7 Nama Muncul Bersaing Jadi Kepala OPD di Gunungkidul
Lelang jabatan Pemkab Gunungkidul selesai, tujuh kandidat bersaing jadi kepala OPD dan menunggu keputusan bupati.
Kondisi di SDN Ngentak Nampak sepi tidak ada aktvitas pada Selasa (12/12/2023) siang. Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pendidikan Gunungkidul akan melakukan regrouping di SD Negeri Ngentak di Padukuhan Ngentak, Candirejo, Semin. Kebijakan ini diambil dikarenakan sekolah tersebut kekurangan murid.
Kepala Bidang Sekolah Dasar, Dinas Pendidikan Gunungkidul, Hary Sulaksana mengatakan, rencana regrouping SDN Ngentak sudah berlangsung lama dan telah melalui kajian yang matang.
Untuk pengabungan sudah ada Surat Keputusan dari bupati berkaitan dengan kebijakan tersebut. “Sudah pasti dan penggabungan paling lambat sampai 2 Januari 2024,” kata Hari kepada wartawan, Selasa (12/12/2023).
BACA JUGA: KPU Butuh 18.963 Petugas KPPS di Gunungkidul
Dia menjelaskan, alasan penggabungan karena sekolah ini kekurangan siswa didik. Total anak-anak yang belajar mulai dari kelas 1-6 hanya berjumlah 15 siswa. “Malahan di kelas 5 tidak ada muridnya sama sekali,” unkapnya.
Di sisi lain sarana dan prasarana sekolah dinilai juga sudah tidak representative lagi. “Tentunya dengan kekurangan murid maka sekolah ini tidak bisa mengakses Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Pemerintah Pusat karena ada ketentuan minimal jumlah murid sebanyak 60 anak,” katanya.
Adanya penggabungan ini, dinas pendidikan sudah menyiapkan sekolah pengganti bagi siswa di SDN Ngentak. Rencananya para siswa ini digabungkan untuk belajar di SDN Candirejo 1.
“Kalau mau memilih ke sekolah yang lain juga dipersilahkan karena tidak harus pindah ke SDN Candirejo 1,” katanya.
Disinggung mengenai keberadaan para guru, ia mengakui juga ada upaya memindahkan ke sekolah lain. Hanya saja, untuk pelaksanaannya masih menunggu kebijakan lanjutan.
“Sekarang fokus terhadap regrouping dulu. Nantinya, selain guru, aset-aset yang dimiliki juga didata ulang,” katanya.
Jogoboyo Kalurahan Candirejo, Hartono saat dikonfirmasi kemarin membenarkan adanya kebijakan penutupan SDN Ngentak. Adapun siswa-siswi di sekolah tersebut akan dipindahkan ke sekolah yang lain.
“Hari Jumat [8/12/2023] Pak Lurah dapat undangan terkait dengan regrouping di sekolah ini,” kata Hartono.
Menurut dia, alasan penutupan dan siswanya digabungkan ke sekolah lain dikarenakan jumlah murdi yang semakin sedikit. Untuk mengoptimalkan layanan belajar dan mengajar, maka sekolah tersebut diregrouping dengan sekolah lain.
“Ini sudah jadi kebijakan dari pemkab dan memang muridnya satu sekolah hanya 15 anak saja,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Lelang jabatan Pemkab Gunungkidul selesai, tujuh kandidat bersaing jadi kepala OPD dan menunggu keputusan bupati.
DPAD DIY mengedukasi masyarakat pentingnya arsip sebagai aset berharga dan bukti hukum melalui kampanye sadar arsip sejak dini.
Jadwal KRL Solo–Jogja 25 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Tugu. Tarif Rp8.000, keberangkatan padat dari pagi hingga malam.
Timnas Iran memindahkan markas ke Meksiko jelang Piala Dunia 2026 demi mengatasi masalah visa dan keamanan.
Kepuasan pelanggan KAI Daop 6 Jogja terus meningkat hingga 4,55 pada 2025. Layanan makin nyaman, aman, dan ramah lingkungan.
BNPB mengimbau masyarakat waspada cuaca ekstrem usai BMKG memprediksi hujan lebat disertai angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia.