Pengusaha Baju Muslim di Bantul Raup Omzet Rp1 Miliar dalam Sebulan
Pada April tahun ini, omzet usahanya bahkan menembus Rp1 miliar dalam satu bulan, sementara omzet rata-rata bulanannya mencapai puluhan hingga ratusan juta
Perwakilan dari Hoshizora Foundation saat beraudiensi dengan Harian Jogja dan diterima oleh General Manajer Pemasaran Harian Jogja, Sri Pujiningsih (kanan)./ Harian Jogja- Ujang Hasanudin
Harianjogja.com, JOGJA—Hoshizora Foundation bakal menggelar Festival Seni Anak (Children Art Festival) pada 2-10 Desember 2023 mendatang. Festival untuk mengakomodasi bakat seni anak-anak ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Hoshizora ke-17.
Hoshizora merupakan organisasi nirlaba yang konsen membantu anak-anak Indonesia mendapatkan pendidikan berkualitas lewat bantuan berkonsep ekosistem, termasuk beasiswa pendidikan, pelatihan guru, dan pendampinagn orang tua. Sejak berdiri pada 2006 Hoshizora telah menaungi lebih dari 2.200 adik bintang atau penerima dana pendidikan berkat dukungan dari 860 kakak bintang atau donatur.
Head Communication Hoshizora, Lisa Andriani mengatakan melalui berbagai kegiatan pengembangan kapasitas di Hoshizora Foundation, banyak penerima manfaat yang semakin termotivasi untuk mengembangkan bakatnya. Salah satunya di bidang seni. Karena itu pihaknya ingin membuat wadah bagi mereka untuk menunjukan bakatnya kepada publik dan meningkatkan dukungan terhadap bakat mereka.
“Karena itu di ulang tahun kami ke-17 akan dimeriahkan dengan puncak acara Children Art Festival dengan judul The Dreamcatchers. Ada dua agenda utama, yakni pameran karya seni dan pertunjukan teater amal,” katanya, saat beraudiensi ke Harian Jogja, Rabun (6/9/2023). Turut mendampingi dari Public Relation Hoshizora, Devi Aulia Oktaviona dan Farahiah Almas Madarina.
BACA JUGA: Meriah! Ratusan Orang Ikuti Festival Kirab Songsong Panca Adi Manunggal
Lisa menjelaskan kesenian yang ditampilkan di antaranya disesuaikan dengan bakat anak masing-masing muali dari lukisan, seni musik, dan teater. Kegiatan akan diselenggarakan di berbagai tempat mulai dari Taman Budaya Yogyakarta (TBY), Benteng Vredeburg, dan plataran Monumen Serangan Umum 1 Maret.
Tidak hanya menampilkan bakat seni anak-anak dalam naungan Hoshizora Foundation, namun festival kesenian anak tersebut juga membuka ruang kreasi bagi anak-anak umum di DIY melalui berbagai lomba, di antaranya lomba mewarnai dan tari.
“Dalam festival seni anak ini tidak hanya menampilkan karya dan bakat seni dari anak di Jogja. namun di seluruh Indonesia. Karyanya atau perforrm akan ditampilkan melalui video. Untuk yang offline akan tampil langsung di venue,” ucapnya.
Lebih lanjut Lisa mengatakan konsep acara Festival Seni Anak tersebut berpedoman pada tiga nilai, yakni anak harus bisa membayangkan mau jadi apa mereka di masa depan, kemudian pengembangan kapasitas agar lebih tangguh lewat pendidikan, dan kepedulian kepada sesama yang artinya ketika mereka berhasil harus menyalurkan kebaikan kepada sesama.
Selain festival seni anak, dalam HUT ke-17 ini terdapat 17 kegiatan Hoshizora Foundation. “Tapi festival seni anak ini menjadi grand closing acara,” ucapnya. Ia menyatakan acara terbuka untuk umum.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pada April tahun ini, omzet usahanya bahkan menembus Rp1 miliar dalam satu bulan, sementara omzet rata-rata bulanannya mencapai puluhan hingga ratusan juta
Wonogiri mulai tinggalkan ketergantungan sektor pertanian, kini fokus kembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif untuk dongkrak ekonomi daerah.
Prediksi Bournemouth vs Man City Liga Inggris 2026, laga penentu gelar. The Citizens wajib menang demi menjaga peluang juara.
SPMB Jateng 2026 resmi diluncurkan. Daya tampung SMA/SMK negeri hanya 40 persen, gubernur tegaskan tak ada titip-menitip.
UGM dan KAGAMA berupaya manfaatkan rumah Prof Sardjito untuk kegiatan akademik di tengah isu penjualan aset bersejarah.
Kasus penembakan pemuda di Candisari Semarang terungkap. Polisi beberkan kronologi, motif pelaku, hingga peluang restorative justice.