Pengguna BPJS PBI di Jogja: Bikin Tenang, Tak Perlu Pikir Biaya
Peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mengaku mendapatkan pelayanan yang sama dengan pasien umum saat menjalani perawatan di Rumah Sakit DKT
CEO CV. Smart Batik Indonesia, Miftahudin Nur Ihsan, memegang dua sertifikat HKI.ist
JOGJA—Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Kota Yogyakarta meluncurkan program Satria Harsa PDIN (Strategi Kolaborasi Pengelolaan HKI IKM melalui Agregasi Konsiliasi Fasilitasi Pusat Desain Industri Nasional).
Program ini muncul dari hasil survei yang menunjukkan Industri Kecil Menengah (IKM) di Kota Yogyakarta masih memahami Hak Atas Kekayaan Intelektual (HKI) hanya sebagai proteksi terhadap merek dagang. Oleh karena itu, program ini berusaha memberikan kesadaran akan potensi HKI untuk komersialisasi.
BACA JUGA: Anak Muda Diajak Peduli Kelestarian Batik Lewat Diskusi di Hotel The 1O1 Yogyakarta Tugu
Kepala Dinas Perindustrian Koperasi UKM Kota Yogyakarta, Tri Karyadi Riyanto Raharjo (Totok), menyatakan bahwa program ini sejalan dengan salah satu isu utama reformasi birokrasi tematik yang didorong oleh pemerintah pusat melalui Peraturan Menpan RB Nomor 3 Tahun 2023, yaitu peningkatan investasi.
Dengan adanya pengelolaan HKI yang baik dan bernilai komersial, potensi investasi yang masuk ke Kota Yogyakarta untuk pelaku IKM akan semakin meningkat. Totok menambahkan setidaknya ada tiga layanan yang diberikan Satria Harsa PDIN, yaitu proteksi HKI, dukungan kreasi dan inovasi desain, dan komersialisasi HKI yang semuanya dilakukan melalui IP Agency Satria Harsa PDIN.
Program ini disambut positif oleh pelaku IKM di Kota Yogyakarta. Salah satunya adalah Miftahudin Nur Ihsan, melalui usahanya CV. Smart Batik Indonesia (Sm-art Batik).
CV. Smart Batik Indonesia merupakan perusahaan batik yang memiliki lebih dari 200 motif batik unik, seperti batik bertema matematika, kimia, sosial, teknologi, olahraga, dan bahasa. Selain itu, saat ini perusahaan telah menjadi mitra dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) untuk mengembangkan industri batik sawit yang penuh dengan potensi HKI.
CEO CV. Smart Batik Indonesia, Miftahudin Nur Ihsan (Ihsan), mengakui bahwa sebelumnya banyak misinformasi yang diperoleh terkait dengan HKI, sehingga ia menganggap HKI tidak terlalu penting. Namun setelah mengikuti serangkaian kegiatan Satria Harsa PDIN, khususnya ketika memperoleh sosialisasi dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM DIY, ia menjadi paham akan pentingnya HKI dan potensi komersialisasinya.
Setelah mengikuti Program Satria Harsa PDIN, Ihsan mulai membuat timeline untuk mengurus HKI. Dalam waktu seminggu, Ihsan sudah mendaftarkan dua motif batiknya dengan biaya mandiri dan saat ini telah memperoleh sertifikat Hak Cipta, yaitu batik dengan tema matematika dan perkebunan sawit.
Dari pendaftaram dua motif tersebut, dalam seminggu terakhir Ihsan dapat memperoleh royalti diatas dua juta rupiah karena desainnya digunakan oleh perusahaan batik lain. Selain itu, batik yang sudah memperoleh sertifikat HKI tersebut juga semakin dipercaya publik, sehingga ada pesanan sampai dengan ratusan pcs melalui akun shopee usahanya smart_batik_indonesia.
Ihsan menambahkan, targetnya semua motifnya akan di daftarkan Hak Cipta dan Desain Industri, Selain Hak Cipta dan Desain Industri, Ihsan dalam waktu dekat akan berkonsultasi dengan IP Agency Satria Harsa PDIN terkait potensi paten dari pembuatan malam dari bahan sawit dan pewarna dari sawit. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mengaku mendapatkan pelayanan yang sama dengan pasien umum saat menjalani perawatan di Rumah Sakit DKT
BMKG memprediksi hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah DIY hingga 20 Mei 2026 akibat pengaruh fenomena MJO.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit melantik Kalemdiklat Polri, lima kapolda baru, dan satu pejabat utama Mabes Polri di Jakarta.
Balapan MotoGP Catalunya 2026 dua kali dihentikan setelah kecelakaan beruntun melibatkan Alex Marquez, Bagnaia, Zarco, dan Acosta.
Persija Jakarta U20 menjadi juara EPA Super League U20 2025/2026 setelah menang 1-0 atas Malut United U20 di partai final.
Polisi menembak kaki pelaku pemerkosaan dan penyekapan wanita asal Kalimantan Utara di Makassar saat mencoba melawan ketika ditangkap.