Job Fair Gunungkidul Buka 5.000 Lowongan 32 Perusahaan, Cek di Sini
Job Fair Gunungkidul 2026 membuka lebih dari 5.000 lowongan kerja dari 32 perusahaan. Pencari kerja bisa melamar langsung secara gratis.
Ubur-Ubur - Ilustrasi/StockCake
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 2 di Pantai Baron mencatat sudah ada 47 pengunjung pantai yang menjadi korban sengatan ubur-ubur. Keberadaan hewan yang dikenal warga lokal dengan sebutan inpes di kawasan pantai diprediksi hingga akhir September mendatang.
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 2 di Pantai Baron, Marjono mengatakan, kemunculan ubur-ubur sudah terlihat sejak akhir Juni 2025. Hingga sekarang sudah ada 47 pengunjung yang tersebat di sejumlah pantai mulai dari Indrayanti, Drini, Krakal, Sepanjang, Kukup hingga Ngrawe.
“Mayoritas korban merupakan anak-anak,” katanya, Senin (14/7/2025).
Dia menjelaskan, banyak pengunjung cilik yang menjadi korban karena bentuknya yang menarik seperti balon dengan warna kebiru-biruan. Meski demikian, ada potensi bahaya bagi setiap orang yang menyentuhnya karena bisa tersengat.
“Memang menarik bentuk maupun warnanya, tapi mengandung bahaya,” katanya.
Binatang laut yang tergolong ke dalam kelas Scyphozoa, biasanya muncul saat suhu di laut dingin sehingga menepi ke darat. Pada saat berada di pantai, binatang ini mudah sekali disentuh oleh para pengunjung.
Meski liburan sekolah telah berakhir, ia tetap meminta kepada para pengunjung pantai untuk berhati-hati agar tidak menjadi korban sengatan ubur-ubur. Pasalnya, hewan ini diprediksi berkeliaran di kawasan pantai hingga akhir September mendatang.
“Akhir Juni sudah mulai terlihat dan diperkirakan kemunculannya sampai September seperti siklus yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya,” katanya.
BACA JUGA: Puluhan Wisatawan di Gunungkidul Tersengat Ubur-Ubur
Pihaknya sudah melakukan sosialiasasi tentang bahaya ubur-ubur. Selain itu, juga melakukan upaya pembersihan dengan memunguti hewan-hewan tersebut.
“Kalau ada yang jadi korban, kami juga sudah persiapkan untuk memberikan pertolongan,” katanya.
Sekretaris Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 2 di Pantai Baron, Surisdiyanto mengatakan, dampak dari sengatan ubur-ubur bisa menimbulkan rasa panas di sekitar luka. Selain itu, terkadang juga memberikan efek nyeri, gatal, sesak nafas, bahkan hingga pingsan bagi korban yang tidak dalam kondisi fit.
“Jika tersentuh jangan panik kemudian bilas di area tersengat dengan air biasa atau laut. Tujuannya agar tentakel dari ubur-ubur bisa terlepas dari area kulit,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Job Fair Gunungkidul 2026 membuka lebih dari 5.000 lowongan kerja dari 32 perusahaan. Pencari kerja bisa melamar langsung secara gratis.
Presiden Prabowo mengingatkan 1.177 perwira TNI-Polri menjaga integritas, menjauhi korupsi, narkoba, judi, dan mengabdi kepada rakyat.
Warga Kotagede mengikuti pelatihan susur Sungai Gajah Wong untuk mendeteksi dini potensi banjir dan memperkuat mitigasi bencana.
Polres Bantul mengungkap peredaran 1.602 pil berlogo Y di Pleret dan Banguntapan. Seorang pemasok ditangkap berkat laporan warga.
Program Lumbung Mataraman di DIY menyalurkan KUR Rp9,17 miliar dan memperluas akses keuangan untuk memperkuat ekonomi kalurahan.
Empat perwira terbaik meraih Adhi Makayasa 2026. Tiga di antaranya alumni SMA Taruna Nusantara dan menerima pangkat dari Prabowo.