DPAD DIY Ajak Anak Muda Tetap Optimistis Hadapi Zaman
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.
Bupati Sleman Kustini. - ist
SLEMAN—Di pertengahan 2023, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman menerima Alokasi Insentif 2023 dari Kementerian keuangan dan Kementerian Dalam Negeri sebesar Rp10,2 miliar.
"Insentif ini saya terima langsung dari Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian didampingi Menteri Keuangan, Sri Mulyani, pada 31 Juli 2023," kata Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, Rabu (13/12/2023).
Insentif ini merupakan hasil dari upaya Pemkab Sleman yang dinilai berhasil dalam pengendalian inflasi daerah yang dinilai dari kepatuhan penyampaian laporan, peringkat inflasi dan rasio realisasi belanja tagging inflasi terhadap total belanja daerah.
"Tentunya perolehan ini tidak didapatkan dengan instan. Pemkab Sleman bekerja sangat serius dalam mencegah dan menanggulangi inflasi," katanya.
Kustini menjelaskan, Sleman telah menggagas Sembada Setiaji (Sesarengan Nyembadani Semangat nJagi Inflasi). Dengan semangat ini, Sleman berupaya untuk menjaga ketersediaan bahan pangan dengan harga terjangkau.
Sejumlah langkah yang dilakukan di antaranya dengan operasi pasar di 17 kapanewon, inspeksi pasar, peningkatan jaringan irigasi permukaan, perluasan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Jaringan Perpipaan serta pemantauan harga dan pasokan pangan khususnya menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional. "Apresiasi ini saya anggap sebagai sebuah amanah untuk terus meningkatkan kinerja dalam pengendalian inflasi dan memberikan yang terbaik bagi masyarakat," ujar Kustini.
Oleh karena itu, setiap rupiah dari dana insentif ini saya pastikan diperuntukkan untuk mendanai kegiatan sesuai dengan prioritas kebutuhan daerah yang manfaatnya diterima dan dirasakan langsung oleh masyarakat. "Dana insentif ini telah kami optimalkan untuk program penurunan stunting, penghapusan kemiskinan ekstrem, peningkatan investasi dan pengendalian inflasi," katanya.
Lebih dari 40% dana tersebut, kata Kustini, telah dimanfaatkan untuk penghapusan kemiskinan ekstrem melalui Program Pemberian Beasiswa Mahasiswa Miskin–Sleman Pintar bagi 120 orang serta Bantuan Rehabilitasi Sosial Dasar bagi warga lansia, anak telantar dan disabilitas.
BACA JUGA: Jadwal Liga Champiosn Dini Hari Nanti, Berebut 2 Tiket Terakhir 16 Besar
Sedangkan 32% dari dana tersebut dioptimalkan sebagai upaya pengendalian inflasi melalui peningkatan sarana budi daya pertanian, operasi pasar murah dan pengadaan bantuan sarana pertanian hortikultura.
"Syukur alhamdulillah upaya Pemkab Sleman kembali diapresiasi pada triwulan akhir 2023 ini. Alokasi insentif fiskal sebesar Rp18,9 miliar ini telah kami terima langsung dari Wakil presiden RI, Ma’ruf Amin pada Rakornas Percepatan Penurunan Stunting pada 2 Oktober 2023," katanya.
Insentif ini merupakan apresiasi terhadap kinerja penghapusan kemiskinan ekstrem, percepatan penurunan stunting dan percepatan belanja daerah. Sesuai dengan tujuan pemberian insentif ini, Pemkab Sleman telah menyusun rencana penggunaan dana insentif daerah. Sebanyak Rp9,3 miliar atau 49% dari dana insentif tersebut didistribusikan dalam upaya peningkatan investasi melalui pemeliharaan pasar, restorasi sungai, pembangunan infrastruktur jalan dan pengadaan prasarana lalu lintas serta pembangunan talud dan jalan lingkungan.
Sedangkan 31,6% dari dana tersebut digunakan untuk bantuan sosial sembako daerah bagi keluarga miskin dan rentan miskin. Selain itu sesuai dengan prioritas nasional dalam penurunan stunting, Pemkab juga menganggarkan Rp2,8 miliar insentif untuk penanggulangan stunting.
"Upaya ini kami lakukan sebagai komitmen untuk memajukan Sleman. Insyaallah, dengan berbagai upaya ini target pembangunan yang telah ditetapkan di akhir 2023 ini dapat tercapai, masyarakat aman dan nyaman dalam melewati akhir tahun dan menyambut Tahun Baru 2024. Sleman bekerja, masyarakat sejahtera! Selamat merayakan Natal dan Tahun Baru bersama keluarga," kata Kustini. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPAD DIY bersama DPRD DIY menggelar bedah buku bertajuk Menjadi Pemuda di Zaman yang Tak Mudah di Rompok Ndeso, Kuwaru RT 02, Kalurahan Poncosari, Bantul.
Kenali jenis lampu emergency untuk rumah, kantor, hingga area industri, mulai rechargeable, smart LED, hingga tenaga surya.
Harga cabai rawit merah tembus Rp73.500 per kg. PIHPS juga mencatat harga telur ayam, beras, bawang, dan minyak goreng masih tinggi.
Iran mendesak AS mencabut sanksi dan membebaskan aset yang dibekukan di tengah ketegangan kawasan serta konflik Selat Hormuz.
Sebanyak 3.393 PPPK paruh waktu di Bantul resah kontrak berakhir September 2026 di tengah pembatasan belanja pegawai daerah.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi tak henti-hentinya mempromosikan potensi investasi di wilayahnya kepada para investor baik dalam negeri maupun luar negeri.