Waspada, WHO Tetapkan Ebola Kongo-Uganda Darurat Kesehatan Global
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Pembeli memilih cabai rawit merah di Pasar Beringharjo, Jogja, Sabtu (4/11/2023). – Harian Jogja/Alfi Annisa Karin\r\n\r\n
Harianjogja.com, JOGJA—Harga komoditas cabai rawit merah di Kota Jogja beberapa waktu terakhir terpantau meroket. Kenaikan harga ini disebabkan oleh kondisi kemarau yang berkepanjangan.
Salah satu pedagang sayur di Pasar Beringharjo Ida Chabibah menyebut hampir seluruh sayuran harganya meroket. Khusus cabai rawit merah kenaikan harga terjadi sejak dua minggu terakhir. "Dalam seminggu kenaikan bisa sampai lima kali," kata Ida, Sabtu (4/11/2023).
Dia menuturkan, cabai rawit merah hari ini mencapai harga tertingginya, yakni Rp85.000/kg. Disusul oleh cabai jenis rawit hijau dan keriting merah seharga Rp70.000/kg. Lalu, cabai merah besar dibanderol Rp45.000/kg.
Ida mengatakan harga cabai diprediksi akan terus merangkak naik. Bahkan, menurutnya bukan tak mungkin bisa menyentuh harga Rp100.000/kg. Padahal, seharusnya pada musim kemarau harga sayuran justru turun. Namun, kemarau yang berkepanjangan menjadikan berkurangnya stok di petani. Dia dan pedagang lainnya juga tak berani berspekulasi dalam menyediakan stok. "[Stok] sesuai kebutuhan hari itu saja," kata Ida yang juga sebagai Ketua Paguyuban Ayem Tentrem Pasar Beringharjo Timur ini.
BACA JUGA: Lurah Maguwoharjo Tersangka Kasus Mafia Tanah Kas Desa Dipasangi Gelang Kaki GPS
Menurut Ida, meski harga meroket daya beli masyarakat tetap terbilang stabil. Ini lantaran sayuran termasuk dalam kebutuhan pangan yang akan terus dicari, meskipun jumlah yang dibeli lebih sedikit dibanding biasanya. Sebagai langkah antisipasi tingginya harga cabai, lanjut Ida, biasanya pembeli membeli cabai dalam jumlah banyak saat harga miring. Lalu cabai dikeringkan dan digunakan saat harga sedang tinggi. "Mereka pas harga murah stok untuk dikeringkan," katanya.
Penjabat Wali Kota Jogja Singgih Raharjo menuturkan akan menelusuri penyebab tingginya harga cabai beberapa waktu terakhir. Jika nantinya berkaitan dengan mahalnya biaya transportasi, maka pihaknya akan memberikan subsidi. Penambahan stok dan intervensi harga juga akan dilakukan.
"Kami pantau terus, kemudian kita akan lakukan intervensi dengan koordinasi antara Bulog, kemudian juga dari Dinas Perdagangan, Bank Indonesia, Tim Pengendalian Inflasi Daerah [TPID]. Nanti kami lakukan koordinasi," ujar Singgih.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
IHSG hari ini ditutup amblas 3,54% ke level 6.094,94. Investor panik merespons rencana aturan eksportir tunggal BUMN di bawah PT Danantara.
Kurs rupiah hari ini ditutup melemah ke Rp17.667 per dolar AS imbas sinyal kenaikan suku bunga The Fed dan penutupan Selat Hormuz akibat perang.
Polres Temanggung tangkap penimbun Pertalite berinisial SS di Parakan. Pelaku modifikasi tangki Hyundai Atos dan gunakan banyak barcode palsu.
Penjualan hewan kurban di Bantul jelang Iduladha tidak merata, sebagian naik tajam, sebagian turun meski harga meningkat.
Nilai Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) di Jawa Tengah pada 2025 mencapai 86,72 atau mengalami peningakatan 0,88 dibandingkan tahun sebelumnya.