahkan membatalkan penerbangan.

Transportasi Darat Jadi Alternatif

Bobby menyebut sebagian wisatawan masih dapat melakukan perjalanan dengan mengalihkan moda transportasi. Kereta, bus, dan travel menjadi alternatif bagi wisatawan yang terdampak gangguan penerbangan.

"Sejauh ini memang cukup lumayan meskipun banyak juga yang dialihkan menggunakan moda transportasi kereta, bus dan travel," ujarnya.

Menurut Bobby, durasi gangguan penerbangan menjadi faktor penting terhadap besarnya dampak bagi industri pariwisata. Jika gangguan berlangsung lama, kerugian yang dialami pelaku pariwisata berpotensi semakin besar.

Pembatalan perjalanan, perubahan jadwal, hingga pengalihan rute penerbangan dapat memberikan dampak terhadap pelaku usaha pariwisata. Biaya perjalanan wisatawan juga berpotensi meningkat karena mereka harus menggunakan jalur atau moda transportasi alternatif.

Informasi Penerbangan Perlu Diperbarui

Bobby menjelaskan salah satu langkah antisipasi yang perlu dilakukan adalah memastikan informasi terbaru mengenai penerbangan disampaikan secara rutin. Informasi tersebut dapat diberikan melalui kanal resmi pemerintah sehingga masyarakat mengetahui kondisi penerbangan terkini.

Selain penyampaian informasi, penguatan moda transportasi cadangan juga dinilai penting. Transportasi alternatif dapat menjadi pilihan perjalanan apabila penerbangan kembali mengalami gangguan.

"Kemudian menguatkan moda-moda transportasi backup dan alternative sehingga menjadi pilihan perjalanan yang lebih safe tanpa terganggu aktivitas Anak Gunung Krakatau," lanjutnya.

Dengan kondisi penerbangan yang sempat terganggu, pelaku industri pariwisata DIY mengandalkan pasar domestik, wisatawan dari daerah lain yang dapat menjangkau DIY melalui jalur darat, serta berbagai strategi promosi dan penawaran untuk menjaga aktivitas pariwisata.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online