Pembangunan Jembatan Kewek Jogja Mulai Masuk Tahap Teknis
Proyek pembangunan Jembatan Kewek Jogja mulai memasuki tahap persiapan teknis. Pembongkaran jembatan lama dijadwalkan bulan depan.
Little Tokyo (Litto)./Instagram
Harianjogja.com, BANTUL—Jumlah hotel di Kabupaten Bantul masih minim. Padahal selain minat investor yang tinggi, keberadaan hotel bisa menopang pariwisata di Bantul.
Berdasarkan data Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bantul, saat ini Kabupaten Bantul hanya memiliki 2 hotel bintang empat, sebuah hotel bintang tiga, dan beberapa hotel nonbintang.
Bahkan, PHRI Bantul mencatat, menjelang libur akhir tahun ini, okupansi hotel di Bantul mulai meningkat. Pada November 2023, okupansi hotel sudah merangkak naik sekitar 50%, sementara Desember sudah pada angka 70%.
Itulah sebabnya, untuk mendukung pertumbuhan iklim jasa akomodasi di Bumi Projotamansari, PHRI Bantul mendorong agar Pemkab Bantul segera memetakan zonasi khusus bagi pembangunan hotel.
Ketua PHRI Bantul, Yohanes Hendra menyampaikan permintaan investasi hotel di Bantul sebenarnya cukup tinggi. Hanya saja sayangnya, banyak dari investor tersebut masih merasa kesulitan menentukan lokasi yang peruntukannya dapat didirikan hotel.
“[Saat investor berencana investasi di daerah tertentu] Ternyata zona merah tidak boleh [didirikan hotel]. Sampai saat ini kami tidak tahu zona mana yang dapat didirikan hotel di Kabupaten Bantul,” ujarnya, Kamis (23/11/2023).
Oleh karena itu, kata, Hendra, Pemkab Bantul perlu merancang zonasi khusus bagi pembangunan hotel untuk memudahkan investasi pada sektor tersebut.
Menurut dia, zonasi pembangunan hotel tersebut dapat menjadi acuan bagi investor yang akan menanamkan modalnya di sektor perhotelan di Kabupaten Bantul.
Perdagangan & Jasa
Sementara Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) Bantul, Suprianto menuturkan pembangunan hotel di Kabupaten Bantul dapat dilakukan di zona yang diperuntukkan pada sektor perdagangan dan jasa.
“[Zona untuk pembangunan hotel] Kalau di [zona] perdagangan dan jasa boleh. Kapanewon Sewon, Kasihan, Banguntapan itu banyak [hotel]. Poin pentingnya adalah di zona perdagangan dan jasa. Sepanjang di zona perdagangan dan jasa, pasti diizinkan,” ujarnya.
Dia menuturkan investor yang berminat untuk berinvestasi di sektor perhotelan dapat memastikan zona yang diperuntukan bagi pembangunan hotel di Kabupaten Bantul melalui Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).
Menurutnya, Pemkab Bantul mendukung adanya investasi di sektor perhotelan di Kabupaten Bantul. Dukungan tersebut menurut dia tergambar dari dimudahkannya perizinan untuk sektor tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Proyek pembangunan Jembatan Kewek Jogja mulai memasuki tahap persiapan teknis. Pembongkaran jembatan lama dijadwalkan bulan depan.
Best City Hotel Yogyakarta merayakan HUT ke-9 dengan tema Grow With The Best dan memperkuat komitmen layanan hospitality di Jogja.
Daftar lokasi Salat Iduladha 2026 1447 H Muhammadiyah di Gunungkidul resmi dirilis PDM. Cek ratusan titik salat Id di seluruh kapanewon.
Polisi Banyumas membongkar penipuan berkedok “Sultan Nusantara”. Korban rugi Rp50,8 juta usai dijanjikan pembersihan harta dan haji.
KPK memeriksa dua pejabat Kemenhub terkait kasus dugaan suap proyek pembangunan dan pemeliharaan jalur kereta api DJKA Kemenhub.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyebut nasib guru honorer 2027 masih dibahas pemerintah. Guru non-ASN dipastikan tetap bekerja hingga 2026.