46 Persen Lulusan SMA SMK DIY Ingin Kuliah, Ini Tantangannya
Minat kuliah lulusan SMA dan SMK di DIY naik menjadi 46%, tetapi 30% calon mahasiswa berasal dari keluarga rentan secara ekonomi.
Fashion Show yang dilakukan Komunitas Perempuan Berkebaya Yogyakarta di kawasan wisata Malioboro, Kota Jogja, pada Sabtu (4/10/2025) sore. - Harian Jogja/ Ariq Fajar Hidayat.
Harianjogja.com, JOGJA—Suasana kawasan wisata Malioboro, Kota Jogja, pada Sabtu (4/10/2025) sore berubah semarak dengan kehadiran puluhan perempuan berkebaya yang menari dan berlenggak-lenggok di atas pedestrian.
Dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional yang jatuh pada 2 Oktober, Komunitas Perempuan Berkebaya Yogyakarta menggelar pertunjukan tari dan fashion show menggunakan selendang batik dari berbagai daerah di Indonesia.
Ketua Komunitas Perempuan Berkebaya Yogyakarta, Tinuk Suhartini, mengatakan kegiatan ini menjadi momen penting untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap batik sebagai warisan budaya bangsa. Ia menjelaskan bahwa batik merupakan simbol identitas budaya Indonesia sekaligus warisan dunia yang telah diakui UNESCO.
“Peringatan Hari Batik Nasional tahun ini bertujuan untuk membangkitkan kembali kecintaan terhadap batik. Terlebih bagi kami, Komunitas Perempuan Berkebaya Yogyakarta, batik adalah bagian yang tak terpisahkan dari kebaya sebagai busana khas para anggotanya,” jelas Tinuk Suhartini, Sabtu (4/10/2025).
Dengan peringatan Hari Batik Nasional ini, masyarakat diharapkan semakin sadar dan bangga mengenakan batik sebagai bagian dari budaya Indonesia. Ia juga mengajak masyarakat untuk memakai batik dengan rasa bangga dan cinta terhadap negeri.
Dalam acara tersebut, komunitas menampilkan fashion show selendang batik yang berasal dari berbagai daerah seperti Yogyakarta, Solo, Pekalongan, Cirebon, Kalimantan, dan Betawi. Tinuk menjelaskan bahwa selendang dipilih karena memiliki makna filosofis yang kuat.
“Selendang dianggap sebagai penghubung dengan akar budaya, sementara warna dan motif batiknya mengandung pesan yang diwariskan turun-temurun. Selain itu, selendang juga mempercantik penampilan perempuan saat berkebaya,” terangnya.
Tak hanya fashion show, penampilan tari berjudul Wanodya Indonesia (Perempuan Indonesia) juga menjadi daya tarik tersendiri. Tarian ini merupakan karya orisinal Komunitas Perempuan Berkebaya — mulai dari lagu, lirik, hingga gerakannya.
Tinuk menambahkan, pemilihan Malioboro sebagai lokasi pertunjukan dilakukan karena kawasan ini merupakan ikon Kota Jogja, sehingga masyarakat dan wisatawan bisa langsung menyaksikan dan merasakan semangat pelestarian batik.
Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari pengunjung, termasuk wisatawan mancanegara. Joanne, turis asal Australia, mengaku terkesan dengan penampilan komunitas tersebut.
“Pertunjukan ini sangat mengesankan dan menampilkan budaya Indonesia dengan cara yang unik. Menyaksikan tarian dan fashion show di pinggir jalan seperti ini adalah pengalaman luar biasa,” ujar Joanne.
Ia menambahkan, sebelumnya sudah mengenal batik dan bahkan memiliki koleksi pribadi.
“Saya sudah tahu batik, itu pakaian yang fantastis. Mereka punya ciri khas tersendiri dibanding pakaian pada umumnya. Saya juga membeli batik kemarin,” imbuhnya.
Pertunjukan ditutup dengan sesi menari bersama pengunjung Malioboro diiringi lagu Tabola Bale yang tengah naik daun, menciptakan suasana hangat dan akrab di tengah keramaian jalan ikonik Kota Jogja tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Minat kuliah lulusan SMA dan SMK di DIY naik menjadi 46%, tetapi 30% calon mahasiswa berasal dari keluarga rentan secara ekonomi.
9 negara mencatatkan kenaikan ranking paspor pada 2025-2026. UEA, India, Arab Saudi hingga Pakistan mengalami peningkatan mobilitas.
Masalah sampah di DIY yang terus berdinamika tak hanya dijawab dengan keluhan di Garrya Bianti Yogyakarta
Institut Seni Indonesia (ISI) Jogja menerima 1.899 mahasiswa baru pada tahun akademik 2026/2027. Mereka terpilih setelah bersaing dengan 12.737 pendaftar dari b
Persib Bandung tinggal membutuhkan satu kemenangan untuk memastikan tiket ke fase grup AFC Champions League 2 2026-2027. Manila Digger FC menjadi lawan yang har
Capaian ini menjadi bukti keseriusan Pemkot Magelang dalam memenuhi hak pendidikan bagi seluruh anak, tanpa terkecuali.