2.935 Atlet Ramaikan Taekwondo Gubernur Jateng Cup 2026
Sebanyak 2.935 atlet ikuti Gubernur Jateng Cup Taekwondo 2026 di Semarang, jadi ajang pembinaan atlet muda berprestasi.
Gelaran pelatihan aksara Jawa yang diinisiasi oleh BPO Disdikpora DIY di Ross in Hotel digelar sejak 7-9 November 2023. Ada sebanyak 50 peserta yang terlibat/ Harianjogja (Harian Jogja/Alfi Annissa Karin)
JOGJA–Sebanyak 50 pemuda di DIY mengikuti gelaran pelatihan bahasa dan asara Jawa di Hotel Rose in Yogyakarta. Pelatihan yang dilaksanakan pada 7-9 November 2023 ini diinisiasi oleh Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY. Pegiat aksara Jawa dari Komunitas Aksara Pacibita juga digandeng untuk menjadi narasumber pada gelaran ini.
Kepala Seksi Pemuda BPO Disdikpora DIY, Rini Admiwati menuturkan para peserta mendapatkan materi yang berbeda-beda di setiap harinya. Misalnya, pada hari pertama peserta diajak untuk mengenal aksara Jawa dasar dengan metode Carangapak. Dilanjutkan dengan mengenal aksara pasangan. Lalu pada hari kedua peserta diberi materi terkait dengan sandhangan dan prinsip dasar tata tulis aksara Jawa. Peserta juga mencoba dan mempraktikan teori yang sudah didapatkan dengan cara menulis secara manual dan digital.
“Lalu pada hari ketiga peserta praktik membaca serat dan ada evaluasi,” kata Rini, Kamis (9/11/2023).
Rini menyebut kegiatan ini sepenuhnya dibiayai oleh Dana Keistimewaan DIY tahun 2023. Sekaligus menjadi salah satu program BPO Disdikpora DIY dalam melestarikan budaya Jawa. Menurutnya, pelatihan bahasa dan aksara Jawa penting dilakukan di tengah gempuran budaya-budaya luar negeri yang menjamur di Indonesia. Pada zaman yang serba modern seperti saat ini anak muda cenderung enggan mempelajari budaya Jawa, khususnya aksara Jawa.
“Pelatihan aksara Jawa ini juga sekaligus untuk memelihara dan lebih membumikan bahasa dan sastra Jawa di kalangan pemuda,” ujarnya.
Dia berharap kegiatan ini dapat membentuk kepribadian pemuda yang mencintai budaya daerah dibandingkan budaya luar negeri. Selain itu, juga menjadikan pemuda sebagai tokoh aktif dalam pelestarian bahasa dan sastra Jawa.
Sementara itu, salah satu peserta pelatihan, Ana Qotrunnada mengaku senang mengikuti pelatihan aksara Jawa ini. Dia menyebut masa sekolah menjadi momen terakhirnya dalam mempelajari aksara Jawa. Saat itu dia pun merasa kesulitan dalam mempelajari aksara Jawa. Bahkan, saat menemui soal tentang aksara Jawa kala sekolah dulu, Nada, sapaannya, kerap meminta bantuan orang tuanya.
“Tapi baru sekarang merasa aksara Jawa mudah dipahami juga, kata mahasiswa UIN Sunan Kalijaga ini.
Pelatihan selama tiga hari yang didapatkan tak hanya berhenti padanya. Nada tengah berencana membentuk Pusat Studi Aksara Nusantara. Di dalamnya mempelajari tentang aksara dari berbagai daerah di Indonesia.
“Di UIN sendiri kan mahasiswanya banyak dari luar Jawa. Misal, dari daerah Lampung punya aksara apa, nanti sama-sama belajar,” ujar perempuan kelahiran Semarang ini. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 2.935 atlet ikuti Gubernur Jateng Cup Taekwondo 2026 di Semarang, jadi ajang pembinaan atlet muda berprestasi.
Regrouping SD Jogja belum menjadi pilihan. Pemkot Jogja fokus meningkatkan kualitas sekolah negeri untuk menarik lebih banyak siswa baru.
Jadwal KA Prameks Jogja-Kutoarjo Senin 29 Juni 2026 tersedia sejak pagi hingga malam. Simak jadwal lengkap keberangkatan terbaru.
DKUKMPP Bantul mengarahkan Koperasi Desa Merah Putih mengembangkan produk unggulan lokal agar mampu memperkuat ekonomi desa dan memperluas pasar.
Pertumbuhan kredit investasi mencapai 19,48% pada April 2026. Perbankan mulai memprioritaskan pembiayaan sektor produktif dengan risiko lebih terukur.
Dua pria yang viral karena melawan arus dan mengaku akamsi di kawasan Jetis Jogja akhirnya menyerahkan diri ke polisi usai videonya menuai kecaman.