Bantul Kucurkan Rp2,17 Miliar untuk Perbaikan 89 Rumah Tak Layak Huni
Pemkab Bantul mengalokasikan Rp2,17 miliar untuk memperbaiki 89 rumah tidak layak huni pada 2026 yang tersebar di tujuh kapanewon.
Pedagang beraktivitas di Pasar Beringharjo, Kamis (12/10/2023). Harga beras yang tak kunjung menurun membuat pedagang mengeluh lantaran untung dan pembeli yang berkurang. - Harian Jogja/Yosef Leon
Harianjogja.com, JOGJA—Pedagang di Pasar Beringharjo Kota Jogja mengeluhkan harga beras yang tak kunjung turun. Harga beras premium saat ini di angka Rp16.000 per kilogram (kg).
Tingginya harga beras berdampak pada berkurangnya keuntungan yang didapatkan pedagang. Wati, 53, salah seorang pedagang mengatakan rentang harga beras yang dijualnya sekarang di angka Rp13.000 sampai Rp16.000 per kg.
Padahal sebelumnya harganya hanya berkisar di angka Rp11.000 per kg sampai dengan Rp15.000 per kg. "Saya jual raja lele Rp16.000 per kg, sementara yang jenis C4 satu kg Rp13.000. Masih tinggi harganya, naik sekitar Rp1.000-Rp2.000 per kg," katanya, Kamis (12/10/2023).
Dia mengakui komoditas beras agak sedikit berbeda dibandingkan dengan kebutuhan pokok lain. Jika harganya naik, butuh waktu lama untuk turun kembali. Hanya saja ia memastikan bahwa kualitas beras sama sekali tidak berbeda dan dikurangi oleh pedagang.
BACA JUGA: Ratusan Bank Sampah di Sleman Tidak Aktif, Kaderisasi Jadi Kendala Utama
"Dampaknya ya jadinya konsumen mengurangi pembelian. Kadang biasanya beli 10 kg, karena harga naik jadi berkurang jadi beli 5 kg," ujarnya.
Pedagang lainnya Dimas, 37, pun turut mengalami hal yang sama. Kondisi tersebut, kata dia sudah berlangsung sejak beberapa pekan terakhir. Di lapaknya, harga beras termurah dipatok Rp13.000 per kg, sementara jenis medium seharga Rp14.000 per kg-Rp15.000 per kg. Untuk jenis beras Bulog dibanderol Rp55.000 per 5 kg.
"Penjualan juga jadi berkurang. Biasanya saya bisa jual satu sampai dua kuintal sehari. Sekarang jual satu sak saja sudah syukur," katanya.
Ia mengaku tak ambil pusing dengan kondisi demikian. Jualannya tetap digelar saban hari meski untung yang diperoleh menurun lantaran pembeli berkurang. "Yang penting duitnya tetap berputar. Cuman buat cukup makan sehari-hari ya enggak apa-apa," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Bantul mengalokasikan Rp2,17 miliar untuk memperbaiki 89 rumah tidak layak huni pada 2026 yang tersebar di tujuh kapanewon.
Gempa DIY membuat perjalanan kereta sempat dihentikan sementara. KAI Daop 6 memastikan seluruh operasional kereta kini kembali normal dan aman.
Jadwal KRL Solo-Jogja hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Alumni FHUI 1991 menggelar reuni di Bantul dengan menanam pohon bersama lansia dan ABK sebagai legacy bagi lingkungan dan masyarakat.
Polda DIY membangun sumur bor dan menyalurkan air bersih bagi sekitar 550 warga Gunungkidul dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80.
Jadwal KRL Jogja-Solo hari ini Minggu 28 Juni 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.