Gunungkidul Siapkan Strategi Cegah Gagal Panen Saat Kemarau
DPP Gunungkidul menyiapkan strategi antisipasi gagal panen saat musim kemarau dengan percepatan tanam dan benih padi umur pendek
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Bantul Kwintarto Heru Prabowo./Harian Jogja-uja
Harianjogja.com, BANTUL—Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Bantul, akan menggandeng Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional (Basarnas) dalam memberikan pelatihan dasar teknik penyelamatan terhadap korban kecelakaan air bagi pengelola wisata air daerah ini.
Hal ini tidak lepas dari adanya wisatwan yang tewas tenggelam di destinasi wisata sungai di Bantul, beberapa waktu lalu.
Kepala Dinas Pariwisata Bantul Kwintarto Heru Prabowo di Bantul, Sabtu (23/9/2023), mengatakan, standar keamanan di wisata air baik sungai maupun laut itu harus ada orang yang tahu teknik penyelamatan, kemudian dalam aktivitas di wisata air pengunjung wajib memakai pelampung.
"Kalau penggunaan pelampung itu sebagian besar sudah, yang belum justru malah yang pelatihan pelatihan khusus teknik penyelamatan, sehingga kemarin ketika ketemu dengan teman-teman Basarnas akan ada program secara periodik terutama bagi pengelola wisata air," katanya.
Dia mengatakan, program pelatihan khusus penyelamatan terhadap korban kecelakaan air ini disiapkan karena masih adanya pengelola destinasi yang memanfaatkan sungai di Bantul belum mendapat pelatihan, padahal keahlian tersebut penting untuk menjamin keamanan pengunjung.
"Jadi, bagi pengelola destinasi wisata air yang membutuhkan pelatihan dimohon segera komunikasi, agar nanti bisa diberikan pelatihan oleh Basarnas, prinsipnya kami terbuka untuk semuanya," katanya.
Dia mengatakan, pemerintah daerah termasuk Basarnas akan memberikan satu bentuk dukungan agar pariwisata di Bantul tetap berjalan, jangan sampai karena keteledoran atau kekurangsigapan pengelola dalam memberikan pertolongan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Lebih lanjut dia mengatakan, persentase wisata air yang belum diberikan pelatihan teknik penyelamatan itu sekitar 20 sampai 30 persen, meski demikian pihaknya tidak menyebutkan wisata air tersebut, hanya saja diakui ada yang berada di wilayah utara.
"Ada juga destinasi wisata air di wilayah utara, tapi kami tidak sebutkan di mana. Namun walaupun sudah kita sampaikan imbauan, sebagian dari mereka ada yang belum mendapat pelatihan," katanya.
Dia mengatakan, dalam rapat koordinasi dengan Basarnas, unsur Polairud Polda DIY, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat juga ditekankan bahwa tim penyelamatan di destinasi wisata air ini harus disiapkan petugas khusus.
"Tidak bisa hanya sekadar pengelola, tapi mohon maaf, kalau ilmunya renang saja belum cukup harus ada teknisnya, misalnya di pantai selatan tidak hanya cukup teknis saja, penyelamatan dengan perahu, dengan papan seluncur itu perlu dikuasai," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
DPP Gunungkidul menyiapkan strategi antisipasi gagal panen saat musim kemarau dengan percepatan tanam dan benih padi umur pendek
Tesla resmi menaikkan harga Model Y di AS setelah dua tahun. Simak daftar harga terbaru dan persaingan ketat di pasar mobil listrik.
Perbukitan Menoreh Kulonprogo disiapkan jadi pusat wellness tourism. Sungai Mudal siap, namun akses jalan masih jadi kendala utama.
James Cameron ungkap rencana Avatar 4 dan 5 dengan teknologi baru agar produksi lebih cepat dan biaya lebih efisien.
KKMP Jogja siapkan produksi 65 ribu batik sekolah, dorong UMKM dan perajin batik semakin berkembang.
Studi global ungkap penurunan oksigen di sungai akibat pemanasan iklim. Sungai tropis paling terdampak, ancam ekosistem air tawar.