Archipelago Gelar Street Food Korea Festival di Jogja, Ramai Diserbu
Archipelago Hotels hadirkan Korean Street Food Festival di Jogja. Sajikan kuliner autentik hingga live cooking interaktif.
Kepala Dinas P3AP2 DIY Erlina Hidayati Sumardi, S.IP., M.M., Kepala Perwakilan BKKBN DIY Andi Ritamariani, dan jajaran saat mengunjungi Ekspo Keluarga Istimewa di Halaman Pemda Kabupaten Kulon Progo belum lama ini. - ist
KULONPROGO—Pemberdayaan Perempuan Istimewa bertajuk Ekspo Generasi Keluarga Istimewa digelar di Halaman Kantor Pemkab Kulonprogo pada 25-26 November 2023. Kegiatan itu digelar oleh Pemda DIY melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DP3AP2) dengan Badan Pimpinan Daerah Asosiasi Kelompok Usaha Peningkatan Kesejahteraan Keluarga Akseptor (UPPKA) atau BPD AKU DIY dan Yayasan Berbagi Peduli dengan didukung oleh Paniradya Kaistimewan serta Dinas Pariwisata Kulonprogo.
Kegiatan ini merupakan rangkaian dari Ekspo Generasi Keluarga Istimewa, yang sebelumnya telah diselenggarakan di Gunungkidul pada tanggal 11-12 November 2023 dan Kota Jogja pada 18-19 November 2023. Ekspo Keluarga Istimewa digelar sebagai upaya mendukung pencegahan dan percepatan penurunan stunting serta pemberdayaan ekonomi keluarga.
Ketua BPD AKU DIY, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara, mengatakan terbentuknya generasi penerus yang sehat, berkarakter kuat dan kepribadian yang baik, tentunya harus dibekali dengan tumbuh kembang yang terjaga. Pemenuhan gizi yang cukup merupakan salah satu aspek yang penting dalam tumbuh kembang anak.
Namun di sisi lain saat ini masih terdapat satu permasalahan yang menjadi isu nasional yaitu stunting yang merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak berusia di bawah lima tahun (balita). Hal ini akibat kekurangan gizi kronis yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar.
Melalui kegiatan ini dapat memberikan perhatian yang lebih kepada ibu hamil, memberikan edukasi tentang pentingnya gizi yang seimbang, memberikan akses yang lebih mudah ke layanan kesehatan. “Serta menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang anak serta bekerja sama untuk mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berpotensi di DIY. Melalui kegiatan ini ada edukasi mengenai stunting dan juga ada ekspo dari UPPKA untuk perwujudan ketahanan dan pemberdayaan ekonomi keluarga," kata GKR Bendara dalam rilisnya.
Konsep ketahanan keluarga setidaknya memiliki tiga hal yaitu keuletan dan ketangguhan, kemampuan fisik-material, dan kemampuan psikis-mental spiritual. Guna mewujudkan hal itu, maka diharapkan setiap keluarga dapat memenuhi delapan fungsi keluarga yang salah satunya yaitu ekonomi. Fungsi Ekonomi merupakan salah satu hal dasar yang harus dipenuhi untuk mewujudkan keluarga yang sejahtera. Ekonomi keluarga yang stabil juga akan sangat berpengaruh pada kondisi emosional anggota keluarga, yang juga akan berdampak pada pola pengasuhan anak dan pemenuhan kebutuhan anak bagi tumbuh kembangnya.
Kepala Dinas P3AP2 DIY, Erlina Hidayati Sumardi S.IP., M.M, mengatakan Pemda DIY memiliki komitmen kuat untuk mencegah dan mengatasi masalah stunting. Meski masih banyak terjadi permasalahan keluarga yang berawal dari kebutuhan ekonomi yang belum terpenuhi, dan berdampak pada kesehatan, salah satunya stunting.
Ia menyambut baik kolaborasi ini sehingga dapat memberikan peluang bagi kelompok usaha kecil dalam mengembangkan usahanya dan mendorong masyarakat menciptakan peluang lainnya dalam pemberdayaan ekonomi keluarga. “Melalui Ekspo Generasi Keluarga Istimewa ini diharapkan dapat meningkatkan geliat perekonomian, dan mendorong tumbuhnya usaha ekonomi keluarga sebagai upaya pembangunan ketahanan keluarga agar keluarga memiliki keberdayaan ekonomi yang kuat dan mandiri untuk mewujudkan ketahanan dan kesejahteraan keluarga,” kata Erlina.
BACA JUGA: Firli Bahuri Tidak Ditahan, Penyidik Gabungan: Belum Diperlukan
Selain Ekspo UPPKA, pada hari kedua juga dilaksanakan acara Fun Walk Keluarga Istimewa dan pembagian doorprize bagi peserta yang beruntung. Fun Walk ini diikuti oleh 200 peserta yang berasal dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kader KB, Kelompok UPPKA Kulon Progo dan Forum Generasi beRencana (GenRe) DIY.
Dalam kegiatan Ekspo UPPKA, diselenggarakan talkshow Peran Keluarga Dalam Pencegahan Stunting dengan narasumber Kepala Perwakilan BKKBN DIY, Andi Ritamariani, Kepala Bidang Pengendalian Penduduk pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana DPMD Dalduk dan KB Kabupaten Kulonprogo, Drs. Mardiya, dan Ahli Gizi, Nurhani Jauhari, S.Gz.
Selain itu Biddokkes Polda DIY juga melakukan pemeriksaan kesehatan dan pemberian vitamin kepada ibu hamil dan keluarga risiko stunting yang hadir. Dalam kegiatan ini, turut diserahkan infantometer atau alat ukur panjang bayi donasi dari PT Jayamas Medica Industri-OneMed. Serta penyerahan beras fortifikasi donasi dari perusahaan Abhati Group dan bantuan paket sembako minyak dan telur dari Paragon Technology and Innovation kepada Ibu hamil dan anak guna atasi kasus gizi buruk dan stunting di DIY. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Archipelago Hotels hadirkan Korean Street Food Festival di Jogja. Sajikan kuliner autentik hingga live cooking interaktif.
Penjaga TPR lama Pantai Parangtritis disabet clurit oleh pelaku tak dikenal. Polisi masih memburu pelaku dan mendalami motif penyerangan.
Jadwal bus KSPN Malioboro ke Pantai Ndrini dan Obelix Sea View Senin 18 Mei 2026, lengkap dengan rute dan tarif.
Program UKDW Scholarship membuka kesempatan bagi siswa berprestasi untuk menempuh pendidikan tinggi sekaligus mengembangkan potensi akademik maupun non-akademik
Arab Saudi akan mendenda hingga Rp93 juta bagi jemaah haji ilegal tanpa izin resmi dan memberi sanksi deportasi serta larangan masuk 10 tahun.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian hari ini 18 Mei 2026 terpantau stabil. Simak daftar lengkap harga jual dan buyback.