Otonomi Daerah DIY Didorong Berbasis Keadilan dan Kearifan Lokal
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Festival Lampion - ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, BANTUL–Festival Lampion dengan tajuk Lenterne Festival de Paris (LF de Paris) akan diselenggarakan di kawasan Gumuk Pasir Parangtritis, Bantul, Sabtu (7/10/2023). Sebanyak 700 lampion akan diterbangkan di tengah lanskap gumuk pasir.
Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto Heru Prabowo, menjelaskan LF de Paris memanfaatkan potensi alam Gmuk Pasir Parangtritis sebagai salah satu ekosistem unik yang terdapat di DIY. "Potensi ini perlu lebih dikenalkan kepada masyarakat umum salah satunya melalui kegiatan Festival Lampion," ujarnya, Rabu (4/10/2023).
Ia mengatakan sebanyak 700 lampion diterbangkan dalam LF de Paris. Event ini menjadi event budaya dan wisata kreatif sebagai ajang promosi untuk lebih memperkenalkan Kawasan Wisata Pantai Parangtritis yang menjadi salah satu objek wisata andalan Kabupaten Bantul.
"Dalam event ini akan diterbangkan Lampion oleh para pengunjung sehingga akan menghiasi langit malam, membuat suasana yang syahdu sehingga sangat menarik bagi semua kalangan yang ingin mengabadikan momen indah," ungkapnya.
BACA JUGA: 5 Warga Bantul Tewas Diduga Usai Tenggak Miras Oplosan
Festival Lampion 2023 akan dimeriahkan oleh Re Entertainment Band, Teko Mlaku, Fire Dance, Astroni, dan tari Montro. Adapun pada puncak acaranya akan dihibur oleh Jikuistik dan dilanjutkan penerbangan lampion.
Penerbangan lampion ini telah sesuai prosedur keamanan dan demi keselamatan bersama. Pihak panitia telah mendapatkan izin dari pihak Pengatur Lalu Lintas Udara (PLLU) untuk menerbangkan lampion.
"Penerbangan lampion direncanakan pukul 22.30 malam dikarenakan sudah tidak ada aktivitas penerbangan, sehingga kegiatan ini tidak akan mengganggu atau membahayakan penerbangan," ungkapnya.
Selain keamanan, ia memastikan kegiatan ini tetap akan memperhatikan aspek kebersihan area gumuk pasir. Paniti menyiagakan tim kebersihan, begitu acara selesai tim kebersihan akan bergerak membersihkan sampah sehingga pagi harinya kondisi sudah kembali bersih.
"Tetapi kami juga menghimbau dan berharap, pengunjung yang hadir tidak membuaang sampah sembarangan. Silakan sampah ditempatkan di titik-titik yang ada kantong sampah yang sudah disiapkan panitia," ujarnya.
Gumuk pasir di kawasan Pantai Parangtritis Bantul ini bertipe barchan yang merupakan satu-satunya gumuk pasir bertipe barchan di Asia Tenggara. Karena keunikannya ini, gumuk pasir Parangtritis sangat penting untuk dilestarikan. "Hal ini menjadi daya tarik tersendiri untuk dikembangkan dan dikenalkan kepada masyarakat luas," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Kementerian HAM mendukung potongan aplikator ojol maksimal 8 persen demi perlindungan pekerja digital dan keadilan ekonomi platform.
Selamat pagi pembaca setia Harianjogja.com. Semoga aktivitas Anda hari ini berjalan lancar dan penuh energi positif. Dari tlatah Ngayogyakarta Hadiningrat.
Permintaan pisau kurban dan kapak sembelih di Kulonprogo melonjak hingga 100 persen menjelang Iduladha 2026.
9 WNI peserta flotilla Gaza ditangkap Israel. Kemlu RI bergerak cepat menempuh jalur diplomatik dan perlindungan kekonsuleran.
BPKAD Kota Jogja mengimbau warga membayar pajak daerah lewat virtual account agar lebih aman dan terhindar dari modus penipuan.