Trans Jogja Masuk Gunungkidul Masih Wacana, Ini Harapan Warga
Rute Trans Jogja ke Gunungkidul belum terealisasi meski dikaji sejak 2025. Warga berharap layanan ini mengurangi kepadatan Jalan Jogja-Wonosari.
Kondisi salah satu rumah warga di Kalurahan Rejosari, Semin yang rusak akibat embusan angin kencang pada Senin (13/11/2023)./Istimewa
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Hujan deras disertai angin kencang yang terjadi di Kapanewon Semin, Senin (13/11/2023) mengakibatkan puluhan rumah dilaporkan rusak. Meski demikian, dipastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul, Purwono mengatakan, angin kencang menerjang Kapanewon Semin pada Senin sore. Usai mendapatkan laporan langsung menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk mendata dan melakukan evakuasi terhadap kerusakan yang terjadi.
Hasil pendataan sementara ada 48 rumah yang mengalami kerusakan di Kalurahan Rejosari, Semin. Rinciannya, 11 kepala keluarga berasal dari Padukuhan Kaligayam Kidul, 22 KK di Padukuhan Sempu Lor dan 15 KK berada di Padukuhan Sempu Kidul. “Ini masih data awal. Petugas di lapangan masih mengumpulkan datanya,” kata Purwono kepada wartawan, Senin malam.
Menurut dia, meski ada puluhan rumah yang dilaporkan rusak, namun dipastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. “Untuk kerusakannya ada dalam kondisi ringan, sedang hingga berat,” katanya.
Purwono menambahkan, untuk sekarang masih dalam masa peralihan dari kemarau ke penghujan. Di masa pancaroba ini ada potensi bencana berupa angin kencang yang menyebar merata di seluruh Gunungkidul.
“Pancaroba ditandai dengan embusan angin kencang yang bisa menyebabkan terjadinya pohon tumbang dan lain sebagainya. Jadi harus diwaspadai adanya potensi bencana sehingga dapaknya bisa ditekan,” katanya.
Menurut dia, kewaspadaan ini dapat dilakukan dengan terus menjaga kebersihan di lingkungan rumah dan memastikan saluran air lancar. Selain itu, antisipasi dapat dilakukan dengan memangkas atau memotong dahan dan ranting pohon yang telah rimbun. “Pemangkasan tujuannya untuk mengurangi risiko pohon tumbang,” katanya.
Disinggung mengenai datangnya musim hujan, Purwono mengungakpan berdasarkan prakiraan dari BMKG, awal penghujan tidak bersamaan. Minggu ketiga November hujan diprediksi mulai mengguyur zona utara Gunungkidul.
“Nanti disusul zona Selatan, tengah dan lainnya hingga wilayah Gunungkidul benar-benar memasuki musim hujan,” katanya.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Gunungkidul, Sumadi menambahkan, selain pendataan, juga akan ada bantuan logistik bagi Masyarakat terdampak. “Besok rencana ada kerja bakti untuk perbaikan. Kami siapkan logistik berupa bantuan permakanan untuk membantu warga,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Rute Trans Jogja ke Gunungkidul belum terealisasi meski dikaji sejak 2025. Warga berharap layanan ini mengurangi kepadatan Jalan Jogja-Wonosari.
Moto3 Australia 2026 dibatalkan akibat cuaca buruk. Hakim Danish dan Veda Ega Pratama tetap terpaut delapan poin di klasemen.
Sebanyak 18 dari 30 gerai KDMP di Gunungkidul telah selesai diverifikasi. Seluruh gerai belum beroperasi dan 12 lainnya ditargetkan diperiksa awal November.
Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (SV UGM) menguatkan langkah menuju standar internasional pada puncak perayaan Dies Natalis ke-17 yang digelar di Gedung T
Simak 10 rekomendasi mobil angkut barang untuk usaha, mulai dari Suzuki Carry, Gran Max, hingga Isuzu Traga, beserta spesifikasi dan estimasi harga.
Kemenaker menargetkan 50.000 pekerja terdampak PHK mengikuti pelatihan vokasi. Simak syarat, dokumen, cara daftar, dan fasilitasnya.