Segera Dibuka, Kelok 23 Jadi Harapan Baru Ekonomi Sisi Barat Gunungkidul
Kelok 23 di Girijati, Gunungkidul, dinilai membuka peluang pertumbuhan ekonomi dan investasi setelah menghubungkan JJLS dengan Bantul.
Ilustrasi tanah longsor./Istimewa-BPBD Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pembangunan rumah relokasi bagi warga terdampak longsor di Padukuhan Blembem, Candirejo, Semin telah berjalan. Meski demikian, dalam prosesnya sempat terkendala masalah lahan untuk pembangunan.
Kepala Bidang Perumahan, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Nur Giyanto mengatakan pembangunan rumah relokasi molor dari target. Pada awalnya bisa dimulai pembangunan pada April, tetapi realisasinya baru terlaksana Oktober ini.
Di sisi anggaran pembangunan tidak ada masalah karena pemkab sudah mengalokasikan Rp300 juta untuk membangun enam unit rumah. Namun permasalahan muncul karena para korban tidak memiliki lahan guna membangun rumah. “Relokasi menggunakan program bantuan sosial. Jadi, pembangunan bisa dilakukan saat ada lahannnya,” kata Giyanto, Rabu (25/10/2023).
Dia tidak menampik permasalahan berdampak terhadap rencana pembangunan. Namun demikian, setelah ada koordinasi antara warga terdampak dengan Pemerintah Kalurahan Candirejo disepakati uang donasi hasil bantuan warga pada saat terjadi longsor dipergunakan membeli lahan untuk hunian baru.
BACA JUGA: Rumah Relokasi untuk Korban Tanah Longsor Candirejo Mulai Dibangun
Selain itu, juga ada bantuan dari Ikatan Keluarga Candirejo (IKC) di perantauan yang membantu pembangunan pondasi. “IKC membantu sebesar Rp51 juta dipergunakan membuat pondasi. Selanjutnya pemkab mengalokasikan Rp50 juta untuk setiap warga guna menyelesaikan pembangunan rumah baru,” katanya.
Menurut dia, program relokasi sudah dijalankan dan pembangunan ditarget selesai sebelum akhir tahun. “Masih berjalan dan nanti kalau sudah jadi, kami serahkan ke para korban,” katanya.
Jogoboyo Kalurahan Candirejo, Hartono mengatakan, pembangunan rumah relokasi bagi korban longsor sudah berjalan. Adapun prosesnya sudah membuat pondasi untuk bangunan rumah. “Masih dalam pengerjaan dan untuk para korban masih tinggal di hunian sementara di bekas Gedung SD yang sudah tak terpakai,” kata Hartono.
Dia menjelaskan, untuk pembangunan mendapatkan bantuan dari Pemkab Gunungkidul. Selain itu, juga ada donasi warga yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Candirejo yang berada di perantauan. “Kami bersyukur bisa dibangun karena warga yang mengungsi sudah hampir setahun karena longsor terjadi pada pertengahan November 2022 lalu,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kelok 23 di Girijati, Gunungkidul, dinilai membuka peluang pertumbuhan ekonomi dan investasi setelah menghubungkan JJLS dengan Bantul.
Joanna Wietrzyk menang HYROX Beijing setelah insiden di tengah lomba. Kenali profil dan prestasi atlet Australia tersebut.
Produksi mobil Indonesia mencapai 859.256 unit hingga Agustus 2026. Toyota menyumbang 353.778 unit atau 41,2 persen.
Liverpool vs Tottenham di Carabao Cup, Rabu dini hari. The Reds mengejar gelar ke-11, Spurs mencari momentum setelah paceklik gol.
15 September 2026 memperingati Hari Demokrasi Internasional. Simak juga Hari Insinyur Sedunia dan Greenpeace Day.
Suahasil Nazara resmi jadi Menkeu menggantikan Purbaya. Simak gaji pokok, tunjangan, dana operasional, dan fasilitas menteri.