Libur Lebaran Restoran di Kulonprogo Sempat Penuh, Tak Seramai Tahun Lalu
Sejumlah restoran di Kulonprogo sempat dipenuhi pengunjung saat libur lebaran ini.
Ilustrasi Obesitas/Reuters
Harianjogja.com, JOGJA—Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Jogja menyebut lebih dari separuh pegawai Pemkot Jogja mengidap obesitas (kelebihan berat badan). Dari 1.090 pegawai yang mengikuti deteksi dini penyakit tak menular, sebanyak 578 orang mengidap obesitas sentral.
Data Dinkes tersebut diperoleh pada 2022 lalu, sedangkan deteksi dini tahun ini ke pegawai Pemkot Jogja masih digelar hingga Senin (25/9/2023) mendatang. Rata-rata deteksi dini tersebut per hari diikuti 250 pegawai Pemkot Jogja.
Selain obesitas, Dinkes Jogja juga mencatat hipertensi jadi salah satu masalah kesehatan pegawai Pemkot Jogja. Dari 1.090 pegawai yang mengikuti deteksi dini kesehatan tahun lalu, sebanyak 182 mengidap hipertensi.
BACA JUGA: Obesitas sampai Kanker Jadi Deretan Penyakit Dibalik Konsumsi Mi Instan Terlalu Sering
Sedangkan data terbaru kesehatan pegawai Pemkot Jogja masih menunggu diolah hingga deteksi dini rampung diselenggarakan, Dinkes Jogja menyoroti gaya hidup para pegawai instansi pemerintahan ini yang dinilai kurang sehat.
“Penyebab utamanya sering bermalas-malasan, jarang berolahraga. Lalu juga minim konsumsi buah dan sayur, sehingga obesitas dan hipertensi banyak ditemukan,” Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Dinkes Jogja Iva Kusdyarini, Kamis (21/9/2023).
Iva menyebut dasar obesitas yang ditentukannya untuk mengukur kesehatan pegawai Pemkot adalah lebar lingkar perut. “Obesitas sentral ini berdasarkan lingkar perut bukan berat ideal. Karena kami jumpai obesitas yang dominan ditemui itu di bagian perut yang membuncit,” terangnya.
Kebanyakan pegawai Pemkot Jogja yang memiliki perut buncit, jelas Iva, tak bisa disepelekan. “Harus merubah pola hidup yang lebih sehat, terutama perbanyak olahraga dan konsumsi buah dan sayur,” tuturnya.
Perut buncit para pegawai Pemkot Jogja ini, lanjut Iva, bisa menyebabkan gejala penyakit lain bila tidak ditangani dengan baik. “Bisa berkembang jadi diabetes kalau konsumsi gulanya berlebihan, sehingga untuk mengoptimalkan layanan juga penting menjaga kesehatan,” ujarnya.
Iva menjelaskan kegiatan deteksi dini kesehatan di lingkungan instansi Pemkot Jogja dilakukan agar para pegawai memiliki kesadaran kesehatan yang baik. “Dalam deteksi yang masih berlangsung ini kami gilir tiap OPD, kami minta semuanya melakukan deteksi dini, supaya sadar kesehatan itu penting,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sejumlah restoran di Kulonprogo sempat dipenuhi pengunjung saat libur lebaran ini.
Program kerja sama Cek Kesehatan Gratis antara Gojek dan Kementerian Kesehatan berlangsung sejak Februari hingga Desember 2026, diawali di Palembang dan Bandung
Petugas retribusi Parangtritis dibacok orang tak dikenal. Polisi masih menyelidiki pelaku dan motif penyerangan.
Kasus kebakaran di Sleman capai 56 kejadian. Warga diminta waspada El Nino dan dilarang membakar sampah.
Studi terbaru ungkap larangan orang tua pada teman anak bisa merusak persahabatan dan berdampak pada emosi.
Bareskrim Polri menggerebek THM New Zone Medan, 34 orang diamankan, sebagian positif narkoba. Kasus masih didalami.