Persiapan Paskah, Gereja Kotabaru Disterilisasi
Jelang hari raya Paskah Gereja St Antonius Padua Kotabaru disterilisasi untuk mencegah keberadaan benda-benda berbahaya selama pelaksanaan ibadah paskah
Pohon mangga Semar di halaman di Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat./Istimewa-Dokumentasi DPP Kota Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—Pengelola Teknologi Perbenihan Bidang Pertanian DPP Kota Jogja, Rijkhy Syakur menjelaskan baik mangga Semar ataupun Cempuro memiliki nilai-nilai filosofis.
Mangga Semar diambil dari kata Sengir Madu Rasa. Mangga jenis ini punya bentuk buah yang sedikit lebih kecil dari buah mangga pada umumnya. Ada juga semacam benjolan seperti dahi. Jika matang, mangga akan berwarna kekuningan. "Nilai brix-nya [tingkat kemanisan] di angka 15. Cukup tinggi untuk buah mangga," katanya.
Sementara itu, mangga Cempuro yang hidup di lingkungan Kraton diibaratkan sebagai benih laki-laki.
Batang pohonnya pun besar, bahkan kelilingnya lebih besar dari panjangnya dua lengan orang dewasa.
Mangga jenis ini memiliki bunga berwarna putih. Lalu, ada juga tanaman lain yang diibaratkan sebagai benih perempuan dengan bunga berwarna merah.
Jika keduanya tumbuh di satu tempat, maka diharapkan akan tumbuh penerus Kraton yang baik dan berwibawa.
Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kota Jogja mendaftarkan dua varietas mangga yang tumbuh di lingkungan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat untuk mendapatkan sertifikasi.
Uniknya, masyarakat percaya, mangga ini sudah hidup sejak masa kepemimpinan Hamengku Buwono I dan Hamengku Buwono IV. Keduanya adalah mangga jenis Cempuro dan Semar.
Kabid Pertanian DPP Kota Jogja Eny Sulistyowati menjelaskan sertifikasi dua varietas mangga ini menjadi upaya pelestarian kekayaan hayati khas DIY. Menurutnya, ini juga tak beda jauh dengan upaya pelestarian cagar budaya.
Apalagi, mangga Semar dan Cempuro tumbuh di lingkungan Kraton Ngayogyakarta dan jumlahnya tinggal sedikit.
Buah sebelumnya akan melewati proses identifikasi. Mulai dari fisik hingga kandungan di dalamnya yang diuji di laboratorium. Semua dilakukan secara detail. Bahkan, saking detailnya proses keluarnya sertifikat dari Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (P2VTPP) memakan waktu hingga dua tahun.
Saat pertama kali melihat mangga Semar dan Cempuro di Kraton, Eny mengaku kondisi batang pohon bahkan sudah keropos.
BACA JUGA: Budidaya Mangga Lokal Gunungkidul Kalah Saing dengan Jenis Impor
Ada juga pohon yang sudah tertutup benalu hingga batang pohon tak lagi terlihat. Proses perawatan pohon seperti penebangan juga dilakukan layaknya tanaman biasa.
Padahal, pohon mangga itu sejatinya sarat akan nilai sejarah dan budaya. Eny mengatakan, jika sudah teridentifikasi, nantinya dilakukan pengembangan. Ini sebagai sampel lantaran pohon mangga Semar dan Cempuro kini terbatas jumlahnya.
Setelah berhasil mendapat sertifikat dan diklaim menjadi mangga khas DIY, Mangga Semar dan Cempuro akan kembali disebarluaskan. DPP Kota Jogja juga turut akan menggandeng para kelompok tani. "Kami ingin keanekaragaman hayati kekayaan tetap dilestarikan untuk keturunan kita. Kalau kita tidak peduli lalu siapa lagi," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Jelang hari raya Paskah Gereja St Antonius Padua Kotabaru disterilisasi untuk mencegah keberadaan benda-benda berbahaya selama pelaksanaan ibadah paskah
Info lengkap SPMB DIY 2026. Simak syarat masuk TK, SD, SMP, SMA/SMK negeri, jadwal aktivasi PIN, hingga prosedur pendaftaran online bagi warga Yogyakarta.
Demi Moore menegaskan AI tidak akan pernah menggantikan jiwa seni dalam konferensi pers Cannes Film Festival 2026.
Timnas Indonesia akan menghadapi Oman dan Mozambik pada FIFA Matchday Juni 2026 untuk mendongkrak ranking FIFA.
Blunder Bento pada menit 90+8 membuat Al Nassr gagal mengunci gelar Saudi Pro League usai ditahan imbang Al Hilal 1-1.
Florentino Perez membantah isu sakit keras, menyerang media, dan mempercepat pemilu Real Madrid di tengah krisis klub musim 2026.