Collective Emergency Response Team Malioboro Perkuat Standar Keselamatan
Collective Emergency Response Team (ERT) kawasan Malioboro merayakan HUT ke-81 Kemerdekaan RI melalui kegiatan The 2026 Amazing Safety Race.
Komisioner Bawaslu DIY, Umi Illiyana./Istimewa
JOGJA—Politik uang adalah masalah laten dalam Pemilu. Cara mengatasinya memang tak mudah tetapi bisa dilakukan dari sekarang dengan menguatkan pendidikan politik.
Bagi Komisioner Bawaslu DIY, Umi Illiyina, pendidikan politik DIY sudah cukup berkembang. Salah satu yang membanggakan dari berkembangnya pendidikan politik di masyarakat DIY adalah munculnya inisiatif menggalakan Desa Anti Politik Uang.
Bahkan, beberapa kalurahan di DIY sudah memiliki peraturan khusus untuk mencegah politik uang di wilayahnya. “Inisasi peraturan kalurahan anti politik uang ini bukti pendidikan politik berkembang dengan baik di DIY,” kata Umi, Jumat (8/9/2023).
Kebijakan kalurahan antipolitik uang menandai kesadaran masyarakat DIY yang mulai tumbuh dengan baik. “Mereka paham betul politik uang ini tidak baik, pemahaman itu tentu dibangun dari pendidikan politik yang hadir dalam keseharian,” tuturnya.
Meskipun baru tiga kalurahan dimana dua di Sleman dan satu di Bantul, lanjut Umi, sudah banyak kalurahan di DIY yang mendeklarasikan diri sebagai Desa Anti Politik Uang. “Total sudah ada 43 kalurahan, ini bagus dan kami yakin kalurahan lain juga akan mengikuti jejak ini,” ujarnya.
BACA JUGA: Deklarasi Pemilu Damai, Bawaslu DIY Ajak Masyarakat Wujudkan Pemilu Bermartabat
Pendidikan politik, jelas Umi, membangun diskursus konstruktif bagaimana politik harus diejawantahkan dalam keseharian. “Pengejawantaan ini bisa dengan melihat lingkungan sekelilingnya, bagaimana kebijakankebijakan yang hadir dan berdampak ke masyarakat,” paparnya.
Lulusan Magister Hukum Tata Negara Universitas Indonesia ini menilai politik uang mesti digantikan dengan diskursus politik programatik. “Jadi memilih kandidat itu bukan karena amplop tetapi apa program dan kebijakannya jika terpilih, untuk sampai diskursus programatik maka pendidikan politik ini mesti digencarkan,” ucap dia.
Perempuan yang pernah menjadi dosen President University, Jakarta ini menyebut politik programatik juga turut mendorong hasil Pemilu yang berkualitas. “Kalau yang jadi persaingan ini program tentu nanti hasil Pemilu yaitu kandidat yang menang pasti membawa banyak hal baik yang berdampak langsung ke masyarakat, kesejahteraan juga mestinya meningkat,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Collective Emergency Response Team (ERT) kawasan Malioboro merayakan HUT ke-81 Kemerdekaan RI melalui kegiatan The 2026 Amazing Safety Race.
Bruno Fernandes mengaku bangga mencetak hattrick saat Manchester United menang 5-2 atas Ipswich Town di Liga Inggris 2026/2027.
Mau beli HP bekas untuk membuat konten? Simak tips memilih smartphone untuk video, editing, dan live streaming, mulai dari kamera hingga chipset.
Carlos Pena mewaspadai PSIM Jogja pada laga perdana Super League 2026/2027. Persita membawa ambisi setelah membenahi kelemahan musim lalu.
Marc Marquez mengaku sempat melakukan kesalahan besar sebelum akhirnya menjuarai MotoGP Aragon 2026. Simak pengakuan lengkap pebalap Ducati tersebut.
Sinopsis film Siti si Vampir yang dibintangi Satine Zaneta dan Ciccio Manassero. Film horor komedi ini tayang di bioskop Indonesia mulai 22 Oktober 2026.