Jemaah Haji Probolinggo Wafat di Makkah, Sempat Dirawat di ICU
Jemaah haji asal Probolinggo meninggal dunia di Makkah setelah dirawat di ICU akibat gagal napas. Almarhum sempat menunaikan umrah wajib.
Sejumlah nelayan menghitung hasil tangkapan bersama pengepul ikan di Pantai Congot, Kamis (4/10/2018)./Harian Jogja-Uli Febriarni
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kulonprogo akan membangun Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang higienis, ekonomis, bersih, aman dan tertib (TPI HEBAT) dengan bangunan yang berciri khas budaya dan berbasis wisata. Pembangunan TPI tersebut di Pantai Congot.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kulon Progo, Trenggono di Kulonprogo, Minggu (17/9/2023) mengatakan program TPI HEBAT dimulai pada tahun ini di Pantai Congot, Jangkaran.
"TPI HEBAT mempunyai fungsi sebagai tempat pelelangan ikan, tempat pemasaran ikan, tempat pengolahan ikan, kuliner ikan, tempat ibadah, sarana olahraga dan tempat pertemuan nelayan dalam satu kawasan yang berupa bangunan jawa berbentuk joglo dan limasan serta berbasis wisata, karena mampu mendukung destinasi wisata dan diharapkan dapat meningkatkan jumlah wisatawan," kata Trenggono.
Ia mengatakan TPI merupakan salah satu sarana pokok dalam kegiatan pasca penangkapan ikan di laut. Ikan hasil tangkapan dapat dijual dalam satu lokasi yang sama, dengan harga yang lebih kompetitif.
Kabupaten Kulonprogo sendiri sesuai dengan SK Bupati Kulonprogo Nomor 32 Tahun 2008 telah menetapkan empat lokasi TPI, yaitu TPI Congot, TPI Karangwuni, TPI Bugel, dan TPI Trisik.
BACA JUGA: Kulonprogo Kini Punya 38 Titik Parkir dengan Pembayaran Non-Tunai
Namun kondisi Tempat Pelelangan Ikan yang ada di Kabupaten Kulonprogo masih terlihat kumuh, dan rusak karena usia maupun terkena abrasi pantai.
"Untuk itu, kami mengembangkan TPI HEBAT," katanya.
Trenggono mengatakan program besar Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kulonprogo yaitu Gerakan Membangun dengan Semangat Gotong Royong (Gerbang Segoro), terdapat kegiatan TPI HEBAT sebagai salah satu kegiatan pokok untuk meningkatkan pendapatan masyarakat nelayan.
"DKP Kulonprogo juga siap memfasilitasi sarana penangkapan ikan, sarana pengawasan sumber daya perikanan, sarana budidaya ikan maupun sarana pengolah dan pemasaran ikan," katanya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kulonprogo Akhid Nuryatiberpesan kepada masyarakat nelayan dan kelompok pengolah dan pemasar untuk bersiap dalam Pengelolaan TPI HEBAT, apalagi bangunannya terdapat di tempat wisata, maka pengelolaannya juga harus hebat, dengan salah satu kunci adalah memperhatikan tentang kebersihan lokasi. Jangan lagi terlihat kumuh, kotor dan bau.
"Masyarakat harus siap berbenah, ekonomi tetap bergerak, walaupun gelombang tinggi, dengan peningkatan kapasitas nelayan seperti keterampilan perbengkelan motor PMT, ketrampilan menambal atau laminasi perahu," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Jemaah haji asal Probolinggo meninggal dunia di Makkah setelah dirawat di ICU akibat gagal napas. Almarhum sempat menunaikan umrah wajib.
Disdik Sleman temukan banyak sertifikat lomba belum dikurasi Puspresnas. Ini bisa gagalkan jalur prestasi SPMB 2026.
Solusi Bangun Indonesia Cilacap raih GMP Award 2026. Catat nol kecelakaan tambang dan reklamasi 110 hektare lahan.
PSBS Biak vs Arema FC berakhir 2-4 di babak pertama. Trio Brasil tampil ganas, ini jalannya laga dan susunan pemain.
Adhi Karya bagikan susu tiap bulan untuk siswa SDN Nglarang Sleman sebagai dukungan proyek Tol Jogja-Solo.
Trump klaim kesepakatan dagang besar dengan Xi Jinping. China disebut beli 200 pesawat Boeing dan bahas Selat Hormuz.