Libur Kenaikan Yesus Kristus, BNI Buka Layanan Terbatas di Jateng
BNI buka layanan operasional terbatas di Jawa Tengah saat libur Kenaikan Yesus Kristus 2026, termasuk transaksi perbankan esensial.
Teater Koma Angkat Lakon ‘Bisul Semar’ untuk Meriahkan FKY 2023./ Istimewa
JOGJA—Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2023 menghadirkan Teater Koma dalam program Pertunjukan FKY di tahun ini. Pementasan yang berlangsung pada 4 Oktober 2023 ini bertempat di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta. Dengan judul 'Bisul Semar', Teater Koma mengangkat isu dan problema masa kini lewat sajian drama teater yang menarik.
Teater Koma merupakan kelompok seni teater asal Jakarta, berdiri pada tahun 1977, yang punya reputasi cukup bagus di jagad kesenian di Indonesia. Sebagai kelompok teater yang sudah cukup tua, kehadiran Teater Koma dimaksudkan dapat menaikkan nilai FKY menuju skala nasional sekaligus membuka peluang internasional di masa mendatang. Lewat tema khusus ‘Ketahanan Pangan’, Teater Koma membawakan 'Bisul Semar' yang ditulis dan disutradarai oleh Budi Ros.
'Bisul Semar' merupakan produksi ketiga bagi Teater Koma yang dipentaskan di Yogyakarta. Pertunjukan ini juga merupakan naskah dan pementasan pertama setelah berpulangnya Nano Riantiarno, membuatnya menjadi penampilan perdana Teater Koma dengan jajaran staf produksi yang baru.
Naskah 'Bisul Semar' sendiri akan menceritakan tentang tokoh Semar, sang tokoh utama yang diganggu oleh penyakit bisul misterius di kepalanya. Selagi bisul tersebut terus membesar, Semar jadi makin kesulitan berpikir jernih. Ia bahkan tak bisa lagi membedakan mana yang baik dan buruk.
Keluarga Semar yang mulai khawatir akhirnya memilih untuk memanggil dokter. Setelah diperiksa dengan seksama, dokter kemudian memberikan diagnosis yang mengejutkan. Ternyata apa yang disebut bisul oleh Semar sebenarnya tidak ada, Dokter menganggap bahwa Semar hanya mencari sensasi dan kegaduhan.
BACA JUGA: Makna Kembul Mumbul di FKY 2023
Mendengar apa yang dikatakan dokter, Semar dan keluarga tentu tak terima. Cerita kemudian berkembang dengan munculnya konflik antara dokter dengan keluarga Semar. Kisahnya makin menarik karena mengangkat berbagai rupa masalah masa kini yang dikemas secara artistik.
Sebenarnya bukan pertama kali Teater Koma hadir dan pentas di Yogyakarta. 'Bisul Semar' merupakan produksi ketiga dari total pementasan yang dilakukan Teater Koma sejauh ini. Sebelumnya Teater Koma mementaskan ‘Rumah Sakit Jiwa’ dalam Purna Budaya UGM pada 20 –23 Februari 1992. Kemudian pementasan selanjutnya ‘Sampek-Engtay’ dipentaskan pada 24 – 25 Januari 2004 di Gedung Societet Militair, Taman Budaya Yogyakarta.
Selain pertunjukan Teater Koma program Pertunjukan FKY juga akan mementaskan pertunjukan teater lainnya. Teater dengan judul Adege Astana Girigondo dengan praktik pembacaan naskah berbingkai ketoprak lesung, juga akan menjadi salah satu pertunjukan teater selanjutnya.
Semua program Pertunjukan FKY berlangsung dari 29 September - 13 Oktober 2023. Beberapa sesi pertunjukan akan bertempat di lokasi yang berbeda sesuai venue acara, Gedung Kesenian Wates, Kompleks Makam Astana Girigondo, hingga Taman Budaya Kulon Progo dan Yogyakarta (BC).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BNI buka layanan operasional terbatas di Jawa Tengah saat libur Kenaikan Yesus Kristus 2026, termasuk transaksi perbankan esensial.
Cek jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Senin 18 Mei 2026 lengkap dari Palur sampai Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Fabio Di Giannantonio menangi MotoGP Catalunya 2026 yang dua kali dihentikan akibat kecelakaan beruntun di Barcelona.
BMKG memprediksi hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah DIY hingga 20 Mei 2026 akibat pengaruh fenomena MJO.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit melantik Kalemdiklat Polri, lima kapolda baru, dan satu pejabat utama Mabes Polri di Jakarta.
Balapan MotoGP Catalunya 2026 dua kali dihentikan setelah kecelakaan beruntun melibatkan Alex Marquez, Bagnaia, Zarco, dan Acosta.