Imunisasi Anak Sekolah di Gunungkidul Tembus 96,8%, Penyisiran Masih Berlanjut
BIAS Gunungkidul mencapai 96%. Dinkes terus melakukan penyisiran untuk meningkatkan cakupan vaksinasi siswa kelas 1, 2, dan 5.
Proses evakuasi korban terseret ombak di Pantai Jungwok di Kalurahan Jepitu, Girisubo, Minggu (13/9/2026)/Istimewa/Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 1 Pelabuhan Sadeng.\r\n\r\n\r\n
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Empat wisatawan terseret ombak saat hendak berfoto di bebatuan Pantai Jungwok, Kalurahan Jepitu, Girisubo, Gunungkidul, Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 10.30 WIB. Seorang wisatawan asal Solo, Walini, 39, meninggal dunia setelah diduga terlalu banyak minum air laut.
Peristiwa tersebut bermula ketika Walini bersama rombongan wisatawan asal Kecamatan Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah, tiba di Pantai Jungwok sekitar pukul 10.00 WIB. Sekitar 30 menit kemudian, Walini bersama enam temannya hendak berfoto di kawasan bebatuan pantai.
Namun, tiba-tiba ombak besar menerjang lokasi tersebut. Empat orang kemudian terseret ke laut.
Selain Walini, tiga wisatawan lain yang ikut terseret ombak yakni Dini Kurniati, 31, yang dilaporkan selamat. Maria Kristanti, 46, harus mendapatkan perawatan karena mengalami sesak napas setelah minum air laut.
Sementara itu, Wijinem, 50, mengalami luka gores akibat terbentur bebatuan.
Tim SAR Langsung Lakukan Pertolongan
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah 1 di Pelabuhan Sadeng, Sunu Handoko, mengatakan pihaknya langsung melakukan pertolongan setelah menerima laporan adanya wisatawan yang terseret ombak di Pantai Jungwok.
Proses penyelamatan dilakukan dengan berenang menuju tengah laut. Petugas juga melemparkan tali pelampung untuk membantu menyelamatkan para wisatawan yang terseret.
Menurut Sunu, keempat korban berhasil diselamatkan dari laut. Namun, kondisi Walini saat itu sudah tidak sadarkan diri sehingga langsung dibawa ke Puskesmas Girisubo untuk mendapatkan pertolongan medis.
“Sayangnya tidak bisa diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia. Penyebab kematian diduga korban kebanyakan minum air laut,” katanya.
Wisatawan Diminta Waspadai Ombak Pantai
Kasat Polair Polres Gunungkidul, AKP Wawan Anggoro, membenarkan adanya kecelakaan laut yang mengakibatkan seorang wisatawan meninggal dunia di Pantai Jungwok.
Dia mengingatkan wisatawan agar tetap menjaga keselamatan diri ketika beraktivitas di kawasan pantai. Menurutnya, tujuan wisata memang untuk bersenang-senang, tetapi faktor keselamatan tetap harus menjadi perhatian.
“Tujuan berkunjung adalah untuk bersenang-senang, tapi tetap harus memperhatikan keselamatan diri,” katanya.
Wawan berharap kejadian kecelakaan laut di Pantai Jungwok yang menyebabkan seorang pengunjung meninggal dunia dapat menjadi pembelajaran bersama. Wisatawan diminta tidak mengabaikan kondisi lingkungan sekitar ketika berada di kawasan pantai.
“Yang tak kalah penting adalah terus berhati-hati dan mematuhi arahan dan peringatan petugas SAR di sekitar pantai,” katanya.
Kewaspadaan wisatawan menjadi penting, terutama ketika berada di sekitar bebatuan dan area yang berhadapan langsung dengan ombak. Arahan serta peringatan petugas SAR juga perlu dipatuhi demi menjaga keselamatan bersama.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BIAS Gunungkidul mencapai 96%. Dinkes terus melakukan penyisiran untuk meningkatkan cakupan vaksinasi siswa kelas 1, 2, dan 5.
Virgo Transport 8 rute Surabaya-Banjarmasin hilang kontak di Laut Jawa. Kapal sempat melaporkan cuaca buruk dan kondisi miring.
PGI mengecam kekerasan terhadap warga sipil di Papua dan mendesak penghentian kekerasan serta pembukaan ruang dialog kemanusiaan.
Jusuf Kalla menyoroti banyaknya sarjana menganggur. Setiap tahun 1 juta sarjana keluar, sementara lapangan kerja dinilai terbatas.
Empat wisatawan terseret ombak Pantai Jungwok Gunungkidul saat hendak berfoto. Seorang wisatawan asal Solo meninggal dunia.
Kemenhub mendirikan posko darurat di Pelabuhan Trisakti untuk menangani insiden Kapal Virgo Transport 8 yang hilang kontak di Masalembo.