PCA Ngampilan Gelar Milad Aisyiyah ke-109, Ini Dakwah Kemanusiaannya
Milad Aisyiyah ke-109 di Jogja dihadiri 500 peserta. Tekankan dakwah kemanusiaan, UMKM, dan penguatan sosial perempuan.
Suasana sosialisasi Program Beasiswa Pendidikan Menengah di Balai Kalurahan Baleharjo, Wonosari. Rabu (30/8/2023)./Harian Jogja-David Kurniawan
JOGJA—Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY terus menyosialisasikan Program Beasiswa Pendidikan Menengah dari Pemerintah DIY. Kali ini, sosialisasi diselenggarakan di Balai Kalurahan Baleharjo, Kapanewon Wonosari, Rabu (30/8/2023).
Acara yang dihadiri puluhan ibu dari wilayah sekitar itu menghadirkan anggota Komisi D DPRD DIY, Imam Taufik sebagai narasumber.
Kepala Seksi SMA Disdikpora DIY, Supartini mengatakan Sosialisasi Beasiswa Pendidikan Menengah tidak hanya menyasar ke sejumlah sekolah, tetapi juga dilakukan ke masyarakat secara langsung.
Di tahun ini total ada 15 kali sosialisasi yang dilaksanakan di seluruh wilayah DIY. Pada Rabu, sosialisasi diselenggarakan di Balai Kalurahan Baleharjo dengan menghadirkan ibu-ibu dari warga sekitar. “Acara berjalan dengan lancar dan semoga para peserta bisa tahu tentang program beasiswa yang dimiliki Pemda DIY,” kata Supartini saat ditemui di sela-sela acara, Rabu.
Dia menjelaskan, total alokasi anggaran beasiswa pendidikan menengah di tahun ini sebesar Rp21,7 miliar. Pagu ini dialokasikan untuk beasiswa bagi 14.500 siswa SMA dan SMK di DIY. “Ada tiga jenis beasiswa yang diberikan,” katanya.
Supartini menerangkan, beasiswa pertama kartu cerdas. Para siswa mendapat bantuan sebesar Rp1,5 juta per tahun. Dana ini digunakan untuk mendukung kebutuhan siswa, seperti membeli keperluan alat sekolah dan sebagainya.
BACA JUGA: UMY Beri Beasiswa Rp6 Miliar Kepada Mahasiswa Kedokteran
Beasiswa kedua berupa Jaminan Kelangsungan Pendidikan menyasar alumni SMA/SMK yang masih memiliki tunggakan biaya administrasi di sekolah. “Misalnya mereka belum membayar SPP atau biaya pendidikan sekolah, sampai akhirnya mereka lulus. Nominal bantuan pada program ini beragam tergantung tagihan, paling banyak mencapai Rp4 juta,” kata Supartini.
Untuk beasiswa ketiga yakni Beasiswa Retrieval yang diperuntukkan bagi siswa SMA/SMK yang drop out; lulus SMP/MTs tetapi tidak bisa melanjutkan dengan nominal bantuan sebesar Rp3 juta per anak per tahun. “Untuk sosialisasi ke masyarakat, kami juga menggandeng anggota DPRD DIY,” katanya.
Anggota Komisi D DPRD DIY, Imam Taufik mendukung penuh program beasiswa yang dilaksanakan oleh Pemda DIY. Diharapkan dengan sosialisasi ini, maka masyarakat bisa mengerti dan dapat mengakses program beasiswa yang dimiliki Pemda DIY. “Yang hadir kebanyakan Ibu-Ibu. Bukan masalah, mungkin waktu mereka lebih luang. Yang terpenting program beasiswa ini dapat tersampaikan ke masyarakat dengan baik,” katanya.
Imam menegaskan, sebagai wakil rakyat jajarannya akan terus berupaya mempertahankan program beasiswa untuk tetap dijalankan di tahun-tahun berikutnya. “Ada informasi kalau alokasinya akan dikurangi di tahun depan, kami akan berjuang. Kalau tidak bisa ditambah, minimal alokasinya sama dengan yang diberikan di 2023 karena program ini termasuk strategis guna meningkatkan mutu pendidikan,” katanya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Milad Aisyiyah ke-109 di Jogja dihadiri 500 peserta. Tekankan dakwah kemanusiaan, UMKM, dan penguatan sosial perempuan.
KPK mendalami dugaan aliran uang kepada Bupati Tulungagung nonaktif Gatut Sunu Wibowo lewat pemeriksaan sembilan saksi.
Anwar Ibrahim mendesak Israel segera membebaskan aktivis Global Sumud Flotilla yang ditahan saat membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Polresta Sleman kembali membuka peluang restorative justice dalam kasus Shinta Komala terkait dugaan penggelapan iPhone 14.
Kasus kekerasan seksual santri di Lombok Tengah mengungkap penggunaan aplikasi khusus gay oleh tersangka berinisial YMA.
Transformasi ekonomi DIY dinilai tak bisa dipisahkan dari budaya lokal yang menjadi fondasi pengembangan ekonomi kreatif Yogyakarta.