Waduh! Produktivitas Beras di Sleman Menurun

Jumali
Jumali Kamis, 02 November 2023 21:47 WIB
Waduh! Produktivitas Beras di Sleman Menurun

Stok beras - Freepik

Harianjogja.com, SLEMANDinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Sleman memperkirakan produksi beras tahun di wilayahnya menurun. Meski menurun, Pemkab Sleman mengkaim stok beras aman hingga akhir tahun.

"Tapi ongkone pangapunten ya saya belum bisa memberitahhu. Sebab, neraca bahan pangan setiap bulan harus adah itungannya gitu. Jadi saya enggak enggak bisa menghapal. Meski agak turun tapi tidak terlalu banyak," kata Kepala DP3 Sleman Suparmono, Kamis (2/11/2023).

Meski ada penurunan, Suparmono meminta masyarakat untuk tidak khawatir. Karena, tahun kemarin produktivitas beras di Sleman mengalami surplus. "Hitungan,  kami di tahun kemarin kami masih surplus 80.000 ton setahun. Surplus  itu kalau sekarang ada kemarau ada macam-macam ya mungkin surplusnya yang turun. Harapannya kami masih di atas 60.000 ton tahun ini," jelasnya.

BACA JUGA: Diduga karena Korupsi Kementan, 19 Proyek Pembangunan Irigasi di Bantul Batal

Terpisah, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman akan  menggelar pasar murah pada bulan November dan Desember 2023.

Pasar murah digelar sebagai upaya menekan tingginya harga beras dan sejumlah komoditas pangan lainnya pada beberapa waktu terakhir.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman Mae Rusmi Suryaningsih mengatakan, pasar murah yang digelar kali ini bukanlah kali pertama. Sebab, sebelumnya, Disperindag Sleman telah mengggelar pasar murah di 17 kapanewon pada 25 September 2023 hingga 6 Oktober 2023.

Diharapkan dengan adanya pasar murah maka mampu menurunkan harga beras yang saat ini cukup tinggi di pasaran. Rata-rata harga beras premium di Sleman, per Jumat (27/10/2023), dibanderol Rp13.812 per kilogram, sedangkan beras medium dibanderol Rp12.812 per kilogram.

"Oktober kemarin kami telah melakukan pasar murah di 17 kapanewon dengan serapan setiap kapanewon 8 ton beras. Nanti November pertengahan akan kami adakan pasar murah untuk 17 kapanewon. Desember kita juga sediakan pasar murah untuk 17 kapanewon," kata Mae Rusmi.

Selain menggelar pasar murah, Disperindag Sleman juga berupaya menekan harga beras dan memastikan keberadan beras dengan menggelar operasi pasar di lima pasar. Adapun kelima pasar lokasi operasi pasar di antaranya adalah Gamping, Tempel, Prambahan dan Pakem. "Nanti kami juga akan merambah ke pasar lainnya. Ini untuk memastikan masyarakat mendapatkan beras murah," lanjut Mae Rusmi.

Mae memperkirakan tingginya harga beras saat ini tidak lepas dari dampak fenomena el nino. Selain itu juga pengaruh belum dimulainya masa tanam petani di Sleman sebagai dampak pematian air di Selokan Mataram. "Mudah-mudahan bisa segera tanam kembali. Saat ini stok beras di Sleman cukup sampai Desember nanti," jelasnya.

BACA JUGA: Kejati DIY Kantongi 2 Bukti Keterlibatan Lurah Maguwoharjo dalam Kasus Mafia Tanah Kas Desa

Kepala Bidang Usaha Perdagangan Disperindag Sleman, Kurnia Astuti mengatakan ada pembatasan pembelian yang diterapkan pihaknya saat digelarnya pasar murah di 17 kapanewon pada 25 September 2023 hingga 6 Oktober 2023.

Pembatasan jumlah diberlakukan untuk beberapa komoditas. Untuk beras kualitas medium dibatasi maksimal 10 kilogram per orang, beras kualitas premium juga dibatasi maksimal 10 kilogram per orang. Selain itu, minyak goreng (Minyakita) hanya boleh dua liter per orang.

"Untuk gula pasir batas pembeliannya maksimal lima kilogram per orang. Tepung terigu maksimal 5 kilogram per orang, dan telur ayam maksimal 2 kilogram per orang," katanya.

Sementara untuk harga yang ditawarkan, beras medium SHPT/5 kilogram dibanderol Rp51.000, beras premium bawana/5 kilogram dibanderol Rp59.000, beras premium beraskita/5 kilogram dijual Rp58.000. Untuk gula pasir maniskita/ 1 kilogram dijual Rp12.000, minyakita / 1 liter dijual Rp11.500, tepung terigu tulip/1 kilogram dijual Rp8.500, telur ayam/ 1 kilogram dijual Rp22.000 dan kerkas ayam broiler per ekor dijual Rp33.500.

"Untuk pembeli ada syarat yakni harus ber-KTP atau berdomisili di Sleman. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan dokumen yang sah atau surat keterangan domisili dari pemerintah setempat. Kami juga minta agar pembeli membawa kantong belanja sendiri," lanjut Nia.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online