MTQ Nasional 2026 di Jateng Jadi Panggung UMKM 35 Provinsi
Sebanyak 35 provinsi diberi ruang untuk membawa dan menawarkan produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) masing-masing dalam pameran
Tim Srikandi PLN Jateng DIY melalui Program Srikandi Movement menyalurkan bantuan air bersih ke Kabupaten Kulon Progo, untuk 1675 jiwa di Kelurahan Giripurwo Kapanewon Girimulyo Kulonprogo (31/10/2023). Ist
JOGJA—Melalui Srikandi PLN, perusahaan berperan aktif memberdayakan perempuan (women empowerment) di internal perseroan maupun sosial masyarakat untuk meningkatkan kemandirian secara ekonomi sehingga membentuk dan meningkatkan karakter yang akan menjadi ciri khas dari setiap Srikandi PLN.
Srikandi PLN sebagai komunitas perempuan yang selalu aktif mendukung berbagai kegiatan dalam berkarya dan berprestasi dengan beragam peran .
Tim Srikandi PLN Jateng DIY melalui Program Srikandi Movement menyalurkan bantuan air bersih ke Kabupaten Kulon Progo, untuk 1675 jiwa di Kelurahan Giripurwo Kapanewon Girimulyo Kulonprogo (31/10/2023).
BACA JUGA: Aksi Bela Palestina, Polisi: Hati-hati Ditunggangi Kelompok Teroris
Kegiatan ini merupakan respon dari Tim Srikandi PLN dalam menghadapi cuaca panas yang berkepanjangan di daerah Kulonprogo. Kegiatan tersebut turut dihadiri BPBD Kulon Progo, Kelurahan Giripurwo, Bhabinkamtibmas Giripurwo serta Karang Taruna Padukuhan Kepundung.
Budi Prastawa selaku Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kulon Progo menyampaikan apresiasinya kepada PLN yang telah memberikan bantuan air bersih kepada warga kelurahan Giripurwo.
BPBD Kulon Progo telah menetapkan status tanggap darurat bencana kekeringan sebanyak 7 kapanewon atau sekitar 20 kelurahan yang terdampak kekeringan.
Sementara Parjono, Kaur Umum Kelurahan Giripurwo menyebut jika lokasi yang mengalami kekeringan di sepanjang Kelurahan Giripurwo bukan hanya pedukuhan kepundung yang membutuhkan kepedulian air bersih tapi masih ada 5 pedukuhan yang membutuhkan supply ataupun bantuan air bersih seperti siang ini
Salah satu warga Dusun Kepundung ,Sumarni menyampaikan bahwa sebelum bantuan ini berlangsung, dirinya bersama warga lainnya hanya bisa ke sumur kecil, baik untuk mencuci maupun konsumsi sehari hari. Padahal kebutuhan warga terkait air cukup banyak sementara pasokan air sangat minim.
Menanggapi hal tersebut, Ririn Harwati, selaku Perwakilan Tim Srikandi PLN Jateng DIY menyampaikan bahwa Tim Srikandi saat ini memiliki program bantuan air untuk Dusun Kepundung yang harapannya bisa membantu mengatasi kekeringan yang terjadi di Dukuh Kepundung.
Lebih jauh, Ririn menyampaikan bahwa latar belakang dari penyelenggaraan Tim Srikandi ini adalah untuk meningkatkan peran Perempuan melalui program-program pengarusutamaan gender dan women empowerment. Selain itu. Program Kerja dalam Tim Srikandi ini meliputi Kebijakan dan Advokasi, Budaya dan Karakter, Capacity Building, Infrastruktur dan TJSL.
Sementara bantuan air tersebut merupakan salah satu sub program dari program kerja infrastruktur dan TJSL. Ririn juga menambahkan harapannya bantuan yang diberikan oleh Tim Srikandi PLN bisa bermanfaat bagi Pedukuhan Kepundung.
Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bantuan air bersih secara simbolis kepada warga setempat. Rangkaian kegiatan bantuan yang dilaksanakan di salah satu balai milik warga setempat tersebut kemudian menuai banyak respon positif baik dari warga maupun pemerintah setempat. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 35 provinsi diberi ruang untuk membawa dan menawarkan produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) masing-masing dalam pameran
Empat wisatawan terseret ombak Pantai Jungwok Gunungkidul saat hendak berfoto. Seorang wisatawan asal Solo meninggal dunia.
Kemenhub mendirikan posko darurat di Pelabuhan Trisakti untuk menangani insiden Kapal Virgo Transport 8 yang hilang kontak di Masalembo.
DPRD DIY mendorong penanganan kekeringan melibatkan seluruh OPD, tidak hanya BPBD, dengan dukungan koordinasi dan anggaran memadai.
Debit Sungai Tinalah Kulonprogo surut saat kemarau. Kondisi ini membuat wisata keceh diminati, tetapi wisatawan diminta tetap waspada.
Kejagung mengungkap Ferry Boboho mengembalikan Rp5 miliar pada Agustus 2026. Uang itu bagian dari Rp40 miliar Tan Kian.