Dugaan Pencemaran Pantai Cangkring Bantul, DLH Ambil Sampel Air dan Tunggu Hasil Lab
DLH Bantul mengambil sampel air Pantai Cangkring terkait dugaan pencemaran limbah tambak udang. Hasil uji laboratorium diperkirakan 10 hari.
Kepala Satpol PP DIY, Noviar Rahmad (Harian Jogja/Yosef Leon Pinsker)
Harianjogja.com, JOGJA—Sat Pol PP DIY mengaku akan menyiagakan ratusan personel Satlinmas Resque Istimewa (SRI) di masa libur akhir tahun guna mencegah munculnya kasus kecelakaan laut. Fenomena kecelakaan laut selalu muncul di masa libur panjang lantaran kondisi pantai DIY yang banyak dipenuhi palung.
Plt Kepala Sat Pol PP DIY Noviar Rahmad mengatakan, di masa libur akhir tahun nanti diperkirakan gelombang ombak di kawasan pantai cukup tinggi. Hal ini disebabkan wilayah setempat sudah memasuki masa musim penghujan, sehingga cukup rentan bagi pengunjung untuk berwisata ke kawasan pantai.
BACA JUGA: Dispar Bantul Antisipasi Penumpukan Sampah di Parangtritis Selama Libur Nataru
"Kami dari Satlinmas Resque Istimewa itu mengantisipasi dengan cara memasang rambu-rambu di sepanjang pantai yang dianggap bahaya agar wisatawan tidak berenang di lokasi," kata Noviar, Jumat (8/12/2023).
Selain itu, pihaknya juga akan bekerja sama dengan Ditpplairud Polda DIY, Basarnas Jogja, Polsek dan Koramil setempat dalam mengamankan wisatawan yang berlibur di kawasan pantai. Dirinya memastikan pada 20 Desember mendatang Satlinmas Resque Istimewa juga akan menggelar apel siaga menghadapi masa libur akhir tahun.
"Di apel siaga itu kita akan cek peralatan dan kesiapan anggota serta semuanya," ungkap Noviar.
Total ada sebanyak 328 anggota SRI yang tersebar di sejumlah titik. Mereka dibagi ketugasannya dalam tujuh lokasi dengan enam lokasi di kawasan pantai. "Total ada tujuh wilayah ya, satu lagi banops di Pol PP yang bergerak setiap hari ke semua lokasi. Yang pantai wilayah 1 sampai 5 ada di Saden, Baron, Parangtritis, Baru dan Glagahsari," terangnya.
Menurut Noviar pantai paling rawan yang kerap terjadi kasus kecelakaana laut berada di Pantai Parangtritis. Karakteristik pantai tersebut, kata dia mempunyai banyak palung pasir yang airnya terlihat tenang di permukaan tetapi berarus di bagian bawah.
"Palung pasir ini tidak tetap tapi pindah-pindah. Nanti kalau wisatawan melihat bahwa ada air laut yang agak tenang, nah biasanya kan pemikiran kita itu aman, padahal itu bahaya karena arus di bawahnya kencang," jelasnya.
Wisatawan yang berkunjung ke kawasan pantai pun diminta untuk memperhatikan rambu-rambu latangan yang sudah terpasang di tempat itu serta menaati aturan. "Sebenarnya di tempat yang tidak berbahaya mereka boleh berenang, tetapi di tempat yang bahaya kita sudah pasang rambu. Kita juga tetap awasi pergerakan mereka di tempat yang tidak berbahaya," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DLH Bantul mengambil sampel air Pantai Cangkring terkait dugaan pencemaran limbah tambak udang. Hasil uji laboratorium diperkirakan 10 hari.
Nguyen Xuan Son cedera hamstring dan absen 4-6 pekan. Striker Vietnam itu harus mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026
Cek harga emas Antam, Galeri24 dan UBS di Pegadaian beserta harga buyback dalam berbagai ukuran, dari 0,5 gram hingga 1.000 gram.
Kata oke ternyata punya sejarah sejak 1839. Istilah OK pertama kali tercatat di Boston Morning Post sebagai singkatan jenaka.
AI mengubah pendidikan tinggi Tiongkok. Ribuan jurusan ditutup atau ditunda, sementara kampus membuka program chip, robotika, dan AI.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magelang secara resmi meluncurkan perluasan gerakan “Blonjo Warung Tonggo”.