Jangan Asal Bunyikan Klakson, Ini 5 Etika yang Wajib Diketahui
Klakson bukan alat untuk melampiaskan emosi. Simak lima etika membunyikan klakson agar berkendara lebih aman, nyaman, dan tidak memicu konflik.
Operasi Pasar Disperindag DIY di Pasar Sentul, Jumat (1/9/2023)./Harian Jogja-Stefani Yulindriani
Harianjogja.com, SLEMAN—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman akan menggelar operasi pasar dan pasar murah di 17 kapanewon di wilayahnya, mulai 25 September hingga 6 Oktober 2023.
Pada pasar murah tersebut, beras akan dijual dibawah harga pasar yakni dibawah Rp10.000 perkilogram.
BACA JUGA: Datangi Pemkab, MPS Tuntut Pemecatan Jogoboyo Sidorejo Godean
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengatakan, operasi pasar dan pasar murah yang digelar pihaknya bekerja sama dengan Perum Bulog Kanwil DIY itu dilakukan untuk pengendalian inflasi daerah terhadap komoditas pangan. Selain itu untuk menjamin pasokan komoditas pangan dan penyerapan produksi komoditas pangan di Kabupaten Sleman.
"Nantinya, tidak hanya beras saja yang akan dijual dalam pasar murah tersebut. Ada komoditas pangan pokok lainnya," kata Kustini, Rabu (13/9/2023).
Sementara Kepala Bulog Kanwil DIY, Ali Ahmad Najih Amsari mengatakan pada pasar murah, beras tidak akan dijual dengan harga yang sama di pasaran. Jika saat ini beras di pasaran mencapai Rp12.500 per kilogram, maka saat pasar murah akan dijual dibawah Rp10.000 per kilogram.
"Kita jual Rp9.950 per kilogram. Jadi Rp51.000 per lima kilogram. Jadi ada biaya distribusi. Kalau digudang kita harga Rp9.950 per kilogram," katanya.
Lebih lanjut, Ali mengungkapkan jika ketersediaan beras untuk DIY saat ini cukup sampai Desember 2023. Ketersediaan itu tidak hanya untuk operasi pasar dan pasar murah, akan tetapi juga untuk bantuan pangan. "Nanti akan kami tambah lagi, jika memang membutuhkan," ungkapnya.
Sebelumnya, Kepala Bidang Usaha Perdagangan Disperindag Sleman, Kurnia Astuti,mengatakan, pasar murah digelar untuk masyarakat dengan kuota sebesar 6 ton beras per kapanewon. Selain itu pasar murah juga akan diisi dengan komoditas lainnya seperti telur dan minyak goreng yang juga mengalami peningkatan harga di pasaran.
"Selain itu akan ada pembatasan pembelian, agar terjadi pemerataan. Teknis kami koordinasikan lagi dengan Bulog," ucapnya.
Terpisah Tisa, salah satu pedagang angkringan di Mlati mengaku jika saat ini harga beras mengalami kenaikan. Jika terus mengalami kenaikan, dirinya akan mengurangi porsi nasi kucing yang biasa dijual.
"Tidak ada jalan lain. Kalau naik ya, porsinya saya kurangi. Saya berharap agar harga beras kembali stabil dan turun," harapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Klakson bukan alat untuk melampiaskan emosi. Simak lima etika membunyikan klakson agar berkendara lebih aman, nyaman, dan tidak memicu konflik.
Vonis Ibrahim Arief dalam kasus korupsi Chromebook diperberat menjadi 5 tahun penjara. Ia juga dijatuhi uang pengganti Rp5 miliar.
PT Pegadaian (Persero) berkolaborasi dengan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) meluncurkan Program Merdeka Stunting 2026
Sebanyak 785 lansia di Kulonprogo terindikasi judol dari 3.336 penerima bansos. Dinsos membuka mekanisme sanggahan dan pemutakhiran data.
Kejagung menyita Rp401 miliar dari PT CNI terkait dugaan korupsi tata kelola nikel 2017–2020. Uang dititipkan di RPL Bank Mandiri.
Regol Ayom di sirip Malioboro menyulitkan pengguna kursi roda. Pemda DIY akan mengevaluasi desain portal agar akses difabel tetap tersedia.