Puluhan Obat Bahan Alam Tercemar BKO BPOM Ungkap Risiko Serius
BPOM temukan 22 obat herbal mengandung bahan kimia obat berbahaya, mayoritas produk stamina pria ilegal dan berisiko kesehatan serius.
Jip wisata di Lereng Merapi, Sleman./Harian Jogja-Lajeng Padmaratri
Harianjogja.com, SLEMAN—Sejumlah pengelola jip wisata lereng Gunung Merapi memastikan telah mendapatkan pemesanan dari wisatawan jelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024.
Pemesanan sudah mulai dilakukan sejak awal Desember dan diperkirakan akan terus meningkat saat libur Nataru.
Ketua Asosiasi Jip Wisata Lereng Merapi (AJWLM) Sisi Barat, Dardiri mengatakan, pihaknya mencatat ada sekitar lima pesanan yang telah masuk pada awal Desember 2023. Jumlah itu, akan terus meningkat hingga awal Januari 2024.
Untuk itu,sejumlah pesiapan pun telah dilakukan oleh pengelola jip wisata, salah satunya adalah pengecekan kondisi armada yang akan digunakan.
"Pengecekan telah kami lakukan. Kami libatkan dari berbagi pihak, seperti Dinas Perhubungan, Kepolisian hingga Dinas Pariwisata," kata Dardiri, Selasa (12/12/2023).
Menurut Dardiri, pengecekan kondisi armada sangat penting untuk memastikan jip yang nantinya dioperasionalkan laik dan wisatawan aman saat menggunakan armada tersebut. Selain itu, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan BPPTKG terkait dengan kondisi dan aktivitas Gunung Merapi.
Selain itu juga disiapkan jalur aman sesuai dengan rekomendasi dari BPPTKG dan BPBD Sleman. Di samping itu, ada pembekalan kepada pemandu.
"Agar dapat lebih edukasi tentang keselamatan terhadap para wisatawan dan mencegah adanya kecelakaan. Kami juga sudah kondisi jalur yang digunakan serta membekali setiap pemandu dengan HT," kata Dardiri.
Dardiri menambahkan, jelang libur Nataru ada sebanyak 1.000 armada lebih yang siap untuk dioperasionalkan. Selain itu,pihaknya juga tidak melakukan perubahan harga untuk paket yang ditawarkan ke wisatawan. "Enggak kenaikan harga. Paket yang kami tawarkan mulai dari Rp400.000 sampai Rp800.000," katanya.
Kepala Dispar Sleman Ishadi Zayid mengatakan telah mengumpulkan dan memberikan penjelasan terkait antisipasi bencana hidrometrologi kepada pelaku wisata di lereng Merapi. Dalam kegiatan itu, pihaknya mengingatkan mengenai antisipasi bencana hidrometrologi.
"Karena destinasi di lereng Gunung Merapi ini potensial terkena dampaknya. Untuk itu perlu mitigasi. Kami minta pengelola agar selalu mengutamakan keselamatan dan kenyamanan wisatawan," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPOM temukan 22 obat herbal mengandung bahan kimia obat berbahaya, mayoritas produk stamina pria ilegal dan berisiko kesehatan serius.
Penembakan terjadi di dekat Gedung Putih, AS. FBI dan Dinas Rahasia menangani insiden yang melukai dua orang.
BMKG mengeluarkan peringatan dini hujan lebat disertai petir dan angin kencang di sejumlah kota besar Indonesia pada Minggu.
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.
Ketua BPD Hipmi Jatim Ahmad Salim Assegaf membantah narasi mayoritas BPD Hipmi menolak pelaksanaan Munas XVIII Hipmi di Lampung.
Selain mempermudah mobilitas, kehadiran bus KSPN juga diarahkan untuk mendorong penggunaan transportasi publik yang lebih ramah lingkungan di kawasan pariwisata