Sampah Visual di Jogja Harus Ditertibkan, Jangan Tunggu Laporan Warga
Penataan sampah visual di Jogja diminta dilakukan berkelanjutan. Sumbo Tinarbuko meminta penertiban reklame liar tak menunggu aduan warga.
Foto ilustrasi Koperasi Desa Merah Putih. / Foto dibuat menggunakan Artifical Intelligence ChatGPT
Harianjogja.com, JOGJA–Ratusan pengrajin batik bergabung sebagai anggota Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kota Jogja. Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja optimis, keberadaan KDMP mampu meningkatkan perekonomian pengrajin batik tersebut.
Kepala Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM (Dinperinkopukm) Kota Jogja, Tri Karyadi Riyanto Raharjo menuturkan ada 342 orang warga yang menjadi anggota KDMP di Kota Jogja yang berasal dari pekerja di sektor produksi hingga pemasaran batik. Dari jumlah tersebut 41 orang pekerja merupakan pemegang Kartu Menuju Sejahtera (KMS).
“Ini menjadi upaya untuk pengentasan kemiskinan di Kota Jogja,” katanya, Minggu (5/10/2025).
Tri menambahkan upaya pengentasan kemiskinan pada pengrajin batik tersebut dilakukan dengan memberikan kewenangan kepada KDMP yang anggotanya merupakan pengrajin batik tersebut untuk memproduksi batik Segoro Amarto Reborn yang akan digunakan sebagai seragam Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Jogja.
“Namun nanti pemanfaatannya [Batik Segoro Amarto Reborn] tidak hanya sebatas bagi seragam ASN, tetapi juga dapat digunakan masyarakat umum, sehingga pemasarannya bisa menembus pasar luar daerah,” katanya.
Dia pun mendorong agar KDMP yang memproduksi batik tersebut menjalin kemitraan dengan pihak lain untuk memperluas pemasaran produk tersebut. Namun, menurut Tri, produksi batik tersebut hanya dapat dilakukan oleh pengrajin batik di Kota Jogja. Pihaknya pun akan memberikan somasi ketika ada batik yang mirip dengan batik Segoro Amarto Reborn yang diproduksi bukan oleh pengrajin di Kota Jogja.
“Ada perjanjian bahwa cap tidak boleh digandakan, karena Hak Kekayaan Intelektual [HAKI] sudah dimiliki Pemkot, jadi yang punya hak produksi adalah binaan kami,” katanya.
Sementara Kepala Bidang Koperasi Dinperinkopukm Kota Jogja, Emy Indaryati menuturkan penggunaan seragam batik tersebut akan dimulai pada 7 Oktober 2025. Sebelum itu, pada 6 Oktober 2025 akan ada peragaan busana batik tersebut dengan delapan perwakilan perangkat daerah yang menggunakan. Dia berharap adanya produksi batik tersebut mampu meningkatkan ekonomi pengrajin batik.
“Kami akan membuat forum pertemuan KDMP di Kota Jogja untuk mendorong pengembangnnya nanti,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penataan sampah visual di Jogja diminta dilakukan berkelanjutan. Sumbo Tinarbuko meminta penertiban reklame liar tak menunggu aduan warga.
Bareskrim menyelidiki 15 perusahaan yang diduga menjadi sponsor 321 WNA dalam kasus sindikat judi online Hayam Wuruk.
Xpeng G6 AWD resmi meluncur di Indonesia dengan motor ganda, tenaga 358 kW, akselerasi 4,13 detik, dan identitas baru Black Edition.
Prof Sarwidi menilai mitigasi gempa menjadi penentu dampak bencana. Perbedaan kerusakan di Venezuela dan Jepang menjadi pelajaran bagi Indonesia.
Simak contoh surat referensi kerja yang benar, fungsi, manfaat, serta format resmi yang dapat meningkatkan peluang diterima di perusahaan.
Rektor Prof. Hari Purnomo mengajak alumni membangun growth mindset untuk menghadapi AI dan tantangan global.