Mau ke Parangtritis? Ini Jadwal Bus KSPN Mulai 1 September 2026
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Selasa 1 September 2026 tersedia sejak pagi hingga sore dengan tarif Rp12.000.
Sekda DIY Beny Suharsono. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA—Tema Kembul Mumbul diangkat sebagai tema perhelatan akbar Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) 2023. Tema ini merefleksikan sejarah Mataram pernah menjadi food estate yang mampu menyejahterakan masyarakatnya.
“Hal ini berarti ketahanan pangan telah menjadi fokus, bahkan sejak dulu. Karenanya, ketahanan pangan menjadi tema besar dalam penyelenggaraan Festival Kebudayaan Yogyakarta 2023,” kata Sekretaris Daerah DIY, Beny Suharsono pada jumpa pers Pelaksanaan FKY 2023 di Lobi Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan pada Selasa (12/9/2023).
Tema Kembul Mumbul, FKY 2023 mengajak semua pihak untuk merasakan kebersamaan, saling toleransi dan kesepadanan. Kembul Mumbul tidak semata-mata menjadikan FKY 2023 sebagai peristiwa selebrasi. Akan tetapi mengajak untuk mengupayakan berbagai pertemuan, sekaligus merenungkan beragam persoalan ketahanan pangan.
BACA JUGA : FKY Menjadi Wadah Keistimewaan Budaya DIY
“Hari-hari ini pangan telah menjadi persoalan kolektif yang menguji solidaritas antar warga ketika terjadi bencana dan krisis di suatu tempat,” katanya.
Beny menjelaskan, memaknai tema Kembul Mumbul, dalam konteks kultur Jawa, kembulan merupakan sebuah peristiwa kolektif, ditandai dengan aktivitas memakan nasi dan berbagai macam lauk pauk di satu media saji yang sama. Inti dari kembulan adalah rasa saling berbagi kenikmatan untuk mengucap syukur terhadap berbagai usaha dan berkat yang telah dirasakan dari peristiwa sehari-hari.
“Sedangkan mumbul merupakan upaya melambungkan sesuatu hal yang dianggap penting untuk menarik perhatian dari warga atau orang-orang di sekitarnya,” katanya.
Oleh karena itu, secara mendasar Kembul Mumbul dapat dipahami sebagai upaya kami untuk menarik perhatian dari warga tentang pentingnya rasa saling berbagi. Penyelenggaraan FKY 2023 diharapkan mampu menjadi penghubung yang menjadi perantara, mengakomodasi, mencatat, memberdayakan, dan merayakan keberadaan beragam subjek, gerak, maupun hasil kebudayaan yang lahir dan tumbuh di DIY.
“Semoga penyelenggaraan FKY 2023 dapat berjalan lancar dan mencapai tujuan yang diinginkan,” katanya.
BACA JUGA : Berbagai Kendala yang Dialami FKY
Budayawan asal Jogja Butet Kartaredjasa mengatakan, FKY memulai upaya rebranding-nya sejak penyelenggaraan di tahun 2023 ini. Sebagai budayawan, dari penyelenggaraan FKY 2023 inilah, ia menginginkan adanya upaya edukasi kepada masyarakat secara nasional terkait makna sebenarnya dari kebudayaan. Pemaknaan kebudayaan selama ini mengalami penyempitan hanya pada unsur kesenian, bahkan terfokus yang hanya bersifat hiburan saja.
Melalui FKY 2023 ia berharap bisa mengkomunikasikan dengan baik, bahwa kebudayaan bukan hanya seni. “Dari Jogja yang istimewa ini bisa mengubah cara pandang akan kebudayaan secara luas, bahkan secara politis harapannya juga berubah, sehingga anggaran pemerintah pusat maupun daerah untuk kebudayaan bisa ikut berubah,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jadwal Bus KSPN Malioboro-Parangtritis Selasa 1 September 2026 tersedia sejak pagi hingga sore dengan tarif Rp12.000.
Apple merilis iOS 27 Beta 8 dengan build 24A5430a. Simak perubahan terbaru, fitur iOS 27, dan alasan pengguna sebaiknya menunggu versi final.
Muhammad Zidan mengajukan talak cerai terhadap Raisya Bawazier. Sidang perdana digelar 1 September 2026 di Jakarta Pusat.
Pedro Acosta finis kedua di MotoGP Aragon 2026. Pol Espargaro menyebut performanya menjadi pasokan oksigen bagi KTM.
Pokémon: Wild Card resmi diumumkan dan dijadwalkan tayang global pada 2027. Teaser perdana menampilkan Mimikyu dan pemain TCG misterius.
Jose Mourinho memberikan penghormatan kepada Lionel Messi setelah bintang Argentina itu mengumumkan pensiun dari sepak bola internasional.