Jelang Kampanye, Ini yang Diwaspadai KPU DIY

Yosef Leon
Yosef Leon Senin, 13 November 2023 13:47 WIB
Jelang Kampanye, Ini yang Diwaspadai KPU DIY

Kampanye pemilu - Ilustrasi/Freepik

Harianjogja.com, JOGJA—Komisi Pemilihan Umum (KPU) DIY mengaku mewaspadai sejumlah hal menjelang masuknya tahapan kampanye Pemilu 2024 yang jatuh pada 28 November 2023 sampai 10 Februari 2024 mendatang. Banyak hal yang akan dicermati untuk mewujudkan tahapan kampanye berlangsung dengan aman dan damai. 

Ketua KPU DIY Ahmad Shidqi mengatakan, sejumlah hal yang patut diwaspadai menjelang kampanye dimulai harus menjadi perhatian semua pihak. Pertama adalah soal berita bohong atau hoaks, kampanye hitam, atau kampanye negatif yang marak bermunculan di media sosial (medsos). Menurutnya, fenomena itu perlu diantisipasi sejak awal. 

BACA JUGA : Kampanye di Lembaga Pendidikan Hanya Boleh Perguruan Tinggi dan Harus Ada Izin

"Karena medsos itu informasinya tidak terbatas waktu dan tempat, padahal kampanye dibatasi tempat dan waktu, saya kira perlu antisipasi terhadap kampanye di medsos," kata Shidqi, Senin (13/11/2023). 

Selanjutnya adalah tantangan dalam menjaga ketertiban umum di masyarakat. Biasanya kampanye kerap dilakukan dengan arak-arakan pendukung maupun simpatisan partai politik yang berpotensi menimbulkan gesekan. Kemudian juga terdapat rapat umum yang diselenggarakan di tempat publik maupun kampanye terbuka dengan jumlah massa ribuan. 

"Penggunaan jalan umum saya kira nanti perlu diantisipasi dan KPU lewat PKPU No. 20/2023 itu juga sudah menekankan agar peserta kampanye menjaga ketertiban kalau di jalan ya tertib juga di tempat umum," jelasnya. 

BACA JUGA : Dituding Lakukan Kecurangan, TKN Prabowo-Gibran: Buktikan Saja!

Yang terakhir adalah dari sisi materi kampanye. Pihaknya mewanti-wanti adanya peserta Pemilu 2024 yang memanfaatkan isu tertentu untuk mendongkrak raihan suara. Selain itu juga mempolitisasi aspek tertentu di dalam masyarakat agar dipilih pada Pemilu 2024 mendatang. 

"Dari sisi materi kampanye juga tidak boleh menyinggung atau politisasi terhadap SARA, berbahaya itu dan dapat memecah belah, harapannya kampanye bisa berjalan berbudaya dan bermartabat khususnya di wilayah DIY," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online