Imigrasi YIA Gagalkan Keberangkatan Diduga Jemaah Haji Non-Prosedural
Imigrasi YIA menggagalkan keberangkatan tiga pria diduga calon haji non-prosedural menuju Singapura melalui Bandara YIA.
Kabupaten Kulonprogo meraih dua Penghargaan Tingkat Nasional yaitu Penghargaan Kabupaten/Kota Sehat (Swasti Saba) kategori Padapa dan Penghargaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM Award) kategori Madya./Istimewa
KULONPROGO—Dua Penghargaan Tingkat Nasional berhasil diraih oleh Kabupaten Kulonprogo di penghujung 2023, yaitu Penghargaan Kabupaten/Kota Sehat (Swasti Saba) kategori Padapa dan Penghargaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM Award) kategori Madya.
Penghargaan tersebut diserahkan oleh Menteri Dalam Negeri dan Menteri Kesehatan Republik Indonesia kepada Kabupaten Kulonprogo oleh karena keberhasilannya dalam penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat serta STBM yang berkelanjutan.
Penghargaan diterima oleh Pj. Bupati Kulonprogo, Ni Made Dwipanti Indrayanti, ST., MT didampingi oleh Ketua Forum Kabupaten Sehat Drs. Kasdiyono; Kepala Dinas Kesehatan dr. Sri Budi Utami MKes.; dan perwakilan Bappeda, Restu Dewandaru SE., MM. pada Malam Penganugerahan Pengharagaan Kabupaten/Kota Swasti Saba dan STBM Award Tahun 2023 dalam rangkaian Peringatan Hari Kesehatan Nasional yang ke 59 yang diselenggarakan di Grand Ball Room Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa (28/11/2023).
Kepala Dinkes Kulonprogo, dr. Sri Budi Utami, M.Kes, menyampaikan bahwa pada penilaian Kabupaten/Kota Sehat 2023, terdapat sembilan instrumen penilaian atau tatanan yang harus dipenuhi sehingga suatu Kabupaten/Kota disebut Kabupaten/Kota Sehat (KKS).
"Tatanan tersebut adalah Tatanan Kehidupan Masyarakat Sehat Mandiri, Tatanan Pemukiman dan Fasilitas Umum, Tatanan Pasar, Tatanan Satuan Pendidikan, Tatanan Pariwisata, Tatanan Transportasi dan Tertib Lalu Lintas Jalan, Tatanan Perkantoran dan Perindustrian, Tatanan Perlindungan Sosial dan Tatanan Pencegahan dan Penanggulangan Bencana," tutur Sri.
BACA JUGA: Ratusan ASN Kulonprogo Dapat Penghargaan dari Presiden
Sedangkan STBM Award menurut Sri, merupakan ajang pengakuan terhadap keberhasilan daerah atas upaya percepatan perubahan perilaku masyarakat hidup bersih dan sehat. Ada lima pilar penyangga STBM, yaitu buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengolahan air minum dan makanan dengan benar, pengelolaan sampah rumah tangga dan pengelolaan limbah cair rumah tangga.
"Semua penghargaan ini merupakan wujud dari partisipasi dan keberhasilan seluruh masyarakat Kulonprogo dalam upaya membangun Kabupaten Kulon Progo yang lebih sehat," pungkasnya.
Sementara itu, Pj. Bupati Kulonprogo, Ni Made Dwipanti Indrayanti menyampaikan bahwa Kulonprogo sangat bersyukur atas penghargaan ini dan berharap semua akan semakin terpacu untuk berkarya lebih baik lagi sehingga Kulon Progo menjadi semakin sehat dan sejahtera.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Imigrasi YIA menggagalkan keberangkatan tiga pria diduga calon haji non-prosedural menuju Singapura melalui Bandara YIA.
Menteri PPPA menyebut paparan judi online terhadap 200 ribu anak menjadi ancaman serius bagi perlindungan dan tumbuh kembang anak.
Pemkab Bantul menargetkan 10 Koperasi Desa Merah Putih siap diresmikan Agustus 2026 dengan fokus usaha kebutuhan pokok dan produk lokal.
Kemenhub menyesuaikan fuel surcharge pesawat domestik mulai 13 Mei 2026 akibat kenaikan harga avtur demi menjaga operasional maskapai.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 17 Mei 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta, tersedia keberangkatan pagi sampai malam hari.
Manchester City juara Piala FA 2026 setelah mengalahkan Chelsea 1-0 di final Wembley lewat gol Antoine Semenyo.