Pilihan Lurah Gunungkidul, 11 Petahana Tersungkur
Pilur serentak Gunungkidul diikuti 91 calon dari 31 kalurahan. Sebanyak 11 lurah petahana gagal mempertahankan jabatannya.
Ilustrasi. /JIBI-Sunaryo Haryo Bayu
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Anggaran dropping air di Kapanewon Tepus dipastikan sudah habis. Total bantuan yang disarlurkan ke Masyarakat di tiga kalurahan mencapai 450 tangki.
Kepala Jawatan Sosial, Kapanewon Tepus, Joko Santoso mengatakan, tahun ini mengalokasikan anggaran sekitar Rp76,5 juta untuk dropping air sebanyak 450 tangki. Penyaluran ke Masyarakat sudah berlangsung sejak awal Juni lalu.
Ia mengungkapkan, penyaluran dilaksanakan hingga Oktober ini sehingga dana yang dimiliki sudah habis. “Bulan ini hanya tersisa 50 tangki dan sudah disalurkan ke warga di Kalurahan Tepus, Sidoharjo dan Purwodadi. Jadi memang anggaran di kami sudah habis,” kata Joko, Jumat (13/10/2023).
Menurut dia, dengan habisnya anggaran dropping di kapanewon, maka tidak bisa lagi menyalurkan bantuan. Padahal, sambung Joko, musim kemarau diperkirakan sampai November sehingga penyaluran diserahkan sepenuhnya ke BPBD Gunungkidul.
“Kita mintakan bantuan ke BPBD. Pihak kalurahan sudah diminta membuat permohonan unutk mendapatkan bantuan air bersih dari BPBD,” katanya.
BACA JUGA: Puluhan Sumur Bor Dibangun untuk Penuhi Kebutuhan Air Warga Tegalrejo
Selain mengandalkan bantuan dari BPBD, penyaluran bantuan juga bergantung pada pemberian pihak ketiga. Joko mengakui sudah ada koordinasi dengan Baznas untuk penyaluran.
“Untuk baznas Sudah yang disalurkan ke kalurahan di Tepus. Jika masih kurang, juga siap memasok lagi guna mencukupi kebutuhan di Masyarakat,” katanya.
Kepala Jawatan Sosial, Kapanewon Girisubo, Paelan mengatakan, tahun ini menargetkan bantuan air bersih secara swadaya dari kapanewon sebanyak 527 tangki. Adapun penyaluran hingga saat ini sudah mencapai 427 tangki.
“Masih sisa 100 tangki dan diperkirakan akhir Oktober ini habis,” katanya.
Menurut dia, selain penyaluran dari kapanewon dan BPBD juga ada bantuan dari pihak ketiga. Selama Oktober ada bantuan dari Baznas sebanyak 141 tangki dan Ikatan Keluarga Gunungkidul sebanyak 18 tangki.
“Tentunya kalau habis, untuk penyaluran kami minta bantuan ke BPBD yang memiliki anggaran lebih,” katanya.
Carik Sidoharjo, Tepus, Heru Eko Susilo mengatakan, wilayahnya masuk terdampak kekeringan saat kemarau. Ia tidak menampik bantuan sudah banyak disalurkan, salah satunya oleh Pemeritah Kapanewon Tepus.
“Memang ada permintaan untuk membuat proposal pengajuan bantuan ke BPBD dari kapanewon, tapi hingga sekarang belum dilakukan. Yang jelas, kalau memang mendesak, maka kami tetap berupaya agar warga mendapatkan bantuan air bersih,” kata Heru.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur serentak Gunungkidul diikuti 91 calon dari 31 kalurahan. Sebanyak 11 lurah petahana gagal mempertahankan jabatannya.
Tarif tambahan US$100 bagi turis asing di Grand Canyon digugat perusahaan tur Arizona. Simak alasan gugatan dan aturan NPS.
Turis asing bisa mendapatkan tiket Shinkansen gratis ke Kagoshima. Simak syarat, cara klaim, negara peserta, dan periode promonya.
Klasemen Asian Games 2026 berubah setelah Nurisa Dian meraih emas. Indonesia kini mengoleksi 5 emas, 7 perak, dan 20 perunggu.
Gejala influenza A meliputi demam, batuk, lelah, nyeri tubuh hingga sakit tenggorokan. Kenali tanda bahaya dan kapan perlu ke dokter.
Indonesia menghadapi Bangladesh pada laga penentu. Simak syarat Garuda lolos final dan proyeksi poin ranking FIFA jika menang.