Advertisement
Rumah Relokasi untuk Korban Tanah Longsor Candirejo Mulai Dibangun
Proses pengerjaan rumah relokasi bagi enam keluarga terdampak longsor di Padukuhan Blembem, Candirejo, Semin, Gunungkidul, Rabu (25/10/2023). - Harian Jogja - David Kurniawan
Advertisement
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Rumah relokasi untuk korban tanah longsor di Padukuhan Blembem, Candirejo, Semin, Gunungkidul mulai dibangun. Ditargetkan sebelum akhir tahun hunian ini sudah bisa ditempati oleh warga terdampak.
Jogoboyo Kalurahan Candirejo, Hartono mengatakan pembangunan rumah relokasi bagi korban longsor sudah berjalan. Adapun prosesnya sudah membuat pondasi untuk bangunan rumah.
Advertisement
“Masih dalam pengerjaan dan untuk para korban masih tinggal di hunian sementara di bekas Gedung SD yang sudah tak terpakai,” kata Hartono, Rabu (25/10/2023).
Dia menjelaskan, untuk pembangunan mendapatkan bantuan dari Pemkab Gunungkidul. Selain itu, juga ada donasi warga yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Candirejo yang berada di perantauan.
“Kami bersyukur bisa dibangun karena warga yang mengungsi sudah hampir setahun karena tanah longsor terjadi pada pertengahan November 2022 lalu,” katanya.
BACA JUGA: Setelah Isi BBM, Mobil Terbakar di Dekat SPBU Tempel Sleman
Sesuai dengan target dari Pemkab Gunungkidul, pembangunan harus selesai sebelum 25 Desember 2023. Proses pengerjaan juga melibatkan warga terdampak.
“Warga terdampak yang membangun. Nanti kalau upah yang dibutuhkan melebihi target, maka warga harus menutupinya,” katanya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Irawan Jatmiko mengatakan, pembangunan rumah relokasi di Padukuhan Blembem dialokasikan anggaran sebesar Rp300 juta. Setiap korban yang keluarga mendapatkan bantuan Rp50 juta. “Total ada enam keluarga yang direlokasi,” kata Irawan.
Menurut dia, rumah relokasi masih berada di Padukuhan Blembem yang berjarak sekitar satu kilometer dari lokasi longsor. “Berada di sisi barat dari lokasi longsor dan masih satu padukuhan,” katanya.
Irawan menambahkan, untuk relokasi dilaksankaan dengan program bansos. Rencananya setelah pembangunan selesai akan dihibahkan kepada warga terdampak.
“Jadinya hak milik dan sertifikat kepemilikan tanah masih dalam proses di BPN. Mudah-mudahan bisa selesai tepat waktu dan warga bisa pindah ke rumah yang baru sebelum akhir tahun,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Sidang Tipikor: Ahok Klaim Sistem Pengadaan Pertamina Bersih
Advertisement
Peta Global Situs Warisan Dunia Unesco dari Eropa hingga Asia
Advertisement
Berita Populer
- Kulonprogo Matangkan Embarkasi Haji 2026, Simulasi Digelar Februari
- Ayam Goreng Kalasan Hampir Diklaim HAKI Orang Tak Dikenal
- Kasus Suami Korban Jambret Jadi Tersangka Masuk Tahap Mediasi Jaksa
- Pemkab Bantul Siapkan Insentif Guru Honorer Belum Lolos PPPK
- Skema M3K Mulai Diterapkan untuk Rumah di Sempadan Sungai Jogja
Advertisement
Advertisement



