Groundbreaking PSEL Bali, Pemerintah Bidik Energi Bersih dari Sampah
PSEL Bali resmi dibangun dengan target mengolah 1.500 ton sampah per hari, menghasilkan energi listrik dan membuka sekitar 1.200 lapangan kerja hijau.
Ilustrasi hewan ternak - Freepik
Harianjogja.com, KULONPROGO—Program vaksinasi penyakit antraks pada hewan ternak terus digencarkan Pemkab Kulonprogo. Terbaru, Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo, melakukan vaksinasi di Kapanewon Girimulyo untuk melindungi populasi ternak dari penyakit serius yang dapat membahayakan ternak.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo Trenggono Trimulyo di Kulonprogo, Senin, mengatakan vaksinasi antraks sangat penting. Antraks adalah penyakit yang mematikan dan dapat menyebabkan kerugian besar bagi para peternak.
"Oleh karena itu, kami berupaya keras untuk melindungi ternak di wilayah Girimulyo dengan menggelar vaksinasi massal ini. Kami juga berterima kasih kepada 8 tim petugas puskeswan yang telah dengan antusias melibatkan diri dalam kegiatan ini," kata Trenggono, Senin (30/10/2023).
Ia mengatakan selama kegiatan vaksinasi, petugas puskeswan bekerja dengan cermat untuk memastikan bahwa setiap ternak menerima vaksinasi yang sesuai. Untuk memastikan pelaksanaan yang efektif, Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo telah melibatkan delapan tim petugas puskeswan yang telah terlatih dengan baik.
Selain itu, mereka memberikan informasi kepada peternak tentang tata cara perawatan ternak yang baik.
Program vaksinasi antraks ini adalah salah satu langkah penting dalam upaya menjaga kesehatan ternak dan mendukung pertanian di wilayah Girimulyo.
BACA JUGA: Piala Dunia U-17: Timnas Indonesia Petakan Kekuatan Lawan di Penyisihan
"Kami berharap dengan upaya bersama ini, populasi ternak akan terlindungi dari antraks, dan peternak dapat terus mengembangkan usaha mereka," katanya.
Lebih lanjut, Trenggono mengatakan kegiatan vaksinasi antraks ini merupakan contoh nyata dari kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, peternak, dan petugas kesehatan hewan dalam menjaga kesehatan hewan ternak dan mendukung pertanian lokal. "Kami berharap ternak di Kulonprogo sehat dan bebas dari penyakit," katanya.
Sementara itu, seorang peternak di Girimulyo Tukimin menyambut baik kegiatan ini. Ia mengatakan kesehatan ternak adalah prioritas bagi peternak di wilayah ini.
"Kami sangat bersyukur atas inisiatif dari Dinas Pertanian dan Pangan Kulonprogo yang telah mengadakan vaksinasi antraks ini. Ini akan membantu melindungi ternak kami dari penyakit berbahaya," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
PSEL Bali resmi dibangun dengan target mengolah 1.500 ton sampah per hari, menghasilkan energi listrik dan membuka sekitar 1.200 lapangan kerja hijau.
Kejagung menyiapkan kantor sementara dan pejabat struktural untuk operasional tujuh Kejari baru yang dibentuk melalui Perpres Nomor 40 Tahun 2026.
Kasus kebakaran lahan di Gunungkidul meningkat menjadi 15 kasus selama musim kemarau. Warga diminta tidak membakar sampah sembarangan.
Kuasa hukum Raudi Akmal menilai sejak awal tidak ada dua alat bukti yang cukup usai PN Sleman mengabulkan sebagian praperadilan.
Polresta Jogja mulai memeriksa lima tersangka baru kasus Little Aresha Daycare. Total tersangka kini mencapai 32 orang dengan 157 korban anak.
Sekolah Nasional Terintegrasi mulai berjalan di 17 kabupaten/kota pada tahun ajaran 2026-2027 untuk memperluas pemerataan mutu pendidikan.