PCA Ngampilan Gelar Milad Aisyiyah ke-109, Ini Dakwah Kemanusiaannya
Milad Aisyiyah ke-109 di Jogja dihadiri 500 peserta. Tekankan dakwah kemanusiaan, UMKM, dan penguatan sosial perempuan.
Suasana partnership gathering Sustainable Alliance in Harmony di UKDW Jogja, Jogja, Jumat (27/10/2023).( Harian Jogja/Sirojul Khafid)\r\n
JOGJA—Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Jogja sedang mempersiapkan pembangunan kampus baru. Komplek kampus UKDW dua ini berada di Jalan Wates Kilometer 12, Sedayu, Bantul. Lokasi yang berada di lahan sekitar 10,5 hektar ini akan mulai peletakkan batu pertama pada 30 Oktober 2023.
Direktur Unit Pengembangan Institusi UKDW, Henry Feriadi, mengatakan apabila kampus baru UKDW akan berkonsep green experimental learning. Dari 10,5 hektar, pembangunan berbagai gedung hanya mengambil sekitar 4 hektar. Sisanya akan dibiarkan menjadi lahan hijau untuk berbagai fungsi seperti lahan terbuka sampai ruang pembelajaran.
Pembangunan pertama di kampus baru UKDW berawal dari rumah sakit akademik dengan konsep ramah lingkungan dengan delapan lantai. “Setelah itu pembangunan berlanjut dengan gedung Fakultas Kedokteran dan fakultas lain yang berhubungan dengan teknik. Sementara untuk Fakultas Teologi, Bisnis, serta Pendidikan dan Humaniora tetap di kampus lama,” kata Henry dalam acara partnership gathering Sustainable Alliance in Harmony di UKDW Jogja, Jogja, Jumat (27/10/2023).
Rektor UKDW, Wiyatiningsih, mengatakan apabila pembangunan gedung baru sebagai upaya mengembangkan pendidikan di UKDW yang sejauh ini memiliki 17 program studi. Tidak menutup kemungkinan, ke depan akan ada pengembangan ataupun penambahan program studi dengan perkembangan ilmu yang relevan.
Baik dalam rangka menyongsong gedung baru, maupun program lainnya, UKDW terbuka untuk potensi kerja sama. Hal ini diperkuat dengan acara partnership gathering yang mengundang sekitar 100 rekan UKDW tersebut. Rekan ini terdiri dari unsur di dunia usaha, pemerintah, organisasi, sekolah lanjutan tingkat atas, perguruan tinggi, sampai media.
Kampus sebagai tempat para akademisi, tidak bisa berjalan sendiri. Dalam konsep kerja sama pentahelix, akademisi perlu kolaborasi dengan pelaku bisnis, komunitas, pemerintah, dan media. “Kami siap bersinergi, untuk hubungan yang saling membutuhkan dan memberi manfaat. Banyak peluang kerja sama, termasuk dalam program kampus merdeka, dan sektor lainnya,” kata Wiyatiningsih.
Kolaborasi juga bisa dengan banyaknya pusat studi di UKDW seperti pusat studi kesehatan komunitas, pusat studi agama-agama, pusat studi ekonomi dan bisnis, sampai pusat studi inklusi. “Yang paling baru pusat studi inklusi yang berasal dari multi disiplin ilmu. Inklusivitas menjadi bagian dari visi misi kami, agar semua orang bisa mendapat akses, fasilitas, dan layanan yang layak. Ini menjadi unggulan dari UKDW,” katanya. (BC)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Milad Aisyiyah ke-109 di Jogja dihadiri 500 peserta. Tekankan dakwah kemanusiaan, UMKM, dan penguatan sosial perempuan.
Ketimpangan antara jumlah advokat profesional dan masyarakat pencari keadilan di Indonesia masih menjadi isu sistem peradilan.
Kemkomdigi mengkaji aturan wajib nomor HP untuk registrasi akun media sosial guna memperkuat keamanan dan akuntabilitas ruang digital.
Seiring perkembangan teknologi ada metode yang disebut dengan backfilling untuk mengelola limbah tambang agar tak merusak lingkungan.
Pemkab Bantul memastikan tidak lagi membuka rekrutmen honorer baru dan fokus menyelesaikan tenaga non-ASN melalui skema PPPK.
Sam Altman mengungkap Gen Z kini memakai ChatGPT sebagai penasihat hidup, berbeda dengan generasi tua yang masih menggunakannya seperti Google.