Pelanggan Starlink Kaget, Tagihan Tambahan Tembus Rp27 Juta
Pelanggan Starlink di AS mengeluhkan biaya tambahan hingga Rp27 juta akibat kebijakan kepadatan jaringan. Bagaimana kondisi layanan Starlink di Indonesia?
Proyek pembongkaran trotoar dan pemisah jalur atau separator di Ringroad Utara, tepatnya di Kalurahan Trihanggo, Gamping, Sleman yang mulai dikerjakan Kamis (19/10/2023). / PT Adhi Karya
Harianjogja.com, SLEMAN—Satlantas Polresta Sleman terus melakukan pengawasan dan pemantauan proses pembongkaran trotoar dan pemisah jalur atau separator di Ringroad Utara, tepatnya di Kalurahan Trihanggo, Gamping, Sleman, untuk proyek tol Jogja-Solo yang mulai dikerjakan Kamis (19/10/2023).
Sebab, sampai saat ini belum ada koordinasi intens antara Polresta Sleman dan PT Adhi Karya yang membangun jalan tol Jogja- Solo paket 2.2.
"Koordinasi sejatinya sudah pernah dilakukan dalam forum lalu lintas. Hanya saja, belum ada komunikasi lanjutan dari pihak kontraktor terkait pembongkaran tersebut," kata Kasat Lantas Kompol Andhies Fitriya Utomo, Kamis (19/10/2023).
Oleh karena itu, Andhies belum bisa memastikan berapa personel yang akan diturunkan saat proyek pembongkaran trotoar dan separator di Ringroad Utara tersebut. Padahal, keberadaan petugas diperlukan untuk memastikan arus lalu lintas dan keamanan pengguna jalan saat proyek itu dikerjakan.
"Untuk itu nanti akan kami sesuaikan. Nantinya kita juga akan lakukan rekayasa, berdasarkan pengawasan dan pemantauan saat proyek itu dijalankan. Sebab, sampai saat ini juga belum ada laporan adanya hambatan lalu lintas di tempat tersebut," lanjut Andhies.
Menurut Andhies, sejauh ini ruas Jalan Padjajaran (lokasi proyek pembongkaran trotoar dan separator) sejauh ini tidak masuk dalam 3 titik rawan kecelakaan. Sejauh ini titik rawan kecelakaan di Sleman, dua di antaranya ada di Jalan Kabupaten, dan Perempatan Pelem Gurih, Gamping. "Sama satu lagi agak lupa," jelasnya.
Meski tidak masuk titik rawan kecelakaan, Andhies berharap PT Adhi Karya masif menyosialisasikan terkait timeline pengerjaan pembongkaran kepada masyarakat dan stakeholder yang terlihat. Selain itu, PT Adhi Karya diharapkan bisa berkoordinasi masif dengan Satlantas Polresta Sleman terkait jam pengerjaan.
"Termasuk memasang rambu-rambu di sekitar lokasi proyek," ucapnya.
Pejabat Humas PT Adhi Karya, Agung Murhandjanto mengatakan, separator dan trotoar yang dibongkar dimulai hari ini adalah dari depan UTY hingga tikungan Ngawen, Trihanggo. Panjang proyek pembongkaran lebih kurang 900 meter sampai satu kilometer. Selama proses pembongkaran tidak ada penutupan jalan.
"Pengguna jalan, terutama pengendara yang biasa melintas di jalur lambat akan dialihkan ke jalur cepat. Nantinya rambu- rambu pengalihan jalur akan terpasang 200an meter sebelum pengendara berpindah jalur," katanya.
Setelah trotoar dibongkar, kata Agung, jalur sisi selatan itu nantinya akan dilebarkan. Pelebaran lebih kurang satu meter. Tahap berikutnya, di tanggal 8 - 17 November, pekerjaan pembongkaran trotoar dan seperator berpindah ke sisi Utara yang dilanjutkan dengan pekerjaan pelebaran. Ketika trotoar sisi utara dan selatan terbongkar, pada 29 November kontraktor melanjutkan pekerjaan dengan membongkar median jalan atau pembatas bagian tengah.
"Karena kendaraan roda dua dan roda empat akan bercampur, jadi harus lebih berhati-hati," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pelanggan Starlink di AS mengeluhkan biaya tambahan hingga Rp27 juta akibat kebijakan kepadatan jaringan. Bagaimana kondisi layanan Starlink di Indonesia?
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menyebut pendekatan deep learning dapat meningkatkan minat baca, literasi siswa, dan memperkuat peran perpustakaan sekolah
OJK menghormati putusan MK yang memberi pilihan pembayaran manfaat dana pensiun sukarela secara sekaligus atau berkala sesuai kehendak peserta.
Polresta Jogja menggelar rekonstruksi pembacokan di depan SMAN 3 Jogja. Polisi mengungkap korban tewas akibat luka bacok di dada kanan atas.
Muhammad Tahir resmi berpisah dengan PSS Sleman setelah membantu Super Elja promosi ke Super League musim 2025/2026.
Sigit Mustofa memimpin Warkaban periode 2026–2029 dengan fokus memperkuat organisasi, kolaborasi, dan kontribusi diaspora Bantul bagi masyarakat.